Breaking

KBRI Warsawa Dorong UMKM Indonesia Perluas Pasar ke Polandia

GE
Gemilang Ramadhan

Editor: Mazroh Atul Jannah

Minggu, 10 Mei 2026
KBRI Warsawa Dorong UMKM Indonesia Perluas Pasar ke Polandia
KBRI Warsawa (Sumber Gambar : Net)

CZESTOCHOWA - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Warsawa melakukan kunjungan ke Toko Beta, yang merupakan satu-satunya swalayan Indonesia di Polandia, bertempat di kota Czestochowa. Kunjungan ini adalah langkah KBRI Warsawa dalam memperkokoh penetrasi produk-produk Indonesia di pasar Polandia, sekaligus menghimpun masukan langsung dari pelaku usaha yang aktif memasarkan komoditas Indonesia di wilayah Eropa Tengah.

Toko Beta sudah beroperasi selama enam tahun di bawah kepemilikan Ibu Yetty Yolanda, seorang perempuan asal Ambon yang bersuamikan warga negara Polandia. Dalam beberapa tahun terakhir, Toko Beta telah menjadi pusat penyedia produk makanan serta kebutuhan khas Indonesia bagi masyarakat Polandia maupun para diaspora Indonesia di sana.

Berdasarkan keterangan Yetty Yolanda, antusiasme masyarakat Polandia terhadap produk Indonesia terus mengalami kenaikan setiap tahunnya. Produk unggulan yang paling dicari meliputi mi instan, teh, kemiri, santan kelapa, hingga berbagai macam bumbu masak. Barang-barang tersebut semakin populer di kalangan konsumen lokal yang mulai menggemari cita rasa Asia serta mengikuti tren kuliner global.

“Produk Indonesia sejatinya sangat kompetitif dibandingkan produk serupa dari negara Asia lainnya. Kualitasnya bagus dan memiliki cita rasa khas," ujar Yetty, sebagaimana dilansir dari berita sumber melalui siaran pers KBRI Warsawa yang diterima Metrotvnews.com, Sabtu, 9 Mei 2026.

"Namun, tantangan terbesar saat ini adalah banyak produk UMKM Indonesia belum memiliki registrasi EAN Code sehingga tidak bisa masuk ke marketplace,” sambungnya.

Di tengah meningkatnya tren belanja daring di Polandia, kepemilikan EAN Code menjadi faktor krusial bagi produk UMKM guna memperlebar akses pasar. EAN Code (European Article Number) adalah standar barcode internasional yang diwajibkan agar sebuah produk dapat dijual melalui marketplace, ritel modern, pergudangan logistik, maupun sistem distribusi digital di wilayah Eropa.

Merujuk pada data perdagangan tahun 2024, nilai impor Polandia dari Indonesia berada pada angka sekitar USD 1,46 miliar. Komoditas utama yang diimpor mencakup alas kaki, produk tekstil, elektronik, karet, serta bermacam produk makanan dan keperluan rumah tangga.

Sebagai pembanding, nilai impor Polandia dari Vietnam menyentuh angka sekitar USD 5,67 miliar, sementara dari Thailand berkisar USD 1,52 miliar. Di sisi lain, Tiongkok tetap menjadi negara pemasok utama bagi Polandia dengan nilai impor yang melampaui USD 55 miliar pada tahun 2024.

Angka-angka tersebut memperlihatkan bahwa Indonesia masih mempunyai peluang yang sangat luas untuk memperbesar pangsa pasar di Polandia. Hal ini terutama berlaku pada sektor makanan, produk konsumen, serta produk UMKM bernilai tambah tinggi yang mempunyai karakter unik serta kualitas yang kompetitif.

KBRI Warsawa akan terus memacu promosi produk Indonesia di Polandia lewat diplomasi ekonomi, penyediaan fasilitas business matching, partisipasi dalam pameran, serta peningkatan kolaborasi antara pengusaha Indonesia dengan distributor setempat.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua