Harga Emas Dunia Jatuh 0,70 Persen ke USD4.263 Usai The Fed Naikkan Suku Bunga
TEROPONGBISNIS.ID — Harga emas dunia berbalik melemah 0,70 persen menjadi USD4.263,86 per troy ons pada perdagangan Rabu (16/9/2026), setelah sempat melonjak lebih dari 1 persen ke level tertinggi sesi di USD4.365,57 per troy ons. Penurunan terjadi setelah Federal Reserve menaikkan suku bunga acuan 25 basis poin ke kisaran 3,75-4,00 persen. Kebijakan itu mendorong dolar AS menguat dan menekan daya tarik emas yang tidak memberikan imbal hasil.
Langkah bank sentral AS tersebut secara efektif mengakui bahwa pemerintahan Donald Trump sejauh ini belum berhasil mengendalikan inflasi. The Fed juga mengisyaratkan kemungkinan kenaikan biaya pinjaman lebih lanjut dalam beberapa bulan mendatang.
Dolar AS Menguat, Emas Kehilangan Daya Tarik
Kenaikan suku bunga mendorong dolar AS menguat. Kondisi itu menekan daya tarik emas yang tidak memberikan imbal hasil.
Harga emas spot turun 0,70 persen menjadi USD4.263,86 per troy ons. Sebelumnya, logam mulia itu sempat melonjak lebih dari 1 persen ke level tertinggi sesi di USD4.365,57 per troy ons.
Pergerakan berbalik arah ini terjadi dalam satu sesi perdagangan. Emas yang biasanya jadi aset lindung nilai justru kehilangan tenaga saat imbal hasil aset berbunga naik.
Sinyal Kenaikan Lanjutan Tekan Proyeksi Emas
Pernyataan The Fed soal kemungkinan kenaikan suku bunga lanjutan menjadi faktor utama. Pasar menangkap sinyal bahwa biaya pinjaman bisa tetap tinggi lebih lama dari perkiraan.
Bagi investor emas, prospek suku bunga yang masih naik membuat posisi aset tanpa imbal hasil semakin kurang menarik. Dolar yang menguat juga membuat emas lebih mahal bagi pemegang mata uang lain.
Investor ritel yang memegang emas sebagai lindung nilai perlu mencermati arah kebijakan The Fed berikutnya. Setiap sinyal kenaikan lanjutan berpotensi menekan harga emas lebih jauh.
Yang Perlu Dicermati ke Depan
Pasar akan menunggu data inflasi AS dan pernyataan pejabat The Fed berikutnya. Keduanya jadi penentu apakah tren kenaikan suku bunga berlanjut atau berhenti.
Selama dolar AS masih perkasa dan imbal hasil obligasi naik, emas cenderung bergerak terbatas. Posisi emas sebagai aset aman tetap ada, tetapi tekanan jangka pendek dari kebijakan moneter AS belum hilang.