JAKARTA - Nilai tukar rupiah kembali menunjukkan apresiasi terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Rabu, 11 Februari 2026.
Mata uang Garuda dibuka di level Rp16.768 per dolar AS, menguat 0,26 persen dibanding penutupan sebelumnya. Penguatan ini sejalan dengan tren sebagian besar mata uang Asia pagi ini.
Pergerakan rupiah mendapat dorongan dari tekanan dolar AS yang sedikit melemah di tengah sentimen global. Indeks dolar AS tercatat bergerak di level 96,79, sementara investor menunggu perkembangan geopolitik dan data ekonomi yang memengaruhi arah pasar.
Baca JugaReformasi Pasar Modal Berpotensi Menekan Laba Dan Model Bisnis Perusahaan Sekuritas
Sentimen eksternal, seperti peringatan AS agar kapal berbendera mereka menjauhi wilayah Selat Hormuz dan Teluk Oman, menciptakan ketidakpastian geopolitik. Risiko ketegangan antara AS dan Iran tetap tinggi, meski kedua negara tengah melakukan pembicaraan terkait program nuklir Teheran.
Kombinasi faktor global dan domestik membuat rupiah pagi ini terapresiasi, meski analis memperkirakan penguatan masih terbatas dan volatilitas akan tetap tinggi hingga rilis data terbaru.
Pergerakan Mata Uang Asia Pagi Ini
Seiring rupiah, sebagian besar mata uang kawasan Asia Pasifik pagi ini juga menguat. Yen Jepang menjadi yang paling terapresiasi dengan kenaikan 0,30 persen, diikuti baht Thailand naik 0,22 persen.
Dolar Taiwan naik 0,16 persen, won Korea Selatan terapresiasi 0,13 persen, dan dolar Singapura menguat tipis 0,06 persen. Dolar Hongkong juga menguat 0,03 persen.
Di sisi lain, beberapa mata uang Asia melemah, seperti yuan China yang turun 0,04 persen dan ringgit Malaysia yang melemah 0,09 persen. Tren ini menunjukkan pergerakan yang bervariasi meski mayoritas regional terapresiasi.
Investor regional memanfaatkan apresiasi mata uang untuk meminimalkan risiko dan menyesuaikan strategi investasi di tengah ketidakpastian global.
Kurs Dolar AS di Bank BCA Hari Ini
PT Bank Central Asia Tbk. (BCA) menetapkan kurs e-rate pukul 10.14 WIB, dengan harga beli dolar AS sebesar Rp16.772 dan jual Rp16.792.
Berdasarkan TT Counter, BCA menetapkan kurs beli Rp16.615 dan jual Rp16.915 per dolar AS. Sementara Bank Notes mengacu pada angka yang sama, yakni beli Rp16.615 dan jual Rp16.915.
Pergerakan kurs ini mencerminkan respons bank terhadap fluktuasi rupiah pagi ini, sekaligus memberikan panduan bagi nasabah untuk transaksi harian mereka.
Kurs Dolar AS di Bank BRI Hari Ini
PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) menetapkan kurs e-rate pukul 10.11 WIB, dengan harga beli Rp16.771 dan jual Rp16.797 per dolar AS.
Pada TT Counter, BRI mematok kurs beli Rp16.670 dan jual Rp16.870. Harga tersebut berlaku hingga pembaruan waktu yang sama.
Pergerakan kurs di BRI menunjukkan strategi bank menyesuaikan diri dengan penguatan rupiah, sekaligus menyiapkan likuiditas untuk transaksi ritel dan korporasi.
Kurs Dolar AS di Bank Mandiri dan BNI Hari Ini
Bank Mandiri menetapkan special rate pukul 09.26 WIB, dengan kurs beli Rp16.755 dan jual Rp16.785 per dolar AS. TT Counter dan Bank Notes menyesuaikan di level beli Rp16.600 dan jual Rp16.900.
Bank Negara Indonesia (BNI) menetapkan special rate pukul 11.20 WIB, dengan kurs beli Rp16.774 dan jual Rp16.794. TT Counter dan Bank Notes BNI mengacu pada kurs beli Rp16.615 dan jual Rp16.915.
Pergerakan ini mencerminkan kebijakan perbankan nasional dalam menyeimbangkan likuiditas dan stabilitas nilai tukar, sambil mengikuti tren penguatan rupiah di pasar spot.
Faktor Penggerak Rupiah Pagi Ini
Penguatan rupiah pagi ini sebagian besar dipengaruhi oleh kombinasi tekanan melemah dolar AS dan sentimen geopolitik global. Peringatan AS terkait Selat Hormuz menimbulkan kekhawatiran pasar, meski sentimen hawkish The Fed membatasi apresiasi rupiah lebih luas.
Investor masih menunggu data ekonomi terbaru, termasuk indikator ketenagakerjaan dan inflasi global, yang diperkirakan dapat menentukan arah rupiah selanjutnya.
Pergerakan rupiah yang positif pagi ini menjadi peluang bagi trader untuk memanfaatkan momentum jangka pendek, sambil tetap memperhatikan risiko dari volatilitas pasar global.
Kesimpulan Pergerakan Rupiah dan Kurs Bank
Rupiah pagi ini menguat ke level Rp16.768 per dolar AS, didukung apresiasi mata uang Asia lainnya. Kurs di BCA, BRI, Mandiri, dan BNI menyesuaikan dengan pergerakan pasar untuk memfasilitasi transaksi nasabah.
Sentimen global dan domestik akan tetap memengaruhi fluktuasi rupiah sepanjang hari. Investor disarankan memantau perkembangan geopolitik dan data ekonomi untuk menentukan strategi transaksi jangka pendek maupun menengah.
Mazroh Atul Jannah
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Solusi Mudik Aman: Kemenhub Siapkan Program Mudik Gratis Lebaran 2026
- Rabu, 11 Februari 2026
Reformasi Pasar Modal Berpotensi Menekan Laba Dan Model Bisnis Perusahaan Sekuritas
- Rabu, 11 Februari 2026
Update Harga Sembako Jogja 11 Februari 2026: Daging Ayam dan Cabai Melejit
- Rabu, 11 Februari 2026
Berita Lainnya
IHSG Menguat Dua Hari Beruntun: Analisis Tren Dan 5 Saham Jagoan Analis
- Rabu, 11 Februari 2026
Penyaluran Kredit Bank Milik Pemkab Cirebon Masih Solid di Tengah "Musim Gugur" BPR
- Rabu, 11 Februari 2026
Terpopuler
1.
LPS Targetkan Kredit Bank Tumbuh 12 Persen di Momentum Ramadhan 2026
- 11 Februari 2026
2.
3.
4.
Keamanan EV China Disorot: Nio Tarik Ratusan Ribu Unit Mobil
- 11 Februari 2026
5.
BRI Finance Proyeksikan NPF Tetap Terjaga Pasca-Lebaran 2026
- 11 Februari 2026












