Breaking

Prakiraan Harga Indeks Dolar AS Berpotensi Turun di Bawah 99,40

AK
Akbar

Editor: Septian Akbar Gumilang

Senin, 10 Agustus 2026
Prakiraan Harga Indeks Dolar AS Berpotensi Turun di Bawah 99,40
Ilustrasi indeks dolar as (FOTO : NET)

JAKARTA – Indeks Dolar AS sedikit membaik mendekati 99,70 setelah melorot cukup dalam pada Jumat.

Di saat yang sama, para pelaku pasar mulai menghapus ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed menyusul lemahnya data pekerjaan AS.

Para pemodal kini mengalihkan perhatian pada laporan inflasi IHK AS untuk membaca arah kebijakan moneter The Fed selanjutnya.

Mata uang Dolar AS merangkak naik secara terbatas terhadap sejumlah mata uang utama pada Senin usai terkoreksi tajam sebelumnya. Hingga saat ini, posisi Indeks Dolar AS (DXY) bergerak menguat tipis ke kisaran 99,70.

Akan tetapi, pelaku pasar masih meragukan daya tahan penguatan tersebut karena probabilitas kenaikan suku bunga The Fed untuk September mendatang kian memudar pasca-rilis data Nonfarm Payrolls bulan Juli yang mengecewakan.

Para analis di ING kembali menegaskan proyeksi mereka bahwa The Fed tidak akan menaikkan suku bunga lagi pada tahun ini, meski pandangan tersebut bakal menghadapi serangkaian pengujian sebelum pertemuan FOMC 16 September. Mereka memaparkan bahwa pada awal Agustus, posisi ini mesti melewati lima indikator penting: dua laporan ketenagakerjaan, dua laporan IHK, serta simposium Jackson Hole, sembari mengingatkan bahwa kegagalan momentum tersebut dalam memicu ekspektasi dovish justru berpotensi menaikkan risiko pasar.

"datang pada hari Jumat dan hasilnya jelas dovish serta negatif bagi dolar." ING menyoroti, mengutip James Knightley, bahwa "angka payroll -20 ribu bukan satu-satunya kekhawatiran," dengan "lebih dari 100 ribu revisi penurunan" yang membuat "rata-rata pertumbuhan payroll hanya 20 ribu selama tiga bulan terakhir, dengan sektor kesehatan dan perawatan sosial masih melakukan sebagian besar pekerjaan berat." sebagaimana dilansir dari berita sumber

Atas pertimbangan perkembangan tersebut, pihak ING menilai "pandangan dovish kami terhadap The Fed semakin menguat, dan bias bearish kami terhadap dolar juga semakin kuat." Mereka menunjukkan bahwa "meskipun ada penyesuaian ulang pada hari Jumat, masih ada 11bp yang diperhitungkan untuk September, 28 basis poin untuk Desember dan 40 basis poin untuk April," dengan alasan bahwa "masih ada banyak ruang bagi penyesuaian ulang dovish untuk menekan dolar jika kami benar mengenai The Fed." sebagaimana dilansir dari berita sumber

Di sisi lain, perhatian para investor kini tertuju pada rilis data Indeks Harga Konsumen (IHK) AS periode Juli yang dijadwalkan keluar pada Rabu.

Mengenai data IHK tersebut, tim strategi ING memperkirakan laporan inflasi teranyar bakal memberikan sinyal dovish tambahan bagi The Fed, sekalipun dampaknya diprediksi tak sesignifikan data ketenagakerjaan pekan lalu. Mereka mengungkapkan bahwa mereka “memprakirakan ujian kedua, yakni rilis IHK Juli pada Rabu, akan menyampaikan pesan serupa, meskipun tidak sedramatis itu,” dengan proyeksi “IHK utama naik 0,1% secara bulanan, dibandingkan konsensus 0,2%, sementara IHK inti naik 0,2%, sejalan dengan konsensus.” Menurut mereka, hasil seperti itu akan mendorong penyesuaian lebih lanjut ke arah dovish dalam ekspektasi terhadap The Fed dan tetap konsisten dengan pandangan bearish terhadap Dolar AS.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua