LAPD Mau Rights Issue 2 Miliar Saham, Bidik Dana Rp100 Miliar
JAKARTA - Emiten investasi, PT Leyand International Tbk (LAPD) berencana menggelar rights issue dengan menerbitkan maksimal 2 miliar saham. Perseroan belum menetapkan harga pelaksanaan dan rasio rights issue, namun mencantumkan indikasi harga Rp50 per saham. Dengan demikian, aksi korporasi tersebut berpotensi menghimpun dana maksimal Rp100 miliar.
JSI Sinergi Mas sebagai pengendali LAPD dengan kepemilikan 51% menyatakan akan melaksanakan seluruh 1 miliar rights yang menjadi haknya. Setoran tersebut dilakukan melalui 99,99% saham Bersaudara Sinergi Sejahtera yang memiliki nilai Rp44 miliar.
Dana hasil rights issue akan digunakan untuk kebutuhan modal kerja dan pengembangan bisnis. Penggunaan dana tersebut mencakup kebutuhan operasional, pelaksanaan kontrak, hingga pemeliharaan dan penambahan alat.
Rencana rights issue tersebut masih membutuhkan persetujuan pemegang saham melalui RUPSLB yang dijadwalkan berlangsung pada 20 Oktober 2026.
Sebelumnya, JSI Sinergi Mas sebagai pengendali baru LAPD telah melaksanakan Penawaran Tender Wajib atau Mandatory Tender Offer (MTO) terhadap saham LAPD yang dimiliki publik.
Pelaksanaan MTO berlangsung selama 30 hari, terhitung sejak 28 Februari 2026 hingga 29 Maret 2026. Harga penawaran ditetapkan sebesar Rp51 per saham dengan nilai maksimal transaksi mencapai Rp84,2 miliar.
JSI Sinergi Mas menyatakan telah menyiapkan dana yang cukup untuk memenuhi seluruh kewajiban pembayaran dalam pelaksanaan MTO tersebut. Kewajiban MTO muncul setelah JSI Sinergi Mas menyelesaikan pengambilalihan pengendalian perseroan pada 10 November 2025.
Dalam proses pengambilalihan tersebut, JSI Sinergi Mas membeli 2,08 miliar saham LAPD dari sejumlah pemegang saham sebelumnya, termasuk Layman Holdings Pte Ltd dan beberapa investor individu.
Setelah itu, untuk menyesuaikan porsi kepemilikan, pengendali baru melakukan sell-down melalui pasar sekunder sebanyak 57,5 juta saham kepada publik.
Dengan transaksi tersebut, kepemilikan bersih JSI Sinergi Mas tercatat sebanyak 2,02 miliar saham atau setara 51% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor penuh LAPD.