Breaking

Tren Kenaikan Dolar AS Kuartal 3 2026 Diproyeksikan Tetap Utuh

AK
Akbar

Editor: Septian Akbar Gumilang

Rabu, 05 Agustus 2026
Tren Kenaikan Dolar AS Kuartal 3 2026 Diproyeksikan Tetap Utuh
Ilustrasi dolar as (FOTO : NET)

JAKARTA – Tim makro TD Securities yang dipimpin oleh Jayati Bharadwaj beserta rekannya menilai bahwa penurunan Dolar AS setelah pertemuan FOMC Juli hanya merupakan koreksi sementara dari tren penguatan USD Kuartal III 2026 yang lebih luas. Mereka menganggap pernyataan para penentang The Fed yang hawkish serta anggota sentris yang cenderung hawkish sebagai pendorong pergerakan Dolar, walaupun model MRSI menunjukkan sinyal yang makin bearish namun belum mengarah pada tren penurunan USD secara struktural.

Koreksi dalam Kekuatan Dolar yang Lebih Luas

"Aksi jual USD pasca-FOMC kemungkinan hanya berlangsung singkat. FOMC Juli mencatat tiga dissent hawkish yang mendukung kenaikan suku bunga," sebagaimana dilansir dari berita sumber.

"Kami memandang pergerakan USD terbaru lebih sebagai koreksi sementara daripada pembentukan tren turun USD yang baru. Pidato hawkish dari para dissenters The Fed seharusnya mengimbangi sebagian pelemahan USD pasca-FOMC," sebagaimana dilansir dari berita sumber.

"Sikap balasan hawkish dari anggota The Fed lainnya dalam beberapa pekan mendatang kemungkinan akan membatasi pelemahan USD. Kami melihat peluang untuk menjual call EUR/USD out-of-the-money untuk musim panas guna memposisikan diri menghadapi konsolidasi USD jangka pendek atau kelanjutan tren naik," sebagaimana dilansir dari berita sumber.

"Tanpa pelemahan data AS yang material untuk menghapus prakiraan kenaikan suku bunga The Fed dalam waktu dekat, tren naik USD yang luas pada Kuartal III 2026 tetap utuh," sebagaimana dilansir dari berita sumber.

"Kami melihat pergerakan ini lebih seperti retracement jangka pendek daripada pembentukan tren turun USD yang baru. Kami lebih memilih mengejar pelemahan USD ketika bukti yang cukup muncul dalam data AS untuk menggeser sebagian besar komite The Fed menuju penahanan suku bunga yang lebih lama," sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua