Breaking

Rebound Minyak Picu Kekhawatiran Inflasi dan Imbal Hasil Obligasi AS

IB
Ibtihal

Editor: Septian Akbar Gumilang

Jumat, 07 Agustus 2026
Rebound Minyak Picu Kekhawatiran Inflasi dan Imbal Hasil Obligasi AS
Ilustrasi Momentum kenaikan emas mulai mereda setelah menembus resistance utama. (sumber foto: NET)

JAKARTA – Harga emas masih mempertahankan sebagian besar kenaikan terbarunya setelah menembus resistance utama, meski momentum mulai mereda. 

Menurut Sim Moh Siong dan Christopher Wong dari OCBC, reli emas sebelumnya didukung oleh penurunan harga minyak, pelemahan imbal hasil obligasi, pembelian bank sentral dan ETF, serta faktor teknis. Namun rebound harga minyak kembali memicu kekhawatiran inflasi dan mendorong imbal hasil obligasi pemerintah AS naik.

“Emas mempertahankan sebagian besar kenaikan terbarunya, meskipun momentum mereda karena rebound pada minyak kembali memicu kekhawatiran inflasi dan mendorong imbal hasil obligasi pemerintah AS naik,” ujar Sim Moh Siong dan Christopher Wong, OCBC sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Mereka menambahkan, “Reli sebelumnya didukung oleh harga minyak yang lebih rendah, pullback pada imbal hasil, USD, berita pembelian oleh bank sentral, ETF, dan pembelian teknis setelah harga menembus di atas resistance utama,” ujar Sim Moh Siong dan Christopher Wong, OCBC sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Laporan payrolls AS pada Jumat dipandang sebagai ujian berikutnya. Data yang lebih lemah dapat memperkuat reli emas dengan mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed, sementara hasil yang lebih kuat bisa memicu aksi ambil untung. Secara teknikal, momentum harian emas masih sedikit bullish, namun RSI mulai mereda. Resistance terdekat berada di US Dolar 4.333 (Fibonacci retracement 23,6%) dan US Dolar 4.389 (MA 100 hari).

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua