Breaking

BMRI Akan Bagi Dividen Rp 6,16 Triliun, Ini Jadwal Pembayarannya

IB
Ibtihal

Editor: Septian Akbar Gumilang

Selasa, 08 September 2026
BMRI Akan Bagi Dividen Rp 6,16 Triliun, Ini Jadwal Pembayarannya
Ilustrasi Bank Mandiri tetapkan dividen interim Rp 6,16 triliun untuk tahun buku 2026. (sumber foto: NET)

JAKARTA - PT Bank Mandiri Tbk menetapkan pembagian dividen interim tahun buku 2026 sebesar Rp 66 per saham atau sekitar Rp 6,16 triliun. Meski pembagian dividen bernilai jumbo telah ditetapkan, harga saham BMRI justru mengalami penurunan pada perdagangan Senin (7/9/2026).

Pembagian dividen interim tersebut dilakukan menjelang HUT ke-28 Bank Mandiri yang jatuh pada 2 Oktober 2026. Berikut jadwal lengkap pembayaran dividen interim emiten berkode saham BMRI tersebut.

Corporate Secretary Bank Mandiri Adhika Vista menjelaskan, pembagian dividen interim ditetapkan berdasarkan keputusan Direksi yang telah mendapatkan persetujuan Dewan Komisaris pada 3 September 2026.

“Total nilai dividen interim yang akan dibayarkan sebesar Rp 6,16 triliun atau Rp 66 per saham,” tulis Adhika dalam keterbukaan informasi, Senin (7/9). sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Pembagian dividen tersebut menggunakan laporan keuangan per 30 Juni 2026. Pada periode tersebut, BMRI mencatat laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp 30,41 triliun.

Saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya mencapai Rp 211,84 triliun. Sementara itu, total ekuitas Bank Mandiri per 30 Juni 2026 tercatat sebesar Rp 293,02 triliun.

Berikut jadwal lengkap pembagian dividen interim Bank Mandiri tahun buku 2026:

  • Cum Dividen di Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi: 15 September 2026
  • Ex Dividen di Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi: 16 September 2026
  • Cum Dividen di Pasar Tunai: 17 September 2026
  • Tanggal Daftar Pemegang Saham (DPS) yang berhak atas dividen tunai: 17 September 2026 pukul 16.00 WIB
  • Ex Dividen di Pasar Tunai: 18 September 2026
  • Pembayaran Dividen: 2 Oktober 2026
  • Harga Saham BMRI Turun

Seiring pengumuman dividen tersebut, harga saham BMRI pada perdagangan Senin (7/9) turun menjadi Rp 4.390. Harga tersebut melemah 30 poin atau 0,68% secara harian.

Penurunan tersebut sekaligus menghentikan tren penguatan saham BMRI yang secara akumulatif naik 5,02% atau 210 poin selama 30 hari perdagangan terakhir.

Dengan pembagian dividen interim tersebut, total dividen Bank Mandiri sepanjang kalender 2026 mencapai sekitar Rp 50,63 triliun. Nilai tersebut terdiri atas dividen tahun buku 2025 sebesar Rp 44,47 triliun dan dividen interim tahun buku 2026 sebesar Rp 6,16 triliun.

Optimisme manajemen terhadap fundamental perseroan juga ditopang oleh kinerja intermediasi Bank Mandiri yang tetap solid. Secara bank only, penyaluran kredit hingga Agustus 2026 tumbuh 17,6% secara tahunan atau year on year (YoY) menjadi Rp 1.592 triliun.

Pertumbuhan kredit tersebut didukung oleh Dana Pihak Ketiga (DPK) yang meningkat 17,6% YoY menjadi Rp 1.687 triliun. Pada periode yang sama, total aset mencapai Rp 2.358 triliun atau tumbuh 20,7% YoY, sedangkan laba bersih naik 22,3% YoY menjadi Rp 37,5 triliun.

Dari sisi kualitas aset, Bank Mandiri mempertahankan rasio Non-Performing Loan (NPL) gross pada level 1,00%. Capaian tersebut menunjukkan ekspansi bisnis tetap dilakukan secara sehat dengan menerapkan prinsip kehati-hatian.

Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri Novita Widya Anggraini mengatakan, keputusan pembagian dividen interim didukung oleh kinerja keuangan yang solid serta kondisi permodalan dan likuiditas yang memadai.

Kondisi tersebut memberikan ruang bagi perseroan untuk menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham sekaligus mempertahankan kapasitas pertumbuhan bisnis.

“Pembagian dividen interim ini mencerminkan keyakinan kami terhadap fundamental Bank Mandiri ke depan sekaligus menjadi bentuk apresiasi atas kepercayaan para pemegang saham, termasuk investor ritel. Keputusan ini kami lakukan secara terukur dengan memastikan fundamental, kecukupan modal, likuiditas, dan rasio keuangan tetap terjaga serta ruang pertumbuhan bisnis tetap memadai,” ujar Novita dalam keterangan resminya, Senin (7/9/2026). sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Pembagian dividen interim menjadi bagian dari strategi pengelolaan permodalan Bank Mandiri yang dilakukan secara prudent dengan tetap memperhitungkan kebutuhan ekspansi bisnis serta kepentingan pemegang saham.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua