Breaking

Saham JECX Langsung ARA, Kelebihan Permintaan Capai 62,5 Kali

AK
Akbar

Editor: Mazroh Atul Jannah

Selasa, 07 Juli 2026
Saham JECX Langsung ARA, Kelebihan Permintaan Capai 62,5 Kali
Ilustrasi: Saham JECX melonjak 24,8 persen dan menyentuh batas auto rejection atas di hari pencatatan perdana. (Foto: NET)

JAKARTA – PT Nitrasanata Dharma Tbk resmi mencatatkan saham perdana dengan kode JECX di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pengelola Jakarta Eye Center (JEC) Hospital & Clinic ini menjadi emiten ketiga yang melakukan Initial Public Offering (IPO) sepanjang tahun 2026.

Hingga pukul 10.40 WIB, saham JECX melonjak Rp310 atau 24,8 persen ke level Rp1.560, menyentuh batas auto rejection atas (ARA). Respons investor sangat positif selama masa penawaran, mencerminkan kepercayaan pasar terhadap rekam jejak bisnis kesehatan mata ini.

Saham JECX mencatatkan kelebihan permintaan (oversubscribed) sebanyak 62,5 kali pada porsi penjatahan terpusat dengan jumlah pemesan mencapai 555.699 investor. Secara keseluruhan, seluruh porsi penjatahan mengalami oversubscribed sebesar 5,61 kali.

Presiden Direktur PT Nitrasanata Dharma Tbk, Johan A. M. M. Hutauruk, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung proses IPO. "Kami bersyukur proses IPO PT Nitrasanata Dharma Tbk dapat berjalan lancar hingga Perseroan resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia. Kami mengucapkan terima kasih kepada Otoritas Jasa Keuangan, Bursa Efek Indonesia, Kustodian Sentral Efek Indonesia, para investor, Penjamin Pelaksana Emisi Efek, lembaga dan profesi penunjang pasar modal, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan," kata Johan saat memberikan keterangan di Main Hall BEI, Jakarta, Selasa (7/7/2026), sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Dalam IPO ini, JECX menawarkan 487.983.500 saham biasa dengan harga penawaran Rp1.250 per saham. Jumlah tersebut mencakup 10,00 persen saham baru dan 5,00 persen saham divestasi milik Waldensius Girsang dari total modal disetor setelah IPO.

Perseroan berhasil menghimpun dana sebesar Rp609,98 miliar, dengan rincian Rp406,6 miliar dari penerbitan saham baru dan Rp203,3 miliar dari penjualan saham divestasi. Kapitalisasi pasar JECX pada saat pencatatan saham perdana mencapai Rp4,07 triliun.

Dana hasil penerbitan saham baru akan dialokasikan untuk memperkuat struktur keuangan melalui pelunasan sebagian pinjaman perbankan. Selain itu, dana tersebut juga akan mendukung pengembangan entitas anak dan memenuhi kebutuhan modal kerja perusahaan.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua