Breaking

Harga Emas Stabil di US$4.445 per Troi Ons Usai Anjlok 3,5 Persen

AK
Akbar

Editor: Septian Akbar Gumilang

Selasa, 01 September 2026
Harga Emas Stabil di US$4.445 per Troi Ons Usai Anjlok 3,5 Persen
Ilustrasi Emas (FOTO : NET)

NEW YORK – Harga emas stabil setelah mengalami penurunan selama dua hari berturut-turut, ketika Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali saling melancarkan serangan untuk pertama kalinya dalam sebulan.

Kondisi tersebut meningkatkan kekhawatiran bahwa kenaikan biaya energi akan mendorong inflasi dan menekan Federal Reserve (The Fed) untuk menaikkan suku bunga.

Harga emas batangan diperdagangkan di sekitar US$4.445 per troi ons setelah anjlok lebih dari 3,5% dalam dua sesi sebelumnya.

Pasukan AS menyerang sebuah pulau di Selat Hormuz, sementara Iran merespons dengan melancarkan serangan ke Uni Emirat Arab (UEA) dan Yordania.

Serangkaian serangan tersebut menegaskan kembali ketegangan antara Washington dan Teheran yang masih berselisih mengenai status Selat Hormuz setelah konflik berlangsung selama lebih dari enam bulan dan mengguncang pasar energi.

Harga minyak kembali naik setelah mencatatkan kenaikan terbesar dalam tiga pekan pada Senin.

Lonjakan biaya energi berpotensi mendorong bank sentral AS menaikkan suku bunga untuk menekan tekanan harga.

Kebijakan tersebut biasanya berdampak negatif terhadap emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil bunga.

Harga emas naik hampir 10% sepanjang Agustus, mencatat kenaikan bulanan terbesar sejak Januari.

Penguatan tersebut didorong pengumuman mengejutkan Departemen Keuangan AS pada pertengahan bulan mengenai peningkatan pembelian kembali obligasi pemerintah.

Intervensi tersebut untuk menekan biaya pinjaman kembali menghidupkan apa yang disebut debasement trade, yakni strategi investasi yang didorong kekhawatiran terhadap utang pemerintah dan depresiasi mata uang.

Tema tersebut juga menjadi salah satu faktor yang mendorong reli harga emas pada 2025.

Namun, penguatan emas mulai kehilangan momentum setelah Ketua The Fed Kevin Warsh menyampaikan pidato bernada hawkish pada Jumat. Ia menegaskan komitmennya untuk memerangi inflasi.

Pernyataan tersebut mendorong pelaku pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga lebih dari 60% pada pertemuan The Fed berikutnya yang dijadwalkan pada 15–16 September.

Harga emas kini kembali berada di bawah rata-rata pergerakan 200 hari (200-day moving average), indikator yang kerap digunakan untuk mengukur momentum harga.

Harga emas spot naik 0,2% menjadi US$4.448,64 per troi ons pada pukul 07.52 waktu Singapura.

Sementara itu, harga perak stabil di US$66,56 per ounce.

Harga platinum dan palladium juga relatif tidak berubah. Indeks Bloomberg Dollar Spot, yang mengukur pergerakan mata uang AS terhadap sejumlah mata uang utama, juga stabil setelah sebelumnya turun 0,2% pada sesi perdagangan sebelumnya.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua