JAKARTA - Tekanan di pasar logam mulia kembali terasa pada perdagangan Rabu 11 Februari 2026.
Harga emas dan perak dunia tercatat melemah cukup dalam setelah rilis data ekonomi Amerika Serikat menunjukkan perlambatan. Sentimen tersebut langsung memicu aksi jual di pasar komoditas. Dampaknya, harga perak mengalami koreksi signifikan dalam satu sesi perdagangan.
Penurunan ini terjadi setelah laporan penjualan ritel Amerika Serikat pada Desember tidak menunjukkan pertumbuhan. Data tersebut mengejutkan pasar karena sebelumnya ada ekspektasi perbaikan. Ketika konsumsi melemah, pelaku pasar mulai menyesuaikan proyeksi ekonomi. Kondisi inilah yang memicu volatilitas harga logam mulia.
Baca JugaPasar Kripto Melemah, Bitcoin Turun Tajam ke Kisaran 68 Ribu Dollar
Penurunan Harga Perak Dan Reaksi Pasar
Harga perak spot turun 3,3 persen menjadi US$ 80,63 per ons. Koreksi ini terjadi setelah sebelumnya perak melonjak hampir 7 persen. Pergerakan tajam tersebut menunjukkan fluktuasi yang tinggi dalam waktu singkat. Investor jangka pendek terlihat melakukan aksi ambil untung.
Standard Chartered dalam catatannya menyebut arus keluar produk berbasis perak atau exchange traded product membuat perak rentan terhadap volatilitas dalam jangka pendek. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa arus dana memiliki pengaruh besar. Ketika dana keluar dari instrumen berbasis perak, harga menjadi lebih mudah tertekan.
Namun, ada pandangan berbeda mengenai prospek jangka menengah. “Namun pasar yang mengalami kekurangan pasokan mengindikasikan potensi pemulihan dalam beberapa bulan mendatang,” ungkap dia dilansir dari Reuters. Artinya, meski terjadi tekanan jangka pendek, peluang rebound tetap terbuka. Faktor pasokan menjadi salah satu penopang harapan tersebut.
Cadangan Perak Dan Emas Di London
Asosiasi Pasar Bullion London atau London Bullion Market Association atau LBMA melaporkan cadangan perak di brankas London mencapai 27.729 metrik ton pada akhir Januari. Angka tersebut turun 0,3 persen dibanding Desember. Penurunan stok ini mencerminkan adanya pengurangan persediaan fisik. Meski tipis, data tersebut tetap menjadi perhatian pasar.
Sementara itu, stok emas justru mengalami peningkatan. Cadangan emas naik 0,6 persen menjadi 9.158 ton. Kenaikan stok emas berbanding terbalik dengan perak. Perbedaan ini menunjukkan dinamika permintaan dan distribusi yang tidak selalu sejalan antar logam mulia.
Pergerakan cadangan sering dijadikan indikator sentimen pasar. Ketika stok menurun, pasar dapat menilai adanya potensi kekurangan pasokan. Sebaliknya, kenaikan stok bisa memberi sinyal tekanan permintaan. Investor global terus memantau data tersebut sebagai referensi pengambilan keputusan.
Pergerakan Logam Mulia Lainnya
Tidak hanya perak yang melemah pada perdagangan hari ini. Harga platinum spot juga turun 1,8 persen menjadi US$ 2.084,42 per ons. Tekanan harga terjadi secara merata di sektor logam mulia. Kondisi ini menandakan sentimen negatif yang lebih luas.
Paladium pun ikut terkoreksi. Harga paladium turun 2,1 persen ke level US$ 1.709,82 per ons. Penurunan ini memperlihatkan bahwa pelaku pasar cenderung mengurangi eksposur terhadap aset logam. Reaksi tersebut terjadi seiring perubahan ekspektasi ekonomi global.
Sebelumnya, pasar juga menyoroti fase volatilitas tinggi pada emas dan perak. Fluktuasi harga dalam beberapa pekan terakhir memang cukup tajam. Kombinasi faktor data ekonomi dan arus investasi memperbesar pergerakan harian. Investor pun dihadapkan pada dinamika yang cepat berubah.
Pengaruh Data Ekonomi Amerika Serikat
Fokus pasar kini tertuju pada rilis data nonfarm payrolls Januari. Data tersebut dijadwalkan segera diumumkan dengan proyeksi ekonom menunjukkan penambahan sekitar 70.000 lapangan kerja. Angka ini lebih rendah dibanding periode sebelumnya. Perlambatan tersebut memberi sinyal ekonomi bergerak lebih lambat.
Kondisi tersebut menempatkan belanja konsumen dan perekonomian pada jalur pertumbuhan yang lebih lambat memasuki tahun baru. Jika konsumsi melambat, aktivitas ekonomi bisa ikut tertekan. Situasi ini berpotensi memengaruhi kebijakan moneter. Bank sentral biasanya mempertimbangkan data ketenagakerjaan sebelum mengambil langkah.
Prospek ekonomi yang lebih lemah memperkuat ekspektasi penurunan suku bunga. Pelaku pasar kini memperkirakan dua kali pemangkasan suku bunga masing masing 25 basis poin pada tahun ini. Harapan tersebut tercermin dalam pergerakan pasar obligasi dan komoditas. Ekspektasi kebijakan menjadi penentu arah harga.
Implikasi Suku Bunga Terhadap Logam Mulia
Suku bunga yang lebih rendah umumnya mendukung emas yang tidak memberikan imbal hasil. Penurunan bunga menurunkan biaya peluang memegang logam mulia tersebut. Dalam kondisi suku bunga tinggi, investor cenderung memilih instrumen berbunga. Sebaliknya, ketika bunga turun, emas dan perak menjadi lebih menarik.
Meski demikian, reaksi pasar tidak selalu linier. Pada perdagangan hari ini, perak justru terkoreksi tajam. Hal ini menunjukkan bahwa sentimen jangka pendek masih dipengaruhi data ekonomi. Investor tetap berhati hati dalam mengambil posisi.
Secara keseluruhan, penurunan harga perak hingga 3 persen mencerminkan tingginya sensitivitas pasar terhadap data makroekonomi. Arus keluar dana dan perubahan ekspektasi suku bunga memperbesar tekanan. Namun, sinyal kekurangan pasokan memberi ruang bagi potensi pemulihan. Pasar logam mulia pun diperkirakan tetap bergerak dinamis dalam beberapa waktu ke depan.
Mazroh Atul Jannah
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Kurs Rupiah Menguat Pagi Ini, Investor Pantau Sentimen Ekonomi Global
- Rabu, 11 Februari 2026
Presiden Prabowo Dorong Sinergi Pengusaha Dalam Semangat Indonesia Incorporated Nasional
- Rabu, 11 Februari 2026
Berita Lainnya
Kurs Rupiah Menguat Pagi Ini, Investor Pantau Sentimen Ekonomi Global
- Rabu, 11 Februari 2026
Terpopuler
1.
Harga TBS Kelapa Sawit Sumsel Februari 2026 Alami Kenaikan Positif
- 11 Februari 2026
2.
Panduan Memilih Perhiasan Emas di Tengah Kenaikan Harga Emas
- 11 Februari 2026
3.
Mengenal Skema KUR BSI 2026: Simulasi Pinjaman dan Angsuran
- 11 Februari 2026
4.
Lelang Sukuk Februari 2026: Investor Berebut, Imbal Hasil Tinggi
- 11 Februari 2026



.jpg)

.jpg)



