Kehadiran Presiden Prabowo Subianto Di KTT Dewan Perdamaian Belum Dipastikan: Menimbang Skala Prioritas Diplomasi
- Rabu, 11 Februari 2026
JAKARTA - Pihak Istana dan Kementerian Luar Negeri menyatakan bahwa kehadiran Presiden Prabowo Subianto pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Dewan Perdamaian (Board of Peace) masih dalam tahap pertimbangan dan belum dapat dipastikan secara final.
Meskipun sebelumnya beredar kabar mengenai keterlibatan aktif Indonesia dalam forum ini, penentuan jadwal Presiden saat ini masih sangat bergantung pada dinamika agenda dalam negeri yang mendesak serta evaluasi strategis mengenai urgensi kehadiran fisik di forum tersebut.
Ketidakpastian ini mencerminkan gaya kepemimpinan yang pragmatis dan selektif, di mana setiap kunjungan kenegaraan harus memberikan dampak langsung dan konkret bagi kepentingan nasional Indonesia, bukan sekadar partisipasi seremonial di panggung internasional.
Baca JugaPresiden Prabowo Dorong Sinergi Pengusaha Dalam Semangat Indonesia Incorporated Nasional
Evaluasi Relevansi Forum Terhadap Kepentingan Nasional
Pihak pemerintah saat ini sedang melakukan pengkajian mendalam mengenai sejauh mana KTT Dewan Perdamaian ini akan menghasilkan kebijakan yang berdampak pada stabilitas kawasan maupun global. Sebagai negara yang menganut prinsip politik luar negeri bebas aktif, Indonesia tetap mendukung setiap upaya perdamaian, namun kehadiran tingkat kepala negara biasanya disesuaikan dengan bobot isu yang dibahas.
Jika Presiden berhalangan hadir, Indonesia kemungkinan besar akan tetap mengirimkan utusan tingkat tinggi, seperti Menteri Luar Negeri atau pejabat setingkat menteri lainnya, untuk memastikan suara dan posisi strategis Indonesia dalam isu perdamaian dunia tetap tersampaikan. Hal ini merupakan praktik diplomatik yang lazim dilakukan untuk menjaga keseimbangan antara kewajiban internasional dan tanggung jawab domestik.
Fokus Pada Agenda Domestik Dan Modernisasi Internal
Salah satu alasan di balik belum pastinya keberangkatan Presiden adalah fokus pemerintah yang tengah terkonsentrasi pada percepatan program-program strategis di dalam negeri. Mulai dari pemantauan stabilitas harga kebutuhan pokok, penguatan pertahanan nasional, hingga program kesejahteraan sosial yang sedang memasuki fase krusial di awal tahun 2026.
Presiden Prabowo dilaporkan ingin memastikan bahwa setiap kebijakan dalam negeri berjalan sesuai jalur sebelum melakukan lawatan luar negeri dalam jangka waktu yang lama. Komitmen terhadap pembenahan internal ini menjadi sinyal bahwa stabilitas domestik dianggap sebagai fondasi utama sebelum Indonesia memproyeksikan kekuatannya dalam diplomasi perdamaian global.
Regan
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Kurs Rupiah Menguat Pagi Ini, Investor Pantau Sentimen Ekonomi Global
- Rabu, 11 Februari 2026
Presiden Prabowo Dorong Sinergi Pengusaha Dalam Semangat Indonesia Incorporated Nasional
- Rabu, 11 Februari 2026
Berita Lainnya
Layanan Samsat Keliling Hadir Kembali Di Wilayah Lengkap Jadetabek Hari Ini
- Rabu, 11 Februari 2026
Yusril Buka Kajian Bebas Visa UEA Dorong Kerja Sama Strategis Indonesia
- Rabu, 11 Februari 2026
BMKG Mengeluarkan Peringatan Potensi Hujan Deras Di Wilayah Jawa Timur Hari Rabu Ini
- Rabu, 11 Februari 2026
Terpopuler
1.
Harga TBS Kelapa Sawit Sumsel Februari 2026 Alami Kenaikan Positif
- 11 Februari 2026
2.
Panduan Memilih Perhiasan Emas di Tengah Kenaikan Harga Emas
- 11 Februari 2026
3.
Mengenal Skema KUR BSI 2026: Simulasi Pinjaman dan Angsuran
- 11 Februari 2026
4.
Lelang Sukuk Februari 2026: Investor Berebut, Imbal Hasil Tinggi
- 11 Februari 2026



.jpg)

.jpg)


.jpg)



