Rabu, 20 Mei 2026

BAUT Incar Penjualan Rp 180 Miliar dan Tumbuh 30 Persen di Tahun Ini

BAUT Incar Penjualan Rp 180 Miliar dan Tumbuh 30 Persen di Tahun Ini
Direksi PT Mitra Angkasa Sejahtera (BAUT). (Sumber Gambar : kompas.com)

JAKARTA – PT Mitra Angkasa Sejahtera Tbk (BAUT) mematok target kenaikan penjualan neto di atas 30 persen hingga menyentuh Rp 180 miliar pada tahun 2026. Emiten produsen logam bahan konstruksi berupa mur dan baut ini telah menyiapkan beragam taktik jitu demi mendongkrak performa usaha perseroan.

Target optimistis tersebut dipaparkan secara langsung dalam kegiatan Paparan Publik yang digelar pada Selasa (19/5/2026). 

Tidak hanya membidik lonjakan omzet, emiten berkode saham BAUT ini juga menargetkan perolehan keuntungan bersih secara konstan mulai tahun ini lewat penerapan rencana digitalisasi untuk memangkas biaya operasional.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, Foong Tak Hoy selaku Direktur Utama BAUT memaparkan, "With ekspansi yang akan dilakukan Perseroan sebagai target 2026 dan akselerasi digital, Perseroan berada pada jalur yang solid untuk mencapai pertumbuhan omzet lebih dari 30 persen," ujarnya.

Baca Juga

Sido Muncul Tunjuk Nicholas Saputra Jadi Brand Ambassador Tolak Angin

Demi memuluskan target pendapatan tersebut, dilansir dari Money, jajaran manajemen BAUT berniat menambah dua gerai jaringan RJ Steel baru yang akan dibuka secara bertahap di area DKI Jakarta sepanjang tahun 2026.

Langkah strategis ini bakal memperlebar sayap korporasi yang sampai akhir 2025 kemarin telah mengelola 22 outlet komersial di tanah air.

Perluasan jaringan toko fisik ini berjalan beriringan dengan penerapan efisiensi ongkos internal yang diproyeksikan mampu memangkas biaya operasional hingga 6 persen pada tahun ini. 

Pihak manajemen berupaya merampingkan struktur pengeluaran di seluruh lini kerja dan mengalihkan dana tersebut ke sektor yang dinilai lebih produktif.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, Foong Tak Hoy selaku Direktur Utama BAUT mengutarakan, "Strategi tersebut bertujuan mendorong profitabilitas berkelanjutan di FY2026 dan seterusnya," ungkapnya.

Rencana efisiensi tersebut direalisasikan secara nyata melalui pemotongan jumlah Stock Keeping Unit (SKU) logistik di gudang sampai 15 persen demi memaksimalkan produktivitas perputaran barang. 

Kebijakan ini dinilai efektif menekan biaya pengelolaan gudang sekaligus memperkuat kemitraan dengan para pemasok utama.

Bukan cuma fokus pada efisiensi internal, BAUT juga gencar memperbanyak kolaborasi dengan sektor manufaktur, furnitur, pelaksana konstruksi, hingga ikut serta dalam proyek strategis nasional. 

Produk dengan merek FastFix milik perseroan yang diperkenalkan sejak 2024 pun kini mulai dipasarkan secara nasional lewat jaringan ritel MR DIY.

Manajemen berkomitmen untuk selalu menjaga transparansi informasi yang berkualitas kepada para pemegang saham terkait tiap perkembangan bisnis maupun laporan keuangan secara berkala. Upaya ini dinilai sangat penting demi memelihara iklim investasi yang kondusif di pasar modal.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, Foong Tak Hoy selaku Direktur Utama BAUT menuturkan, "Kami ingin membangun komunikasi yang terbuka, transparan, dan berkelanjutan untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemegang saham dan investor," katanya.

Menilik pada data kinerja tahun 2025, BAUT mengantongi pendapatan senilai Rp 136,33 miliar, atau turun jika disandingkan dengan perolehan tahun 2024 yang menembus Rp 152,96 miliar.

Kendati omzetnya menyusut, emiten ini berhasil memangkas nominal kerugian bersih menjadi Rp 11,85 miliar dari angka kerugian di tahun sebelumnya yang mencapai Rp 13,46 miliar.

Kondisi eksternal seperti kelesuan ekonomi global serta maraknya serbuan produk impor berbiaya murah dari China menjadi faktor utama penyebab ketidakstabilan harga jual mur dan baut domestik sepanjang tahun lalu. 

Hal ini kian diperberat oleh sikap waspada para pelanggan lokal dalam melakukan belanja barang lantaran dinamika ekonomi di dalam negeri.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, Foong Tak Hoy selaku Direktur Utama BAUT menjelaskan, "Perseroan menyadari bahwa pencapaian kinerja keuangan pada tahun buku 2025 masih belum sepenuhnya memenuhi harapan. 

Namun demikian, melalui evaluasi menyeluruh, perbaikan sistem secara berkelanjutan, serta komitmen seluruh jajaran manajemen dan karyawan, Perseroan meyakini bahwa langkah-langkah perbaikan yang sedang dijalankan akan memperkuat fondasi usaha dan mendukung pemulihan kinerja pada masa yang akan datang," ujarnya.

Manajemen menegaskan bahwa pembenahan fundamental internal yang sedang bergulir saat ini diperkirakan mampu mengembalikan konsistensi performa perusahaan. Penerapan tata kelola korporasi yang bersih dijadikan sebagai pilar utama dalam pertumbuhan bisnis ke depan.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, Foong Tak Hoy selaku Direktur Utama BAUT menegaskan, "Kami optimis bahwa dengan strategi yang tepat, tata kelola yang kuat, serta semangat inovasi yang berkelanjutan, BAUT akan terus berkembang dan memberikan kontribusi positif serta nilai tambah jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan," tegasnya.

Sinyal perbaikan performa bisnis perseroan sudah mulai nampak pada laporan keuangan tiga bulan pertama tahun ini. Di kuartal I 2026, BAUT membukukan kerugian bersih sebesar Rp 3,2 miliar, sebuah performa yang membaik 52,2 persen dari posisi rugi pada periode yang sama di tahun lalu yakni sebesar Rp 6,7 miliar.

Gemilang Ramadhan

Gemilang Ramadhan

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Premi Unitlink Naik 3,68 Persen per Maret 2026 Berkat Perbaikan Kualitas

Premi Unitlink Naik 3,68 Persen per Maret 2026 Berkat Perbaikan Kualitas

Rencana Integrasi Bank Danamon dan MUFG Bank Cabang Jakarta

Rencana Integrasi Bank Danamon dan MUFG Bank Cabang Jakarta

ASLC Bagikan Dividen Tunai Rp12,7 Miliar dan Setujui Buyback Saham

ASLC Bagikan Dividen Tunai Rp12,7 Miliar dan Setujui Buyback Saham

Premi Unitlink Tumbuh 3,68 Persen Kuartal I 2026, Industri Jadi Sorotan OJK

Premi Unitlink Tumbuh 3,68 Persen Kuartal I 2026, Industri Jadi Sorotan OJK

Produk Baru Prudential Syariah Tawarkan Manfaat untuk Pendidikan Anak

Produk Baru Prudential Syariah Tawarkan Manfaat untuk Pendidikan Anak