Rabu, 11 Februari 2026

Rupiah Menguat Pagi Ini, Tembus Kisaran Rp 16.700 Per Dollar AS

Rupiah Menguat Pagi Ini, Tembus Kisaran Rp 16.700 Per Dollar AS
Rupiah Menguat Pagi Ini, Tembus Kisaran Rp 16.700 Per Dollar AS

JAKARTA - Nilai tukar rupiah kembali menunjukkan penguatan pada awal perdagangan Rabu. 

Mata uang Garuda dibuka di level Rp 16.770 per dollar AS, naik 41 poin atau 0,24 persen dibandingkan penutupan Selasa, yang berada di Rp 16.811 per dollar AS. Penguatan ini menjadi sinyal positif setelah sehari sebelumnya rupiah berakhir di zona merah.

Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, memproyeksikan rupiah berpotensi menguat terhadap dollar AS, seiring tekanan yang masih membayangi mata uang Negeri Paman Sam. Kenaikan ini terjadi setelah data penjualan ritel Amerika Serikat dilaporkan lebih lemah dari ekspektasi pasar, memberikan ruang apresiasi bagi rupiah.

Baca Juga

Reformasi Pasar Modal Berpotensi Menekan Laba Dan Model Bisnis Perusahaan Sekuritas

Meski demikian, penguatan rupiah diperkirakan terbatas. Dollar AS masih mendapat dukungan dari sentimen hawkish sejumlah pejabat The Fed. Hal ini membuat investor bersikap hati-hati, menunggu data Non-Farm Payrolls (NFP) yang akan dirilis malam ini untuk menentukan arah pasar lebih jelas.

Rupiah diperkirakan bergerak dalam kisaran Rp 16.750 hingga Rp 16.850 per dollar AS pada perdagangan hari ini. Para pelaku pasar cenderung bersikap wait and see, mengantisipasi rilis data ketenagakerjaan AS yang bisa memberikan arah baru bagi dolar dan mata uang lainnya.

Tekanan Dollar AS Masih Membayangi Rupiah

Kendati rupiah menguat, dollar AS masih memiliki pengaruh signifikan terhadap pergerakan mata uang global. Sentimen hawkish dari pejabat Federal Reserve membuat ruang penguatan rupiah tidak terlalu luas.

Data penjualan ritel AS yang lebih lemah dari perkiraan menjadi katalis positif bagi rupiah, namun efeknya tertahan oleh dukungan dolar dari ekspektasi kenaikan suku bunga. Kombinasi ini membuat pasar menyesuaikan strategi trading secara hati-hati.

Investor cenderung menunggu rilis data NFP AS, yang sering menjadi acuan utama bagi pergerakan pasar mata uang dan saham global. Ketidakpastian ini membuat volatilitas rupiah tetap tinggi meski tren penguatan terlihat pada perdagangan pagi.

Dalam kondisi seperti ini, trader dan investor sebaiknya menempatkan posisi secara konservatif. Memantau level support dan resistance rupiah menjadi strategi penting untuk mengantisipasi pergerakan pasar yang dinamis.

Pergerakan IHSG Sejalan dengan Rupiah

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga mencatat penguatan pada perdagangan Rabu. IHSG dibuka di level 8.152,785 dan naik 37,622 poin atau 0,46 persen ke posisi 8.169,361.

Sepanjang perdagangan pagi, indeks sempat menyentuh level tertinggi harian di 8.176,740 dan terendah 8.148,247. Volume transaksi mencapai 2,790 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 1,517 triliun, menandakan aktivitas pasar yang cukup tinggi.

Secara sektoral, sebanyak 380 saham menguat, 158 saham melemah, dan 161 saham stagnan. Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia tercatat sebesar Rp 14.876,169 triliun, menunjukkan pergerakan pasar yang solid seiring penguatan rupiah.

Pergerakan IHSG ini menjadi indikator bahwa sentimen positif rupiah juga mendorong optimisme di pasar saham domestik. Investor mengambil peluang untuk masuk ke saham-saham unggulan yang mendapat dorongan dari mata uang yang stabil.

Sektor yang Mendukung Kenaikan IHSG

Penguatan IHSG pagi ini didorong oleh beberapa sektor utama. Sektor energi menunjukkan kenaikan signifikan, diikuti sektor consumer cyclical dan perindustrian.

Sebaliknya, sektor keuangan dan kesehatan sedikit menahan laju indeks dengan kontraksi tipis. Meski ada beberapa sektor yang melemah, mayoritas saham berada di zona hijau, memperkuat tren penguatan indeks secara keseluruhan.

Kinerja sektoral ini menjadi acuan penting bagi investor, terutama bagi mereka yang mengandalkan strategi saham berbasis sektor. Pergerakan energi dan industri yang positif biasanya menjadi sinyal awal momentum pasar lebih luas.

Strategi Investor Menghadapi Pasar yang Masih Volatil

Di tengah penguatan rupiah dan IHSG, para pelaku pasar cenderung bersikap hati-hati. Investor disarankan memantau range pergerakan rupiah Rp 16.750–Rp 16.850 dan level support-resistance IHSG untuk menentukan titik masuk dan keluar investasi.

Volatilitas pasar masih tinggi menjelang rilis data ketenagakerjaan AS. Hal ini menuntut strategi manajemen risiko yang baik, termasuk diversifikasi portofolio dan pemantauan pergerakan pasar secara real-time.

Penguatan rupiah dan IHSG pagi ini memberikan momentum bagi investor domestik untuk melakukan transaksi. Namun, kewaspadaan tetap diperlukan mengingat dinamika pasar global yang dapat mempengaruhi arah mata uang dan saham.

Kesimpulan Penguatan Rupiah dan IHSG

Secara keseluruhan, rupiah pagi ini menguat ke kisaran Rp 16.700 per dollar AS, sementara IHSG dibuka naik 0,46 persen. Keduanya menunjukkan sinyal positif setelah tekanan sebelumnya, meski ruang penguatan masih terbatas.

Investor disarankan tetap mengikuti sentimen pasar global, termasuk data NFP AS, untuk menyesuaikan strategi investasi. Kombinasi penguatan rupiah dan IHSG bisa dimanfaatkan sebagai peluang trading, dengan tetap memperhatikan manajemen risiko.

Mazroh Atul Jannah

Mazroh Atul Jannah

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Analisis IHSG Dan Rekomendasi Saham Hari Ini: 11 Februari 2026

Analisis IHSG Dan Rekomendasi Saham Hari Ini: 11 Februari 2026

IHSG Menguat Dua Hari Beruntun: Analisis Tren Dan 5 Saham Jagoan Analis

IHSG Menguat Dua Hari Beruntun: Analisis Tren Dan 5 Saham Jagoan Analis

Harga Emas UBS dan Galeri24 di Pegadaian Kompak Naik: Momentum Lindung Nilai di Awal Tahun

Harga Emas UBS dan Galeri24 di Pegadaian Kompak Naik: Momentum Lindung Nilai di Awal Tahun

Harga Emas Antam Terkoreksi Rp7.000 ke Level Rp2,947 Juta per Gram: Peluang Akumulasi di Tengah Volatilitas

Harga Emas Antam Terkoreksi Rp7.000 ke Level Rp2,947 Juta per Gram: Peluang Akumulasi di Tengah Volatilitas

Penyaluran Kredit Bank Milik Pemkab Cirebon Masih Solid di Tengah

Penyaluran Kredit Bank Milik Pemkab Cirebon Masih Solid di Tengah "Musim Gugur" BPR