Breaking

Analis Prediksi IHSG Uji Level 6.000 dengan Sentimen Positif

AK
Akbar

Editor: Mazroh Atul Jannah

Selasa, 07 Juli 2026
Analis Prediksi IHSG Uji Level 6.000 dengan Sentimen Positif
Ilustrasi: Analis memperkirakan IHSG berpeluang menguat dan menguji level 6.000 dengan sentimen positif. (Foto: NET)

JAKARTA – Sebagian analis memperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berpeluang menguat kendati pergerakannya relatif terbatas. Aksi jual asing yang berlanjut sejak awal tahun dianggap menjadi pembatas utama penguatan indeks.

Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta, mengatakan bahwa IHSG cenderung berhasil rebound secara teknikal. Kendati demikian, Relative Strength Index (RSI) masih memperlihatkan sinyal negatif.

“Seyogyanya, pergerakan IHSG pada hari ini diperkirakan masih positif sehingga kecenderungan rebound berlanjut,” sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Nafan menambahkan bahwa aksi jual investor asing masih menjadi faktor yang membatasi penguatan Indeks Komposit. “Potensi kenaikan kemungkinan berlangsung secara bertahap,” sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Nafan menyematkan titik support di kisaran 5.848 dan 5.723, dengan resistance di angka 5.972 dan 6.127. Sementara itu, Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG bergerak pada rentang support 5.800, pivot 5.900, dan resistance 6.000.

Secara teknikal, IHSG telah ditutup di atas rata-rata pergerakan lima hari (MA5) dan 10 hari (MA10), meski masih berada di bawah MA20. "Sehingga secara teknikal IHSG diperkirakan berpotensi melanjutkan kenaikan dan menguji level 6.000," sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Penguatan tersebut dinilai belum sepenuhnya didukung oleh aktivitas transaksi yang kuat. Phintraco Sekuritas mencatat volume dan nilai perdagangan masih relatif sepi, yakni total volume sekitar 19,6 miliar saham dengan nilai transaksi lebih dari Rp9,4 triliun.

Angka tersebut masih jauh di bawah rata-rata harian yang mencapai lebih dari 41 miliar saham dengan nilai transaksi sekitar Rp24 triliun. Kondisi ini mencerminkan aktivitas pasar yang didominasi investor domestik, sementara pelaku pasar lainnya memilih bersikap wait and see akibat minimnya katalis positif dan maraknya penawaran umum perdana saham (IPO).

"Relatif menurunnya volume dan nilai transaksi akhir-akhir ini diperkirakan karena perdagangan lebih didominasi oleh investor domestik, serta investor yang cenderung wait and see di tengah minimnya katalis positif dan di tengah maraknya IPO," sebagaimana dilansir dari sumber berita. Selain itu, musim liburan sekolah dan berlangsungnya Piala Dunia 2026 dinilai ikut memengaruhi aktivitas perdagangan.

Dari sisi sentimen domestik, pasar mencermati rencana penyesuaian kebutuhan anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Phintraco menilai penurunan kebutuhan anggaran menjadi Rp174 triliun pada 2027 dapat mengurangi tekanan terhadap defisit APBN, yang menjadi sentimen positif bagi pasar saham.

Analis teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menilai penguatan IHSG masih didominasi oleh volume pembelian, meski pergerakannya masih tertahan oleh area MA20. "Posisi IHSG saat ini masih berada pada bagian dari wave (b) dari wave [iv] pada skenario hitam," sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Herditya mengingatkan bahwa IHSG masih memiliki risiko terkoreksi ke kisaran 5.472 hingga 5.540. Investor juga diminta mencermati skenario alternatif, yaitu apabila IHSG sedang membentuk awal wave [v] dari wave 3 yang membuka peluang tren penguatan berlanjut.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua