Dolar AS Bertahan Pasca NFP Serta Minyak dan Emas Bergerak Naik
JAKARTA – Dolar AS (USD) bertahan stabil pada awal pekan baru setelah mengalami pelemahan tajam terhadap mata uang utama lainnya menyusul data pasar tenaga kerja yang mengecewakan pada hari Jumat. Data Keyakinan Investor Sentix untuk bulan Agustus akan menjadi sorotan utama dalam kalender ekonomi Eropa pada hari Senin.
Data yang diterbitkan oleh Biro Statistik Tenaga Kerja AS menunjukkan bahwa Nonfarm Payrolls (NFP) turun 23 ribu pada bulan Juli, meleset jauh dari ekspektasi pasar yang memproyeksikan kenaikan 80 ribu. Selain itu, kenaikan 57 ribu pada bulan Juni direvisi turun menjadi 20 ribu, sehingga Indeks USD berada di bawah tekanan bearish dan menyentuh level terendah sejak pertengahan Juni di dekat 99,40.
Para ahli strategi di BNY mencermati bahwa pelemahan terbaru dalam data tenaga kerja AS telah secara material menggeser dinamika pasar, seraya mencatat bahwa "sinyal pasar tenaga kerja AS yang lebih lemah telah menurunkan ekspektasi suku bunga riil, melanjutkan pelemahan Dolar dan membuka kembali peluang bagi aset durasi dan aset berisiko." sebagaimana dilansir dari berita sumber. Mereka menyoroti bahwa "laporan Nonfarm Payrolls AS yang lemah pada Jumat lalu—di -23 ribu versus perkiraan 80 ribu—dan revisi turun yang menyertainya secara signifikan meredam ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada bulan September, sehingga pasar hanya melihat peluang kenaikan kurang dari 50%," yang menegaskan bagaimana data tersebut telah meredam ekspektasi suku bunga jangka pendek sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Presiden AS Donald Trump mengatakan selama akhir pekan bahwa kami sedang "semi-bernegosiasi" dengan Teheran, seraya menambahkan bahwa kami akan menunggu tekanan ekonomi terhadap Iran meningkat sebagaimana dilansir dari berita sumber. Di sisi lain, Teheran menyatakan bahwa pihak mereka tidak terlibat dalam negosiasi dengan AS dan menyerahkan daftar tuntutan untuk membuka kembali Selat Hormuz, sementara harga Minyak Mentah (WTI) dibuka naik 1 persen di sekitar US$77 per barel.
Emas (XAU/USD) melonjak lebih dari 7 persen pada pekan sebelumnya dan mencatat kenaikan mingguan terbesar sejak akhir Januari. Saat ini XAU/USD berada dalam fase konsolidasi di atas $4.300 pada pagi hari sesi Eropa.
USD/JPY mendapatkan traksi dan pulih menuju 158,50 setelah sebelumnya ditutup di area negatif pada hari Jumat.
EUR/USD sempat menyentuh level tertinggi dalam tujuh minggu di 1,1580 pada hari Jumat dan mencatat kenaikan mingguan yang moderat. Pasangan mata uang ini bergerak relatif tenang di sekitar 1,1550 pada pagi hari sesi Eropa.
GBP/USD bertahan stabil di kisaran 1,3500 setelah berhasil naik hampir 0,3 persen pada hari Jumat.
AUD/USD bergerak sideways di atas 0,7050 pada awal sesi Eropa hari Senin. Reserve Bank of Australia (RBA) dijadwalkan akan mengumumkan keputusan kebijakan moneter pada sesi Asia hari Selasa.