Breaking

Harga BBM Melonjak di Berbagai Negara, Demo Besar-Besaran Meletus

RE
Kamis, 17 September 2026
Harga BBM Melonjak di Berbagai Negara, Demo Besar-Besaran Meletus

TEROPONGBISNIS.ID — Gelombang protes menentang kenaikan harga bahan bakar melanda sejumlah negara di dunia. Unjuk rasa ini disebut sebagai efek berantai dari perang AS melawan Iran yang menyeret Arab Saudi ke dalam konflik lebih dalam.

Kenaikan harga bahan bakar memicu kemarahan publik di banyak negara. Demonstrasi dilaporkan terjadi di berbagai kota, meski belum ada data resmi soal jumlah peserta maupun lokasi persisnya.

Sejumlah pengamat menilai lonjakan harga energi kali ini bukan fenomena musiman. Pemicunya adalah ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang terus memanas.

Perang AS-Iran dan Seretnya Arab Saudi

Perang antara Amerika Serikat dan Iran disebut menjadi akar dari gejolak harga energi global. Konflik itu menarik Arab Saudi semakin dalam, memperluas medan pertempuran di kawasan.

Arab Saudi selama ini menjadi salah satu pemasok minyak terbesar dunia. Ketika posisinya terseret konflik, pasar energi global langsung bereaksi.

Harga bahan bakar di banyak negara melonjak. Warga yang selama ini menikmati subsidi atau harga terjangkau kini harus merogoh kocek lebih dalam.

Respons Publik di Berbagai Negara

Protes meletus di sejumlah negara, meski laporan awal belum merinci lokasi dan jumlah demonstran. Massa turun ke jalan menuntut pemerintah masing-masing menekan harga energi.

Di beberapa negara, demonstran membawa poster dan meneriakkan tuntutan agar subsidi bahan bakar dikembalikan. Aksi serupa dilaporkan menyebar dari satu negara ke negara lain.

Pemerintah di negara-negara terdampak menghadapi dilema. Di satu sisi mereka perlu menjaga stabilitas harga, di sisi lain ruang fiskal semakin sempit akibat tekanan global.

Efek Berantai Konflik Timur Tengah

Perang AS melawan Iran tidak hanya berdampak pada kedua negara. Arab Saudi yang secara geografis dan politis dekat dengan pusat konflik ikut menanggung beban.

Ketegangan di Selat Hormuz, jalur pelayaran minyak paling strategis dunia, menjadi salah satu faktor yang membuat pasar energi gelisah. Setiap ancaman terhadap jalur ini langsung mendorong harga minyak naik.

Negara-negara pengimpor minyak, termasuk di Asia dan Eropa, merasakan dampaknya. Biaya energi yang melonjak memukul daya beli masyarakat dan menekan sektor industri.

Ketidakpastian Harga Energi Global

Belum ada tanda-tanda konflik AS-Iran akan mereda dalam waktu dekat. Selama ketegangan berlanjut, harga energi global diprediksi tetap bergejolak.

Sejumlah analis memperkirakan protes bisa meluas jika pemerintah masing-masing negara gagal meredam kenaikan harga. Tekanan publik terhadap kebijakan energi bakal semakin kuat.

Perkembangan situasi di Timur Tengah menjadi kunci. Jika Arab Saudi terseret lebih jauh ke dalam perang, dampaknya terhadap pasar energi global bisa lebih besar lagi.

Hingga kini belum ada laporan resmi soal jumlah korban atau kerusuhan dalam demonstrasi yang terjadi. Situasi masih terus berkembang dari waktu ke waktu.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua