Sido Muncul Tunjuk Nicholas Saputra Jadi Brand Ambassador Tolak Angin
- Rabu, 20 Mei 2026
JAKARTA – PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk secara resmi mengumumkan aktor Nicholas Saputra sebagai Brand Ambassador terbaru untuk produk Tolak Angin di Jakarta pada Senin, 18 Mei 2026.
Langkah strategis yang berjalan beriringan dengan momentum perayaan ulang tahun ke-75 perusahaan ini sengaja dilakukan untuk merangkul generasi muda agar tidak ragu mengonsumsi jamu yang kualitasnya telah teruji secara ilmiah, sebagaimana dilansir dari berita sumber Detikcom.
Saat ini, emiten produsen jamu tersebut tengah aktif melakukan serangkaian penelitian mendalam guna memastikan setiap manfaat dari produk kesehatan mereka didukung oleh data ilmiah yang valid.
Sebagai wujud nyata dari komitmen tersebut, Sido Muncul telah memfasilitasi operasional mereka dengan laboratorium farmakologi, instrumen pengujian mutakhir, hingga penyiapan tenaga ahli yang kompeten di bidangnya.
"Kali ini kami meluncurkan iklan Tolak Angin dengan bintang iklannya Nicholas Saputra," kata Irwan Hidayat, Direktur Utama Sido Muncul.
Baca JugaBAUT Incar Penjualan Rp 180 Miliar dan Tumbuh 30 Persen di Tahun Ini
Manajemen menegaskan kehadiran sang aktor diharapkan mampu mengomunikasikan pesan iklan secara tepat sasaran kepada generasi muda masa kini. Ke depan, fokus utama perusahaan adalah mengoptimalkan basis riset yang bakal digarap secara masif sepanjang masa perayaan hari jadi yang ke-75 ini.
"Jadi mewakili generasi supaya generasi-generasi anak-anak sekarang itu juga memahami nanti isi dari pesan daripada iklan ini. Dan salah satu yang ingin saya jelaskan pada siang hari ini yaitu Sido Muncul akan berkonsentrasi kepada riset. 75 tahun kami akan melakukan riset dengan intensif," tutur Irwan Hidayat, Direktur Utama Sido Muncul.
Nantinya, setiap data dan temuan dari hasil studi ilmiah tersebut akan dibuka secara transparan kepada khalayak luas melalui platform digital SidoHerbalPedia.
Lewat wadah informasi tersebut, masyarakat luas bisa menyaksikan sendiri pembuktian autentik terkait efektivitas dari produk herbal yang mereka konsumsi.
"Dalam beberapa bulan, setahun kami akan mendapatkan riset hasil, bukti-bukti ilmiah terhadap produk-produk kami dan produk-produk jamu. Jadi nanti SidoHerbalPedia ini tuh ruang pengembangan ini sudah ada, kami sudah melakukan. Jadi kalau kami nanti melakukan riset ini, kami akan segera mendapatkan hasil bukti yang penting itu bukti produk ini manjur atau tidak manjur," tutur Irwan Hidayat, Direktur Utama Sido Muncul.
Metode berbasis sains ini diaplikasikan demi menyelaraskan diri dengan program Pemerintah Indonesia yang tengah memprioritaskan akselerasi obat herbal nasional.
Penerapan riset modern ini diharapkan dapat menggeser stigma obat tradisional agar tidak lagi cuma bersandar pada aspek pengalaman yang diwariskan secara turun-temurun.
"Nanti kami dengan cara orientasinya berbasis kepada riset ini, mudah-mudahan nanti akan memberikan dampak, yaitu apa? Memberikan dampak kepada obat-obat herbal di Indonesia ini. Karena seperti kami ketahui ya, pemerintah tuh ingin sekali supaya obat-obat herbal ini dikembangkan," jelas Irwan Hidayat, Direktur Utama Sido Muncul.
Bukan hanya berfokus pada pengujian produk yang sudah eksis, perusahaan juga memiliki rencana melebarkan jangkauan bisnis ke segmen suplemen makanan.
Produk suplemen ini dipersiapkan secara khusus untuk membantu manajemen pemulihan sejumlah penyakit kronis seperti kolesterol tinggi, kencing manis, hingga kanker.
"Kami ingin membuat produk-produk yang berbasis bukti, bukan berbasis pengalaman saja. Ini penelitian, penelitian tentang khasiat, tentang misalnya untuk obat ini apa untuk kolesterol, kencing manis.Kami juga akan berusaha untuk menjadi food supplement untuk cancer," ungkap Irwan Hidayat, Direktur Utama Sido Muncul.
Di sisi lain, kampanye promosi teranyar Tolak Angin bakal dikemas lewat konsep visual iklan perjalanan yang memperlihatkan standar mutu dari pemilihan bahan baku.
Alur iklan tersebut akan mempertontonkan rangkaian proses produksi secara menyeluruh, mulai dari pemilahan bahan di area pabrik hingga tahapan validasi di laboratorium.
"Jadi iklan ini menceritakan tentang perjalanan Nicholas Saputra dalam mencari tahu tentang produk Tolak Angin ini. Jadi dia ke pabrik, nanti dia lihat bagaimana kami memilih bahan bakunya, pembuatannya, research-nya," kata Maria Reviani Hidayat, Direktur Marketing Sido Muncul.
Pihak internal perusahaan membeberkan bahwa sang aktor dikenal punya reputasi sangat selektif serta kritis sebelum memutuskan kerja sama dengan sebuah merek.
Kesepakatan ini akhirnya terwujud lantaran figur publik tersebut pada dasarnya merupakan pengguna setia dari varian produk obat flu milik Sido Muncul.
"Jadi waktu kami melamar, Nicholas Saputra sebagai brand ambassador, Nicholas ini ternyata sangat kritis dalam memilih brand yang akan diwakili. Kebetulan Nicholas juga minum Tolak Angin, ternyata minum Tolak Angin Flu," ungkap Maria Reviani Hidayat, Direktur Marketing Sido Muncul.
Kolaborasi antara kredibilitas seorang pesohor dan konsistensi pada jalur ilmiah ini dianggap sebagai pilar utama dalam menyukseskan modernisasi industri jamu.
Implementasi sains dinilai sebagai langkah adaptasi yang krusial agar nilai-nilai lokal bisa terus eksis sekaligus mendapat pengakuan di kancah global.
"Kenapa Sido Muncul sampai hari ini sebagai industri jamu yang dulu dianggap tradisional bisa berkembang seperti saat ini? Karena adanya kekuatan riset tadi," ujar Andy F Noya, Jurnalis Senior sekaligus Brand Ambassador Tolak Angin.
Karakter sang aktor yang dikenal berintegritas tinggi memberikan keyakinan bahwa ia tidak akan sembarangan mengambil proyek yang berpotensi merugikan masyarakat luas.
Hal ini kian memantapkan langkah manajemen dalam memosisikan riset sebagai tiang utama dalam pertumbuhan bisnis ke depan.
"Nah, di sini sebenarnya kekuatan dari Sido Muncul dan dipercaya oleh Nicholas Saputra yang sangat pemilih. Itu kami harus tahu. Pribadinya Nicholas Saputra itu seperti itu. Dan orang yang punya integritas, punya kredibilitas, tidak mau berperan dalam film-film yang justru nanti akan merugikan masyarakat. Jadi saya yakin atau semakin yakin dengan apa yang disampaikan Pak Irwan Hidayat dan tentu saja oleh manajemen bahwa kekuatan Sido Muncul adalah riset," tutur Andy F Noya, Jurnalis Senior sekaligus Brand Ambassador Tolak Angin.
Pengalokasian investasi pada sektor pengujian ilmiah ini sekaligus menjadi solusi atas tantangan era modern yang menuntut adanya legitimasi medis pada resep-resep tradisional.
Lewat cara ini, khasiat yang dipercaya lintas generasi dapat divalidasi secara kuat melalui pendekatan ilmu pengetahuan ilmiah.
"Riset ini sebenarnya adalah adaptif terhadap situasi dan kondisi. Jadi bagaimana beradaptasi terhadap perkembangan zaman, di mana dulu kearifan lokal menjadi kekuatan, tapi hari ini tidak cukup. Karena harus dibuktikan dengan sains bahwa apa yang diyakini oleh nenek moyang kami, oleh nilai-nilai yang diberikan turun-temurun, itu bisa diuji," sambung Andy F Noya, Jurnalis Senior sekaligus Brand Ambassador Tolak Angin.
Efek positif dari penguatan sektor industri herbal ini juga diprediksi mampu memperkokoh pilar kemandirian farmasi di dalam negeri. Andil tersebut diharapkan membawa dampak baik yang masif, baik untuk aspek proteksi kesehatan masyarakat maupun perputaran roda ekonomi nasional.
"Inilah yang menjadi salah satu komitmen Sido Muncul dan ini adalah bagian bahwa Sido Muncul ingin bahwa ketahanan kesehatan melalui ketahanan farmasi dan obat apalagi jamu ini menjadi satu penguat untuk kemudian menjadi meningkatkan ekonomi dan kesehatan masyarakat Indonesia," kata Mohammad Adib Khumaidi, Komisaris Independen Sido Muncul.
Sementara itu, Nicholas Saputra mengungkapkan rasa tanggung jawab moralnya terhadap mutu dari produk obat herbal yang kini ia representasikan ke publik.
Dirinya menyebutkan sudah sejak lama mengonsumsi jamu tersebut sebagai penunjang gaya hidup sehatnya sehari-hari.
"Ya, kalau saya selalu merasa bertanggung jawab tentu saja terutama kepada kualitas produk yang akan saya kerja sama dan saya melihat Tolak Angin sudah terbukti. Saya juga menggunakan Tolak Angin sudah cukup lama dan sudah menjadi bagian dari lifestyle seperti itu," ungkap Nicholas Saputra, Brand Ambassador Tolak Angin.
Melalui jalinan kemitraan yang baru ini, ia siap berpartisipasi untuk mengedukasi masyarakat sekaligus mengajak generasi muda untuk terus melestarikan produk jamu lokal lewat kemasan yang lebih praktis.
"Jadi tentu saja saya dengan senang hati akan memperkenalkan atau mengajak teman-teman untuk mengapresiasi warisan leluhur kami dalam bentuk jamu, dalam bentuk yang simple yaitu Tolak Angin untuk menjadi bagian dari menjaga kesehatan tubuh kami," tutup Nicholas Saputra, Brand Ambassador Tolak Angin.
Gemilang Ramadhan
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Gerak Cepat PLN, Kurang dari 1 Jam Listrik Kembali Normal di GI Angke
- Jumat, 17 April 2026












