Breaking

CPO KPBN Melemah, Kontrak Malaysia Mayoritas Terkoreksi

IB
Ibtihal

Editor: Septian Akbar Gumilang

Jumat, 07 Agustus 2026
CPO KPBN Melemah, Kontrak Malaysia Mayoritas Terkoreksi
Ilustrasi Kontrak CPO September 2026 di Bursa Malaysia turun ke RM4.625 per ton. (sumber foto: NET)

JAKARTA – Harga minyak sawit mentah (CPO) yang ditetapkan PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) melemah tipis pada Kamis (6/8/2026). Harga Franco Dumai ditetapkan Rp15.650/kg, turun Rp38 atau sekitar 0,24 persen dibandingkan penawaran tertinggi sehari sebelumnya di Rp15.688/kg.

Berdasarkan data tender KPBN:

  • FOB Talang Duku dibuka Rp15.400/kg, berakhir withdraw dengan penawaran tertinggi Rp15.317/kg.
  • Franco Teluk Bayur dibuka Rp15.450/kg, ditarik setelah penawaran tertinggi Rp15.325/kg.
  • CPKO Franco Dumai dibuka Rp29.528/kg, withdraw dengan penawaran tertinggi Rp28.900/kg.
  • FOB Lampung dibuka Rp29.454/kg, withdraw dengan penawaran tertinggi Rp28.300/kg.
  • PK Franco Belawan dibuka Rp13.821/kg, tidak terjadi transaksi setelah penawaran tertinggi Rp13.605/kg.

Di Bursa Malaysia Derivatives, mayoritas kontrak CPO melemah akibat ekspektasi pasokan meningkat dan tekanan dari harga minyak nabati global.

  • Kontrak September 2026 turun RM21 ke RM4.625/ton.
  • Kontrak Oktober 2026 melemah RM16 ke RM4.686/ton.
  • Kontrak November 2026 turun RM12 ke RM4.733/ton.
  • Kontrak Desember 2026 terkoreksi RM8 ke RM4.775/ton.
  • Kontrak Januari 2027 turun RM2 ke RM4.815/ton.

Satu-satunya kontrak yang naik adalah Agustus 2026, menguat RM15 ke RM4.534/ton.

Pelemahan ini dipicu oleh turunnya harga minyak mentah dunia dan minyak kedelai, serta perkiraan produksi dan persediaan minyak sawit Malaysia yang meningkat dalam beberapa pekan mendatang.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua