Breaking

Mendag Budi Dorong Industri Ban Genjot Ekspor dan Investasi

AK
Akbar

Editor: Septian Akbar Gumilang

Rabu, 22 Juli 2026
Mendag Budi Dorong Industri Ban Genjot Ekspor dan Investasi
Mendag Budi Santoso (sumber foto : NET)

JAKARTA – Menteri Perdagangan Budi Santoso mendorong peningkatan ekspor ban nasional, penguatan investasi, serta penyelesaian hambatan usaha demi menjaga daya saing di pasar global. Isu-isu tersebut dibahas bersama manajemen Bridgestone Indonesia di Kantor Kementerian Perdagangan pada Selasa (21/7).

Mendag Budi Santoso menegaskan komitmen Kementerian Perdagangan untuk mendukung para pelaku usaha industri ban dalam meningkatkan kinerja ekspor. Diskusi tersebut juga menggali rencana perluasan pasar, bentuk dukungan perusahaan induk, hingga penanganan hambatan perdagangan internasional.

“Kemendag berkomitmen untuk terus memfasilitasi perluasan pasar ekspor produk-produk Indonesia, termasuk ban Bridgestone, melalui perundingan perdagangan yang telah berjalan maupun yang sedang dirundingkan. Kemendag juga menyambut baik partisipasi berbagai produk ban berkualitas dari Indonesia dalam promosi dagang internasional dan penjajakan bisnis (business matching) dengan calon buyer potensial melalui perwakilan perdagangan di luar negeri,” ujar Mendag Budi dalam keterangan tertulis sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Mendag menjelaskan bahwa saat ini Indonesia telah memiliki 20 perjanjian dagang yang diimplementasikan, 15 perjanjian dalam proses ratifikasi, serta 11 perjanjian yang masih tahap negosiasi, termasuk IEU-CEPA.

“Prinsipnya, kami ingin terus membangun komunikasi dengan dunia usaha. Jika terdapat kendala dalam kegiatan ekspor maupun investasi, sampaikan kepada kami agar dapat dicarikan solusi bersama. Selain itu, semakin banyak perjanjian dagang yang dimiliki Indonesia, semakin besar pula peluang pasar bagi produk nasional,” ujarnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Selain itu, Budi menyampaikan komitmen Kemendag dalam mempermudah layanan ekspor agar prosesnya semakin efisien. Salah satu langkah yang ditempuh adalah melalui penerapan otomatisasi penerbitan Surat Keterangan Asal (SKA) bagi negara mitra dagang.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh jajaran manajemen Bridgestone Indonesia, di antaranya Presiden Direktur Mukiat Sutikno, Head of LSCM Division Andre Susilo, Head of Logistic and External Affair Yudi Lesmana, Manager of Trade Compliance & External Affair Bastiyan Dios Karunia, serta Senior Supervisor of Trade Compliance & External Affair Hermansyah Nasution.

Dalam kesempatan itu, Mukiat Sutikno menyampaikan apresiasinya atas dukungan pemerintah terhadap penguatan ekspor nasional serta upaya pengembangan kerja sama perdagangan internasional.

Mukiat mengungkapkan bahwa Bridgestone Indonesia saat ini mengekspor produk ke sekitar 70 negara, dengan pasar utama mencakup Australia, Jepang, dan Malaysia. Meski demikian, keterbatasan pasokan bahan baku karet alam di dalam negeri masih menjadi tantangan utama.

Penurunan produksi karet nasional memaksa perusahaan untuk mengimpor sebagian bahan baku guna memenuhi kebutuhan produksi. Di samping itu, pemberlakuan Standar Nasional Indonesia (SNI) wajib pada sejumlah komponen yang belum diproduksi di dalam negeri juga berpotensi memengaruhi kelancaran produksi.

Bridgestone Indonesia turut menghadapi hambatan ekspor ke pasar Uni Eropa akibat munculnya regulasi European Union Deforestation Regulation (EUDR). Oleh karena itu, perusahaan berharap penyelesaian perundingan IEU-CEPA dapat mendongkrak daya saing produk Indonesia melalui pemotongan tarif bea masuk.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua