Indeks Dolar Melonjak ke 99,6 Pasca Pernyataan Hawkish Pejabat The Fed
JAKARTA – Indeks dolar AS diperdagangkan di kisaran 99,6 pada hari Senin (31/8), setelah melonjak tajam pada akhir pekan lalu. Penguatan dolar dipicu oleh pernyataan bernada hawkish dari pejabat Federal Reserve Kevin Warsh yang mendorong para pedagang meningkatkan spekulasi terkait kenaikan suku bunga dalam waktu dekat.
Dalam pidatonya di Jackson Hole pada hari Jumat lalu, Warsh memperingatkan bahwa laju inflasi tidak melambat secara signifikan dan menegaskan kembali komitmen para pengambil kebijakan untuk mengembalikan inflasi ke target 2%, sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Pasar saat ini memperkirakan adanya peluang sekitar 57% bahwa The Fed bakal menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) pada bulan September 2026. Angka tersebut mengalami peningkatan tajam dibanding sekitar 40% pada pekan sebelumnya.
Revisi naik yang tidak terduga pada indeks sentimen konsumen University of Michigan turut menopang nilai dolar. Investor kini mengalihkan perhatian pada laporan ketenagakerjaan bulan Agustus yang dirilis hari Jumat guna memperoleh gambaran lebih jelas mengenai prospek kebijakan moneter AS.
Di sisi lain, harga minyak melonjak setelah militer AS menargetkan peluncur roket Iran yang bersiap menebar ranjau di Selat Hormuz. Kondisi ini meningkatkan permintaan terhadap dolar AS sebagai aset safe-haven.