Breaking

Harga Minyak Tembus 100 US Dolar, FTSE 100 Merosot ke 10.669,32

IB
Ibtihal

Editor: Septian Akbar Gumilang

Rabu, 09 September 2026
Harga Minyak Tembus 100 US Dolar, FTSE 100 Merosot ke 10.669,32
Ilustrasi FTSE 100 turun 1,3% ke 10.669,32, terendah tujuh minggu. (sumber foto: NET)

JAKARTA - Bursa saham Inggris kembali melemah pada Rabu (9/9/2026) seiring meningkatnya konflik maritim antara Amerika Serikat dan Iran. Kondisi tersebut mendorong harga minyak mentah Brent menembus US$100 per barel untuk pertama kalinya sejak akhir Juli.

FTSE 100 memperpanjang penurunan sebesar 1,3% dan ditutup di level terendah dalam tujuh minggu, yakni 10.669,32. Pelemahan juga terjadi pada bursa utama Eropa lainnya.

DAX Jerman turun 1,7%, sedangkan CAC 40 Prancis melemah 1,9%. Sementara itu, pound sterling naik tipis 0,1% menjadi US$1,3553.

Harga minyak mentah Brent melanjutkan penguatan ke US$101,40 atau naik 3,6% per barel. Minyak WTI juga meningkat 3,8% menjadi US$96,59.

Di pasar logam mulia, kontrak berjangka emas bertambah 0,1% menjadi US$4.444,40. Harga emas spot naik 1% ke US$4.397,18.

Sebuah sumber dari Irak menyebut sebuah kapal tanker yang mengangkut dua juta barel minyak mentah Irak menjadi sasaran serangan di pelabuhan Khor al-Amaya, di perairan teritorial Basra.

IRGC juga menyatakan akan secara resmi menetapkan zona pembatasan maritim yang membentang dari Chabahar hingga Teluk Oman dan Laut Arab. Kapal yang melintasi wilayah tersebut dapat dikenai sanksi.

Operasi Perdagangan Maritim Inggris melaporkan adanya "beberapa kapal dagang" yang dilumpuhkan dalam serangkaian serangan di kawasan Teluk. Sebuah kapal kargo juga dilaporkan miring di lepas pantai Uni Emirat Arab setelah terkena proyektil.

Pada malam sebelumnya, militer Amerika Serikat menyatakan telah menghancurkan lima kapal tanker minyak mentah Iran di sekitar Pulau Kharg. Washington menyebut tindakan tersebut sebagai respons atas serangan rudal balistik IRGC terhadap kapal perang Angkatan Laut AS.

Iran kemudian membalas dengan serangkaian serangan yang menargetkan pangkalan udara al-Azraq di Yordania. Pemerintah Yordania menyatakan berhasil mencegat 18 dari 20 rudal yang ditembakkan.

Washington menyebut serangan tersebut "tidak efektif" dan mengatakan tidak ada korban dari pihak Amerika Serikat.

CENTCOM menolak klaim IRGC yang menyebut dua kapal perusak Amerika Serikat telah diserang. 

"Tidak ada kapal perang Angkatan Laut AS yang diserang. Semua upaya serangan IRGC gagal." sebagaimana dilansir dari berita sumber.

CENTCOM juga menyatakan sebanyak 10 kapal tanker Iran telah dihancurkan dalam sepekan terakhir.

ING Think menyebutkan arus minyak yang melewati Selat Hormuz kini berada di sekitar 10 juta barel per hari, atau sekitar 50% dari level sebelum perang.

Pasar dinilai "kemungkinan akan terus memperhitungkan premi risiko yang signifikan", terutama karena belum terlihat jalur de-eskalasi yang kredibel untuk meredakan konflik.

Di tengah meningkatnya ketegangan tersebut, Inggris juga mengumumkan larangan impor dari permukiman ilegal Israel di wilayah Tepi Barat yang diduduki.

Menteri Luar Negeri Inggris Ed Miliband menyebut penutupan konsulat Inggris di Yerusalem oleh Israel sebagai tindakan balasan yang "disesalkan dan merugikan". Ia juga mengatakan, "Kami telah mempertimbangkan biaya dan manfaatnya terlebih dahulu." sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua