Breaking

Konflik Timur Tengah Dorong Minyak Naik, Saham Energi Eropa Melaju

IB
Ibtihal

Editor: Septian Akbar Gumilang

Rabu, 09 September 2026
Konflik Timur Tengah Dorong Minyak Naik, Saham Energi Eropa Melaju
Ilustrasi Saham energi Eropa menguat setelah eskalasi Timur Tengah mendorong harga Brent naik 2,1 persen mendekati US$100 per barel.(sumber foto: NET)

JAKARTA - Saham perusahaan energi Eropa menguat pada Selasa setelah eskalasi baru di Timur Tengah meningkatkan kekhawatiran konflik regional yang lebih luas dan mendorong harga minyak ke level tertinggi sejak akhir Juli.

Kontrak berjangka minyak mentah Brent naik 2,1% menjadi US$99,93 per barel pada pukul 16.09 WIB. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat melonjak 1,4% menjadi US$94,31 per barel.

Kenaikan harga minyak menuju US$100 per barel berpotensi meningkatkan kegelisahan pasar yang sepanjang tahun ini telah menghadapi kekhawatiran terhadap inflasi.

Kondisi tersebut turut mengangkat Indeks STOXX Europe 600 Oil & Gas sebesar 0,8% dan menjadi sektor dengan penguatan terbesar di antara sektor-sektor dalam indeks Stoxx 600.

Sejumlah saham energi Eropa juga mencatat penguatan. TotalEnergies naik 1,2%, Eni menguat 1,9%, Neste bertambah 0,4%, dan Galp Energia naik 1,4%.

Maurel & Prom menguat 0,8%, Equinor naik 3,1%, dan Repsol bertambah 2,1%. Sementara itu, Shell dan BP masing-masing menguat 1,2% dan 1,8%.

Eskalasi konflik terjadi setelah pasukan Houthi yang didukung Iran di Yaman melancarkan serangan ke sejumlah kota di Arab Saudi. Situasi tersebut membuat salah satu sekutu utama Amerika Serikat semakin terseret ke dalam konflik yang telah berlangsung selama enam bulan.

Dalam peningkatan permusuhan tersebut, pasukan Amerika Serikat menyerang sejumlah kapal tanker minyak Iran. Iran kemudian menargetkan pangkalan Amerika Serikat di Yordania dan menyerang kapal-kapal pengiriman.

Serangkaian serangan terbaru tersebut meningkatkan risiko gangguan terhadap pasokan minyak Timur Tengah. Kondisi pasokan sebelumnya juga telah tertekan akibat serangan terhadap infrastruktur energi regional dan jalur pengiriman penting.

Harga minyak mentah Brent tercatat telah melonjak sekitar seperempat sejak awal Agustus. Kenaikan tersebut terjadi seiring memudarnya harapan terhadap penyelesaian konflik secara berkelanjutan dan kembali meningkatnya intensitas pertempuran.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua