Breaking

Anak Usaha AKRA Kontrak Hyundai Bangun Kapal FSRU Rp5,75 Triliun

GE
Gemilang Ramadhan

Editor: Mazroh Atul Jannah

Kamis, 02 Juli 2026
Anak Usaha AKRA Kontrak Hyundai Bangun Kapal FSRU Rp5,75 Triliun
ILUSTRASI, PT AKR Corporindo menunjuk Hyundai Industries untuk membangun kapal FSRU dengan nilai investasi Rp5,75 triliun. (Sumber Gambar : Net)

JAKARTA – Guna memperkuat lini bisnis gas alam cair atau liquified natural gas (LNG), PT AKR Corporindo memercayakan proyek pembangunan kapal Floating Storage Regasification Unit (FSRU) kepada Hyundai Industries.

Langkah strategis penunjukan perusahaan raksasa asal Korea Selatan ini direalisasikan melalui PT Andalanesa Energi Primer (AEP). Sebagai informasi, AEP merupakan perusahaan patungan yang didirikan oleh AKRA bersama PT Arthakencana Rayatama dan BW FSRU VII Pte Ltd, di mana AKRA menguasai kepemilikan saham sebesar 49 persen.

Kesepakatan kontrak kerja sama antara AEP dan Hyundai Industries telah resmi ditandatangani pada Selasa (30/6/2026). Nilai investasi yang dikucurkan untuk proyek pengadaan kapal FSRU ini mencapai USD 319,69 juta, atau berkisar Rp5,75 triliun apabila mengacu pada estimasi kurs Rp18.000 per dolar AS.

Proses pelunasan pembayaran proyek ini nantinya akan dibagi ke dalam enam tahapan berkala sesuai dengan kesepakatan tertulis.

"Penyelesaian pembangunan dan penyerahan FSRU diperkirakan dilakukan pada pertengahan tahun 2029," kata Presiden Direktur PT AKR Corporindo Tbk, Haryanto Adikoesoemo, Rabu (1/7/2026) sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Pemilihan Hyundai Industries sebagai produsen utama kapal FSRU ini didasarkan pada rekam jejak perusahaan yang berpusat di Dong-gu, Ulsan tersebut, yang dikenal luas sebagai salah satu raksasa industri alat berat sekaligus korporasi galangan kapal terbesar di dunia.

Melalui kemitraan ini, Hyundai Industries akan memproduksi satu unit kapal FSRU dengan kapasitas tampung mencapai 170 ribu meter kubik. Unit armada baru ini nantinya memegang peranan yang sangat vital dalam menyokong seluruh operasional bisnis di sektor LNG.

Sebagai catatan, AKRA menunjukkan komitmen yang semakin kuat untuk memperluas ekspansinya di bisnis LNG setelah mendirikan AEP sebagai pilar bisnis utama. Perusahaan patungan tersebut resmi dibentuk pada 26 Juni 2026.

Struktur kepemilikan saham di dalam tubuh AEP terbagi atas AKRA sebesar 49 persen, BW FSRU VII Pte Ltd sebesar 49 persen, dan PT Arthakencana Rayatama yang merupakan pemegang saham pengendali AKRA sebesar 2 persen. Formasi ini memposisikan AKRA sebagai pemegang kendali penuh atas jalannya operasional AEP.

AKRA sendiri telah mengamankan potensi pasar serapan gas yang sangat besar melalui kawasan industri JIIPE yang berlokasi di Gresik, Jawa Timur. Dalam mengeksekusi proyek besar ini, perseroan bersinergi dengan BW Group yang menjadi mitra strategis global berkat reputasi matangnya sebagai operator FSRU serta pemain utama dalam industri LNG dunia.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua