Indonesia Siap Memimpin Pasar Derivatif Valas, Bank Indonesia Resmikan ICDX
- Rabu, 11 Februari 2026
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) baru-baru ini membuka babak baru dalam pengembangan pasar uang dan valuta asing di Indonesia.
BI memberikan izin usaha kepada dua lembaga, yaitu Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) dan Indonesia Clearing House (ICH).
Langkah ini menandai dimulainya pengembangan pasar derivatif yang lebih maju dan berstandar internasional di Indonesia, khususnya dalam sektor pasar uang dan valuta asing.
Baca JugaReformasi Pasar Modal Berpotensi Menekan Laba Dan Model Bisnis Perusahaan Sekuritas
Keputusan ini bertujuan untuk memperkuat infrastruktur pasar yang lebih transparan, efisien, dan aman.
Pemberian Izin Usaha oleh Bank Indonesia
Pada 26 Januari 2026, Bank Indonesia mengeluarkan surat penetapan yang memberikan izin usaha kepada ICDX sebagai penyelenggara Bursa Derivatif Pasar Uang dan Valuta Asing (PUVA) pertama di Indonesia.
Selain itu, Indonesia Clearing House (ICH) juga mendapatkan izin untuk menjadi lembaga kliring dan penjaminan bagi transaksi derivatif PUVA ini.
Dengan izin ini, ICDX dan ICH menjadi lembaga pertama yang memperoleh izin resmi untuk menjalankan transaksi derivatif PUVA di Indonesia, yang tentunya menjadi tonggak penting dalam pengembangan pasar uang Indonesia.
Penetapan ini bukan hanya sekadar langkah administratif, melainkan juga sebuah upaya untuk mendukung pengembangan instrumen derivatif yang lebih modern dan berstandar internasional.
Langkah ini sejalan dengan tujuan Bank Indonesia yang tercantum dalam Blueprint Pengembangan Pasar Uang (BPPU) 2030, yang ingin menjadikan pasar uang Indonesia lebih efisien dan kompetitif.
Fokus pada Tata Kelola dan Infrastruktur
Direktur ICDX, Nursalam, menekankan bahwa pemberian izin usaha ini sejalan dengan tujuan Bank Indonesia untuk mendorong pengelolaan pasar uang dan derivatif dengan tata kelola yang mengacu pada standar internasional.
Untuk itu, ICDX akan memastikan bahwa pasar yang mereka kelola memiliki integritas tinggi dan selalu memperhatikan perlindungan nasabah serta penerapan teknologi yang mutakhir.
Di sisi lain, Bank Indonesia juga sangat menekankan pentingnya ketahanan siber serta efisiensi dan transparansi dalam operasional. Dengan izin usaha ini, ICDX diharapkan dapat bekerja untuk mengembangkan pasar yang lebih efisien, dengan mekanisme harga yang kredibel dan berdasarkan prinsip pasar yang jelas.
Sebagai lembaga penyelenggara bursa, ICDX berkomitmen untuk menyediakan berbagai produk derivatif yang variatif, termasuk produk dengan ukuran mikro, untuk menjangkau lebih banyak pelaku pasar. Dengan demikian, meskipun pasar derivatif ini akan lebih kompleks, akses bagi investor pemula juga akan tersedia.
Meningkatkan Partisipasi dan Aksesibilitas Pasar
Untuk memperluas partisipasi pasar dalam perdagangan derivatif PUVA, ICDX berencana untuk menggandeng seluruh pemangku kepentingan terkait, seperti lembaga keuangan, investor institusional, dan pelaku pasar lainnya. Kolaborasi ini diharapkan dapat menciptakan pasar derivatif yang lebih likuid, efisien, dan transparan.
Produk-produk yang disediakan oleh ICDX akan beragam dan mencakup instrumen yang sesuai dengan kebutuhan pasar, dari produk dengan tenor pendek hingga tenor panjang. Untuk mendukung hal ini, ICDX juga akan memanfaatkan berbagai teknologi terbaru yang dapat mendukung operasional pasar agar lebih efisien dan aman.
Dengan fokus yang kuat pada pengembangan produk dan penyusunan mekanisme harga yang efisien, ICDX akan memastikan bahwa pasar derivatif PUVA ini dapat berjalan dengan baik dan menguntungkan bagi seluruh pemangku kepentingan.
Peran ICH dalam Infrastruktur Kliring dan Manajemen Risiko
Selain ICDX, Indonesia Clearing House (ICH) juga memiliki peran penting dalam pengembangan pasar derivatif PUVA ini. Sebagai lembaga kliring dan penjaminan, ICH memiliki pengalaman panjang dalam mengelola transaksi pasar berjangka komoditi. Dengan pengalaman ini, ICH memiliki modal yang cukup untuk mendukung pengembangan derivatif PUVA di Indonesia.
Direktur ICH, Yugieandy Tirta Saputra, menegaskan bahwa izin usaha yang diberikan oleh Bank Indonesia merupakan mandat besar yang akan memperkuat peran ICH dalam menjaga keamanan, transparansi, dan efisiensi transaksi derivatif PUVA.
Keamanan menjadi hal utama dalam setiap transaksi, dan ICH siap memastikan bahwa setiap transaksi yang dilakukan di pasar ini terlaksana dengan baik dan tanpa masalah.
Dengan peran ICH yang kuat dalam hal kliring dan manajemen risiko, pasar derivatif PUVA di Indonesia akan semakin aman, transparan, dan terpercaya.
Kolaborasi antara ICDX dan ICH dalam pengembangan infrastruktur ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi pasar uang Indonesia, serta meningkatkan daya saing pasar uang domestik di kancah internasional.
Mewujudkan Pasar Derivatif Berstandar Internasional
Salah satu aspek penting yang ditekankan dalam pengembangan pasar derivatif PUVA ini adalah pencapaian standar internasional.
Bank Indonesia telah menetapkan prinsip 3I (Interkoneksi, Interoperabilitas, dan Integrasi) sebagai kerangka kerja yang harus diikuti oleh seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan pasar derivatif PUVA.
Prinsip ini bertujuan untuk memastikan bahwa pasar derivatif PUVA Indonesia dapat beroperasi dengan baik di tingkat internasional. Untuk itu, pengembangan produk yang lebih variatif dan likuid, serta kebijakan harga yang efisien dan kredibel, akan menjadi fokus utama.
Bank Indonesia berharap bahwa melalui penerapan standar internasional ini, pasar derivatif PUVA Indonesia akan semakin kompetitif dan dapat bersaing dengan pasar global. Sinergi antara ICDX, ICH, serta seluruh pemangku kepentingan lainnya akan menjadi kunci sukses dalam mewujudkan tujuan ini.
Masa Depan Pasar Derivatif PUVA Indonesia
Pemberian izin usaha kepada ICDX dan ICH untuk menyelenggarakan transaksi derivatif PUVA ini adalah langkah besar dalam pengembangan pasar uang Indonesia. Kedua lembaga ini diharapkan dapat memperkuat pasar uang Indonesia dengan produk-produk yang lebih beragam dan infrastruktur yang lebih modern.
Meskipun tantangan masih ada, terutama dalam hal penyesuaian terhadap dinamika pasar global dan domestik yang terus berubah, langkah ini membuka kesempatan bagi Indonesia untuk memperkuat pasar uangnya dan meningkatkan daya saingnya di pasar global.
Dengan dukungan penuh dari Bank Indonesia, pasar derivatif PUVA di Indonesia akan semakin berkembang dan siap bersaing dengan pasar global yang lebih besar dan lebih kompetitif.
Sutomo
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Solusi Mudik Aman: Kemenhub Siapkan Program Mudik Gratis Lebaran 2026
- Rabu, 11 Februari 2026
Reformasi Pasar Modal Berpotensi Menekan Laba Dan Model Bisnis Perusahaan Sekuritas
- Rabu, 11 Februari 2026
Update Harga Sembako Jogja 11 Februari 2026: Daging Ayam dan Cabai Melejit
- Rabu, 11 Februari 2026
Berita Lainnya
IHSG Menguat Dua Hari Beruntun: Analisis Tren Dan 5 Saham Jagoan Analis
- Rabu, 11 Februari 2026
Penyaluran Kredit Bank Milik Pemkab Cirebon Masih Solid di Tengah "Musim Gugur" BPR
- Rabu, 11 Februari 2026
Terpopuler
1.
LPS Targetkan Kredit Bank Tumbuh 12 Persen di Momentum Ramadhan 2026
- 11 Februari 2026
2.
3.
4.
Keamanan EV China Disorot: Nio Tarik Ratusan Ribu Unit Mobil
- 11 Februari 2026
5.
BRI Finance Proyeksikan NPF Tetap Terjaga Pasca-Lebaran 2026
- 11 Februari 2026












