Breaking

The Fed Naikkan Bunga, Saham Teknologi Tetap Menguat

IB
Ibtihal

Editor: Septian Akbar Gumilang

Sabtu, 19 September 2026
The Fed Naikkan Bunga, Saham Teknologi Tetap Menguat
Ilustrasi perdagangan saham teknologi dan Nasdaq yang naik 1,69 persen pada 17 September 2026 (sumber foto: NET)

JAKARTA - Kenaikan suku bunga biasanya memberikan tekanan terhadap saham teknologi karena biaya pinjaman meningkat dan investor dapat mengurangi minat terhadap saham dengan valuasi tinggi. Namun, kondisi tersebut tidak selalu membuat saham teknologi turun setelah The Fed menaikkan suku bunga.

Hal itu terlihat pada perdagangan 17 September 2026. Indeks Nasdaq justru naik 1,69 persen setelah The Fed menaikkan suku bunga acuannya menjadi 3,75 hingga 4 persen sehari sebelumnya. Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa investor mempertimbangkan sejumlah faktor lain sebelum mengambil keputusan investasi.

Salah satu faktor yang memengaruhi pergerakan saham adalah ekspektasi investor terhadap kebijakan The Fed. Ketika kenaikan suku bunga sudah diperkirakan sebelumnya, sebagian dampaknya dapat tercermin pada harga saham sebelum keputusan resmi diumumkan.

Kondisi tersebut terlihat setelah keputusan The Fed pada 16 September 2026. Investor sebelumnya telah memperhitungkan kemungkinan kenaikan suku bunga sehingga keputusan tersebut tidak sepenuhnya mengejutkan pasar.

Pada hari berikutnya, saham teknologi kembali dibeli setelah sebelumnya mengalami tekanan menjelang rapat The Fed. Investor mulai kembali masuk ke saham-saham yang sebelumnya mengalami penurunan akibat kekhawatiran terhadap kenaikan suku bunga.

Selain suku bunga acuan, investor saham teknologi juga memperhatikan pergerakan imbal hasil atau yield obligasi pemerintah Amerika Serikat. Pergerakan yield dapat memengaruhi daya tarik investasi di pasar.

Ketika yield obligasi turun, tekanan terhadap saham teknologi dapat berkurang karena keuntungan yang ditawarkan aset berpendapatan tetap menjadi relatif lebih rendah.

Setelah keputusan The Fed, yield Treasury 10 tahun justru mengalami penurunan pada perdagangan berikutnya. Kondisi tersebut membantu mengurangi sebagian tekanan yang sebelumnya dirasakan saham teknologi, terutama perusahaan dengan valuasi tinggi.

Dengan demikian, kenaikan suku bunga acuan tidak secara otomatis membuat seluruh kondisi pasar menjadi lebih ketat pada waktu yang sama. Investor juga mempertimbangkan perubahan yield obligasi jangka panjang.

Faktor lain yang turut menopang saham teknologi adalah prospek kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Perkembangan AI masih mendorong permintaan terhadap chip, pusat data, dan berbagai layanan teknologi.

Ekspektasi terhadap pertumbuhan bisnis tersebut membuat investor tetap memperhatikan perusahaan yang dinilai memiliki peluang memperoleh manfaat dari perkembangan AI.

Pergerakan sejumlah saham semikonduktor pada 17 September menunjukkan kuatnya perhatian investor terhadap prospek tersebut. Intel naik sekitar 7,7 persen, AMD menguat 6,5 persen, sedangkan Micron naik sekitar 5,5 persen pada hari yang sama.

Penguatan saham-saham tersebut menunjukkan bahwa prospek pertumbuhan perusahaan tetap menjadi salah satu pertimbangan investor. Dengan demikian, saham teknologi masih dapat diminati meskipun suku bunga naik apabila investor melihat peluang pertumbuhan laba yang cukup kuat.

Kondisi ekonomi Amerika Serikat secara keseluruhan juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan. The Fed menaikkan suku bunga ketika aktivitas ekonomi masih menunjukkan kekuatan.

Keputusan tersebut tidak secara otomatis menunjukkan bahwa perusahaan sedang menghadapi perlambatan tajam. Kondisi ekonomi yang tetap kuat dapat membantu menjaga pendapatan perusahaan dan memberikan alasan bagi investor untuk tetap membeli saham.

Di sisi lain, penurunan harga minyak pada waktu yang sama turut membantu meredakan kekhawatiran terhadap inflasi. Ketika tekanan dari harga energi mulai berkurang, sentimen investor dapat membaik meskipun The Fed masih menjalankan kebijakan moneter yang ketat.

Oleh karena itu, kenaikan saham teknologi pada 17 September terjadi di tengah beberapa faktor yang bergerak bersamaan, bukan semata-mata karena kenaikan suku bunga dianggap tidak penting bagi pasar.

Kenaikan suku bunga memang dapat memberikan tekanan terhadap saham teknologi, tetapi pengaruhnya tidak selalu langsung tercermin pada harga saham. Investor juga mempertimbangkan apakah kenaikan bunga telah diperkirakan sebelumnya, bagaimana pergerakan yield obligasi, serta seberapa kuat prospek bisnis perusahaan.

Karena itu, saham teknologi tetap dapat menguat ketika faktor-faktor pendukung lainnya lebih kuat daripada tekanan yang muncul akibat kenaikan suku bunga.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua