Breaking

Rupee Melemah ke 95,5 per Dolar AS di Tengah Tekanan Suku Bunga The Fed

AK
Akbar

Editor: Septian Akbar Gumilang

Selasa, 01 September 2026
Rupee Melemah ke 95,5 per Dolar AS di Tengah Tekanan Suku Bunga The Fed
Ilustrasi rupee india (FOTO : NET)

JAKARTA – Rupee India (INR) mengalami penurunan nilai hingga menyentuh kisaran 95,5 per dolar AS, setelah sempat berada di posisi yang cukup stabil pada pekan sebelumnya. Pelemahan ini disebabkan oleh penguatan mata uang dolar serta peningkatan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS akibat menguatnya kembali spekulasi kenaikan suku bunga Federal Reserve.

Pasar mengalkulasi kenaikan probabilitas lonjakan suku bunga pada September 2026 hingga hampir mencapai 60 persen, bertepatan dengan mengemukanya pernyataan bernada tegas (hawkish) dari Ketua The Fed, Kevin Warsh sebagaimana dilansir dari berita sumber. Situasi tersebut kian memperberat tekanan terhadap nilai tukar rupee.

Lonjakan harga minyak mentah juga memberikan beban tambahan pada sentimen pasar, dengan minyak jenis Brent mendekati angka US$ 90 per barel di tengah meningkatnya kembali eskalasi konflik di wilayah Selat Hormuz.

Meskipun demikian, aliran dana asing yang terus masuk beserta langkah intervensi dari bank sentral India (RBI) diproyeksikan mampu menahan kejatuhan mata uang tersebut lebih dalam, di mana kisaran 95,70-95,80 diperkirakan menjadi titik pertahanan yang kokoh.

Cadangan devisa India berhasil menembus rekor paling tinggi sebesar US$ 729,33 miliar pada pekan yang berakhir 21 Agustus. Pencapaian ini menandai tren peningkatan selama delapan pekan berturut-turut berkat serangkaian kebijakan RBI yang sukses mendatangkan arus modal masuk hampir US$ 73 miliar, termasuk kurang lebih US$ 65 miliar yang bersumber dari simpanan warga India non-residen.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua