Breaking

Pemerintah Targetkan Transaksi Harbolnas 2026 Tembus Rp 40 Triliun, Dongkrak Ekonomi Kuartal IV

RE
Jumat, 28 Agustus 2026
Pemerintah Targetkan Transaksi Harbolnas 2026 Tembus Rp 40 Triliun, Dongkrak Ekonomi Kuartal IV

TEROPONGBISNIS.ID — Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan, target tersebut dikejar melalui penyelenggaraan Harbolnas yang dijadwalkan berlangsung pada 10-16 Desember 2026. Angka ini dinilai realistis mengingat ekonomi digital Indonesia yang terus menguat, mencapai sekitar US$ 100 miliar pada 2025.

"Tahun lalu kita capai sebesar Rp 36,4 triliun dan tahun ini ditargetkan naik minimal 10%. Jadi targetnya tahun ini Rp 40 triliun," ujar Airlangga dalam acara Kick Off Road to Harbolnas 2026 di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta Pusat, Kamis (27/8/2026).

Video Commerce Jadi Mesin Pertumbuhan Baru

Airlangga menyebut pertumbuhan transaksi daring tidak lepas dari peran video commerce yang kini menjadi primadona. Data menunjukkan jumlah penjual online mencapai sekitar 800.000, sementara transaksi melalui video commerce melonjak hampir 90% menjadi 2,6 miliar transaksi.

"Ini penting karena kita perlu mengangkat perekonomian di kuartal keempat, dan arahan Bapak Presiden dalam pidato kemarin tanggal 14 ini di kuartal keempat target pertumbuhannya menuju 6% atau 6% di kuartal keempat karena ini akan menjadi landasan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi 6% di tahun 2027," terangnya.

Harbolnas sendiri merupakan program kolaborasi pemerintah dengan Asosiasi E-commerce Indonesia (IdEA). Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan, acara ini dirancang sebagai stimulus daya beli masyarakat menjelang akhir tahun sekaligus pendorong pertumbuhan ekonomi kuartal IV.

Produk Lokal dan UMKM Jadi Prioritas Utama

Tahun ini, Harbolnas diarahkan untuk memperkuat penjualan produk dalam negeri dan memperluas pasar UMKM. Berdasarkan data tahun sebelumnya, tiga kategori produk lokal yang paling diminati konsumen adalah fesyen dan pakaian olahraga, produk perawatan, serta makanan dan minuman.

"Tiga kategori produk lokal yang paling banyak diminati konsumen adalah fesyen dan pakaian olahraga, produk perawatan serta produk makanan dan minuman," terang Budi Santoso.

Kontribusi produk lokal pada Harbolnas 2025 tercatat sekitar 45% dari total transaksi, dengan nilai mencapai Rp 16,6 triliun. Capaian ini menjadi dasar pemerintah untuk terus mendorong produk UMKM masuk ke platform digital.

Pengawasan Transaksi Diperketat Lewat Sistem Digital

Untuk memastikan program berjalan transparan, Mendag memastikan seluruh pedagang yang berpartisipasi akan terdata dalam sistem Kementerian Perdagangan. Langkah ini bertujuan memantau aktivitas perdagangan sekaligus mengawasi produk yang dijual selama rangkaian acara.

"Ya nanti ketahuan dari ada sistemnya, nanti ketahuan. Termasuk tadi target-target segala macam ketahuan semua, tercatat semua," tutur Mendag.

Sebagai perbandingan, nilai transaksi Harbolnas 2025 mencapai Rp 36,4 triliun, tumbuh 17% dibandingkan 2024 yang sebesar Rp 31,2 triliun. Dengan target baru ini, pemerintah optimistis momentum belanja akhir tahun mampu mendorong konsumsi rumah tangga yang menjadi kontributor utama produk domestik bruto (PDB).

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua