Breaking

Harga Minyak Brent Naik di Atas 82 Dolar AS Akibat Ketegangan AS dan Iran

AK
Akbar

Editor: Septian Akbar Gumilang

Jumat, 07 Agustus 2026
Harga Minyak Brent Naik di Atas 82 Dolar AS Akibat Ketegangan AS dan Iran
Ilustrasi Minyak Brent (FOTO : NET)

JAKARTA – Analis ING Warren Patterson dan Ewa Manthey mencatat kekuatan baru pada Minyak, dengan ICE Brent menguat kembali di atas US$82/barel karena hambatan terhadap kesepakatan AS-Iran masih berlanjut. Mereka menyoroti tuntutan Iran terkait Selat Hormuz dan minimnya tanda-tanda kompromi.

ING masih memprakirakan Brent akan rata-rata di US$80/barel pada kuartal ketiga, sambil menekankan risiko dan ketidakpastian yang signifikan.

"Harga minyak menguat kemarin, dengan ICE Brent ditutup 3,8% lebih tinggi pada hari itu, membawa harga kembali di atas US$82/barel. Kekuatan ini berlanjut dalam perdagangan pagi ini. Perkembangan selama 24 jam terakhir atau lebih menunjukkan sekali lagi bahwa negosiasi antara AS dan Iran kemungkinan tidak akan berjalan mulus," sebagaimana dilansir dari berita sumber.

"Ada indikasi bahwa Iran ingin melarang kapal AS dan Israel dari Selat Hormuz, sekaligus mencari kompensasi dari negara-negara yang bermusuhan sebelum mereka dapat menggunakan selat itu lagi. Selain itu, Iran masih ingin mengenakan biaya bagi kapal yang melintas di Selat Hormuz, dalam bentuk biaya layanan alih-alih tarif tol. Tampaknya tidak ada banyak kompromi, yang pada akhirnya membuat tercapainya kesepakatan berkelanjutan menjadi lebih sulit," sebagaimana dilansir dari berita sumber.

"Meskipun ada tanda-tanda kemajuan yang jelas dalam beberapa hari terakhir, nada retorika dan meningkatnya ketidakpercayaan antara AS dan Iran berarti keadaan bisa kembali memburuk. Untuk saat ini, kami tetap berpegang pada pandangan bahwa arus akan mulai normal kembali sepanjang kuartal ketiga, sehingga kami memprakirakan Brent rata-rata US$80/barel pada kuartal ini. Namun, ada banyak risiko dan ketidakpastian terhadap pandangan ini," sebagaimana dilansir dari berita sumber.

"Arab Saudi memangkas harga jual resminya untuk hampir semua jenis minyak mentah dan ke semua tujuan pengiriman untuk kargo bulan September. Arab Light ke Asia dipangkas sebesar US$0,50/barel menjadi diskon US$2/barel terhadap acuan. Ada dorongan dari pembeli Asia agar Arab Saudi memangkas harga jual resmi (OSP) di tengah eskalasi di Laut Merah," sebagaimana dilansir dari berita sumber.

"Artinya, beberapa kapal tanker mengambil rute pengiriman yang lebih panjang dan lebih mahal mengelilingi Afrika," sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua