Breaking

BMKG Catat 26 Gempa Guncang Pangalengan Bandung dalam Sehari, Terakhir Magnitudo 2,8

RE
Rabu, 16 September 2026
BMKG Catat 26 Gempa Guncang Pangalengan Bandung dalam Sehari, Terakhir Magnitudo 2,8

TEROPONGBISNIS.ID — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mencatat 26 kejadian gempa bumi mengguncang wilayah Kabupaten Bandung, Jawa Barat, sepanjang Rabu (16/9/2026). Gempa terakhir berkekuatan magnitudo 2,8 berpusat di darat, 28 kilometer tenggara Kabupaten Bandung, pada kedalaman 5 kilometer.

Gempa terakhir terjadi sekitar pukul 17.14 WIB dan dirasakan warga Pangalengan. Meski getarannya nyata, hingga malam ini tidak ada laporan kerusakan bangunan akibat rangkaian gempa tersebut.

Plt Kepala BBMKG Wilayah II Ana Oktavia Setiowati mengatakan hasil analisis BMKG menunjukkan parameter gempa diperbarui dengan magnitudo 2,8. Menurut dia, gempa ini tergolong dangkal karena dipicu aktivitas sesar aktif di wilayah tersebut.

Getaran Dirasakan Seperti Truk Melintas

Warga Pangalengan melaporkan getaran yang cukup terasa di dalam rumah. Ana menggambarkan intensitasnya membuat benda-benda bergetar seolah ada truk besar melintas di dekat permukiman.

"Getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu," kata Ana melalui keterangan resminya, Rabu (16/9/2026).

Sejak pukul 06.10 WIB, BMKG mencatat total 26 kejadian gempa bumi di kawasan Kabupaten Bandung. Rangkaian ini menunjukkan aktivitas seismik yang cukup intens dalam satu hari, meski sebagian besar berkekuatan kecil.

Belum Ada Laporan Kerusakan Bangunan

Ana memastikan sampai saat ini tidak ada laporan kerusakan bangunan sebagai dampak gempa. Warga diminta tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi yang tidak jelas sumbernya.

BMKG mengimbau masyarakat memantau perkembangan melalui kanal resmi BMKG agar memperoleh informasi yang akurat. Informasi dari sumber tidak resmi berpotensi menimbulkan kepanikan yang tidak perlu.

Jejak Gempa Merusak di Pangalengan dan Kertasari

Wilayah Pangalengan dan Kertasari pernah diguncang gempa magnitudo 5 pada 2024. Peristiwa itu mengakibatkan ratusan rumah mengalami kerusakan.

Riwayat tersebut membuat kawasan ini dikenal memiliki aktivitas sesar aktif yang perlu diwaspadai. Meski gempa hari ini relatif kecil, rangkaian 26 kejadian dalam sehari menjadi perhatian tersendiri bagi warga dan otoritas setempat.

BMKG belum memberikan pernyataan mengenai potensi gempa susulan lanjutan. Warga diimbau tetap mengikuti informasi resmi dan memeriksa kondisi bangunan jika merasakan getaran susulan.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua