Rabu, 11 Februari 2026

Kurs Rupiah Menguat Pagi Ini, Investor Pantau Sentimen Ekonomi Global

Kurs Rupiah Menguat Pagi Ini, Investor Pantau Sentimen Ekonomi Global
Kurs Rupiah Menguat Pagi Ini, Investor Pantau Sentimen Ekonomi Global

JAKARTA - Nilai tukar rupiah kembali menunjukkan tren positif pada pembukaan perdagangan Rabu, 11 Februari 2026. 

Mata uang Garuda mengawali hari di zona hijau, mencerminkan kepercayaan investor terhadap stabilitas pasar keuangan domestik.

Pada pagi hari ini, rupiah dibuka di level Rp16.775 per dolar Amerika Serikat (AS), menguat 21 poin atau sekitar 0,13 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp16.796 per dolar AS. Posisi ini menunjukkan penguatan tipis namun signifikan di tengah sentimen pasar regional dan global.

Baca Juga

Reformasi Pasar Modal Berpotensi Menekan Laba Dan Model Bisnis Perusahaan Sekuritas

Penguatan ini menandakan apresiasi rupiah sejak awal sesi perdagangan, sekaligus memberikan indikasi positif bagi investor dan pelaku pasar yang memanfaatkan momentum untuk transaksi spot maupun perdagangan valuta asing.

Dengan pembukaan di zona hijau, rupiah pagi ini berada dalam kondisi stabil, sementara pelaku pasar tetap mencermati faktor eksternal yang dapat memengaruhi fluktuasi mata uang sepanjang hari.

Data Pergerakan Kurs Rupiah Pagi Ini

Berdasarkan data pasar spot, rupiah pagi ini mengalami apresiasi tipis terhadap dolar AS. Kurs pembukaan tercatat Rp16.775 per dolar AS, lebih tinggi dibanding penutupan sebelumnya Rp16.796.

Perubahan sebesar 0,13 persen ini menempatkan rupiah dalam zona hijau, menandakan sentimen positif bagi pasar domestik. Pergerakan ini sekaligus menjadi acuan bagi transaksi perdagangan valuta asing di berbagai perbankan nasional.

Investor dan analis pasar memanfaatkan data ini sebagai indikator awal sebelum keputusan perdagangan lanjutan di tengah fluktuasi global. Adanya peningkatan capital inflow turut memperkuat posisi rupiah pada sesi pembukaan perdagangan.

Selain itu, penguatan pagi ini juga memberikan sinyal awal terhadap stabilitas ekonomi domestik yang diharapkan tetap terjaga sepanjang tahun 2026.

Faktor Pendorong Penguatan Rupiah

Analisis pasar menunjukkan penguatan rupiah pagi ini dipengaruhi oleh optimisme investor terhadap fundamental ekonomi nasional. Kepercayaan terhadap kinerja makroekonomi 2026 menjadi salah satu pendorong utama.

Aliran modal asing yang masuk ke pasar Surat Berharga Negara (SBN) turut memperkuat posisi rupiah terhadap dolar AS. Capital inflow ini memberikan likuiditas tambahan yang menstabilkan nilai tukar.

Selain itu, permintaan domestik terhadap mata uang lokal juga meningkat, karena investor menilai posisi rupiah cukup kompetitif dibandingkan mata uang regional lainnya.

Sentimen positif dari pasar domestik menambah keyakinan pelaku pasar untuk memanfaatkan momentum penguatan pada sesi awal perdagangan.

Sentimen Global yang Perlu Diwaspadai

Meskipun rupiah bergerak positif, analis menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap volatilitas global. Fokus utama pasar saat ini adalah rilis data inflasi Amerika Serikat yang akan memengaruhi arah suku bunga The Fed.

Ketidakpastian global, termasuk pergerakan dolar AS dan ketegangan geopolitik, tetap menjadi faktor risiko yang dapat memengaruhi nilai tukar rupiah secara cepat.

Investor disarankan memperhatikan perkembangan global, terutama kondisi pasar komoditas dan kebijakan moneter, untuk menyesuaikan strategi perdagangan.

Dengan demikian, meski rupiah menguat, posisi pasar tetap rentan terhadap perubahan sentimen eksternal yang cepat dan signifikan.

Stabilitas Inflasi dan Dukungan Bank Indonesia

Di sisi domestik, inflasi awal tahun 2026 tercatat stabil. Hal ini menjadi sentimen pendukung bagi Bank Indonesia untuk terus menjaga ketersediaan likuiditas pasar.

Stabilitas nilai tukar rupiah memungkinkan bank sentral mempertahankan peran sebagai penopang pasar finansial, sekaligus menjaga daya saing mata uang nasional di pasar regional.

Langkah ini juga mendorong kepercayaan investor domestik dan asing untuk memanfaatkan peluang perdagangan valuta dan instrumen keuangan lainnya.

Kebijakan likuiditas yang terjaga serta penguatan rupiah di awal sesi memberi sinyal bahwa perekonomian Indonesia tetap kokoh meski tekanan global ada di sekitar.

Kesimpulan Pergerakan Rupiah Hari Ini

Rupiah pagi ini menguat ke level Rp16.775 per dolar AS, menandai pembukaan positif di zona hijau. Faktor pendorong berasal dari optimisme investor terhadap fundamental ekonomi domestik dan aliran modal asing.

Meskipun demikian, volatilitas global dan sentimen eksternal tetap menjadi faktor risiko. Investor disarankan tetap waspada dan memantau data ekonomi serta perkembangan geopolitik untuk menjaga strategi perdagangan tetap optimal.

Pergerakan rupiah yang stabil di pagi hari memberi peluang bagi transaksi spot, sekaligus menegaskan posisi mata uang nasional di tengah dinamika pasar regional dan global yang fluktuatif.

Mazroh Atul Jannah

Mazroh Atul Jannah

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Analisis IHSG Dan Rekomendasi Saham Hari Ini: 11 Februari 2026

Analisis IHSG Dan Rekomendasi Saham Hari Ini: 11 Februari 2026

IHSG Menguat Dua Hari Beruntun: Analisis Tren Dan 5 Saham Jagoan Analis

IHSG Menguat Dua Hari Beruntun: Analisis Tren Dan 5 Saham Jagoan Analis

Harga Emas UBS dan Galeri24 di Pegadaian Kompak Naik: Momentum Lindung Nilai di Awal Tahun

Harga Emas UBS dan Galeri24 di Pegadaian Kompak Naik: Momentum Lindung Nilai di Awal Tahun

Harga Emas Antam Terkoreksi Rp7.000 ke Level Rp2,947 Juta per Gram: Peluang Akumulasi di Tengah Volatilitas

Harga Emas Antam Terkoreksi Rp7.000 ke Level Rp2,947 Juta per Gram: Peluang Akumulasi di Tengah Volatilitas

Penyaluran Kredit Bank Milik Pemkab Cirebon Masih Solid di Tengah

Penyaluran Kredit Bank Milik Pemkab Cirebon Masih Solid di Tengah "Musim Gugur" BPR