Breaking

Amazon Terbitkan Obligasi Sterling Perdana untuk Danai Infrastruktur AI

IB
Ibtihal

Editor: Septian Akbar Gumilang

Rabu, 09 September 2026
Amazon Terbitkan Obligasi Sterling Perdana untuk Danai Infrastruktur AI
Amazon mulai menjual obligasi berdenominasi pound sterling untuk pertama kalinya guna mendukung pendanaan investasi infrastruktur kecerdasan buatan. (sumber foto: NET)

JAKARTA - Amazon mulai menjual obligasi berdenominasi pound Inggris pada Rabu, menandai pertama kalinya perusahaan menghimpun dana dalam mata uang sterling.

Langkah tersebut menjadi bagian dari tren perusahaan teknologi besar yang memperluas pinjaman dalam berbagai mata uang untuk membiayai investasi infrastruktur kecerdasan buatan. 

Perusahaan teknologi telah menerbitkan utang lebih dari US$200 miliar sepanjang tahun ini, lebih dari dua kali lipat dibandingkan dana yang dihimpun sepanjang 2025.

Amazon menetapkan panduan harga awal sekitar 70 basis poin di atas obligasi pemerintah Inggris untuk tenor tiga tahun. Untuk tenor enam tahun, selisihnya sekitar 90 basis poin, sedangkan tenor 12 tahun sekitar 105 basis poin dan tenor 19 tahun sekitar 110 basis poin.

Harga obligasi tersebut diperkirakan ditetapkan pada akhir Rabu. Pound sterling menjadi mata uang terbaru yang digunakan Amazon dalam program pendanaannya setelah sebelumnya mengakses pasar obligasi euro dan franc Swiss.

Alphabet, perusahaan induk Google, menjadi perusahaan teknologi besar pertama yang menerbitkan obligasi sterling pada Februari lalu. Saat itu, Alphabet menghimpun £5,5 miliar melalui penawaran lima bagian, termasuk obligasi dengan tenor hingga 100 tahun.

Selain sterling, Alphabet juga telah menerbitkan surat utang dalam yen Jepang, dolar Kanada, dan dolar Australia sepanjang tahun ini.

Amazon sebelumnya menerbitkan obligasi pada Juli dan berhasil menghimpun US$25 miliar. Namun, penawaran tersebut memperoleh permintaan yang lebih rendah dibandingkan penerbitan sebelumnya.

Kondisi tersebut menjadi indikasi bahwa selera investor terhadap utang perusahaan teknologi mulai menghadapi batas, di tengah kebutuhan pendanaan yang semakin besar untuk pengembangan infrastruktur AI.

Penerbitan utang oleh perusahaan teknologi di kawasan euro juga mendapat perhatian dari Bank Sentral Eropa. Peningkatan penerbitan obligasi dinilai berpotensi menyingkirkan peminjam lain dari pasar dan mendorong kenaikan biaya pendanaan mereka.

Langkah Amazon memasuki pasar obligasi sterling menunjukkan upaya perusahaan memperluas sumber pendanaan sekaligus mengakses basis investor yang lebih beragam di tengah meningkatnya kebutuhan modal untuk investasi kecerdasan buatan.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua