Breaking

Penimbunan Stok dan Pasar Ketat Dorong Harga Tembaga Menguat

IB
Ibtihal

Editor: Septian Akbar Gumilang

Jumat, 07 Agustus 2026
Penimbunan Stok dan Pasar Ketat Dorong Harga Tembaga Menguat
Ilustrasi Harga tembaga stabil di atas US$14.000 per ton jelang rekor tertinggi. (sumber gambar: NET)

JAKARTA – Harga tembaga diperdagangkan stabil di atas US Dolar 14.000 per ton pada Jumat (7/8/2026), mendekati rekor tertinggi. Analis ING Warren Patterson dan Ewa Manthey menyoroti bahwa penimbunan stok terkait tarif di AS serta ketatnya pasar fisik di wilayah lain menjadi faktor utama penopang harga.

“Tembaga diperdagangkan mendekati rekor tertinggi, dengan harga LME diperdagangkan dengan nyaman di atas US$14.000 per ton di tengah penimbunan terkait tarif ke AS dan kondisi fisik yang semakin ketat di luar negara tersebut. Kenaikan terbaru ini juga didorong oleh laporan bahwa DRC telah bergerak untuk membatasi ekspor konsentrat tembaga. Meskipun berita utama awalnya memunculkan kekhawatiran atas pasokan, dampaknya terhadap pasar olahan kemungkinan akan terbatas mengingat sebagian besar tembaga DRC diekspor sebagai katoda, bukan konsentrat,” ujar Warren Patterson dan Ewa Manthey, Analis ING sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Mereka menambahkan, “Meski begitu, berita tersebut memperkuat latar belakang pasar yang sudah bullish, yang ditandai oleh persediaan yang rendah, ketersediaan konsentrat yang ketat, dan gangguan pasokan yang masih berlangsung,” ujar Warren Patterson dan Ewa Manthey, Analis ING sebagaimana dilansir dari berita sumber.

ING menegaskan bahwa fundamental tembaga tetap mendukung. Pasar fisik yang ketat, persediaan rendah, dan pasokan tambang terbatas seharusnya terus menopang harga. Namun, kekecewaan terhadap langkah tarif AS dapat memicu fase konsolidasi pada harga tembaga.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua