Mirae Asset Sekuritas Salurkan Bantuan CSR untuk Pemulihan Warga Aceh Tamiang
- Rabu, 11 Februari 2026
JAKARTA - Upaya pemulihan pascabencana membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, tidak hanya dari pemerintah, tetapi juga sektor swasta.
Di tengah kondisi masyarakat yang masih berjuang bangkit dari dampak bencana alam, kehadiran bantuan menjadi penopang penting bagi keberlangsungan hidup para pengungsi. Inilah yang mendorong PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia untuk turun langsung menyalurkan bantuan kepada warga terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tamiang.
Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), perusahaan menyalurkan berbagai kebutuhan dasar yang ditujukan untuk mendukung pemulihan masyarakat yang masih bertahan di lokasi pengungsian. Bantuan tersebut diberikan kepada pengungsi di dua titik utama, yakni Desa Kota Lintang Bawah dan Kampung Durian, yang hingga kini masih mengalami keterbatasan fasilitas akibat kerusakan parah pascabencana.
Baca JugaPresiden Prabowo Dorong Sinergi Pengusaha Dalam Semangat Indonesia Incorporated Nasional
Bantuan Difokuskan untuk Kebutuhan Dasar dan Kelayakan Istirahat
Direktur PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Tomi Taufan, menjelaskan bahwa bantuan yang disalurkan difokuskan pada pemenuhan kebutuhan mendesak para pengungsi, terutama perlengkapan yang menunjang kelayakan hidup sehari-hari.
“Melihat kondisi tersebut, Perusahaan menyalurkan bantuan berupa perlengkapan dan fasilitas penunjang istirahat agar para pengungsi dapat beristirahat dengan lebih layak. Selain itu, bantuan juga mencakup perlengkapan ibadah seperti sarung, Al-Quran, mukena, sajadah, perlengkapan dapur umum dan baju baru,” ujar Tomi Taufan di Aceh Tamiang, Selasa.
Bantuan tersebut diserahkan pada Selasa, 10 Februari 2026 dengan target penerima manfaat sekitar 200 pengungsi yang berada di dua lokasi pengungsian. Hingga saat ini, sebagian warga masih harus tinggal di tenda-tenda darurat dengan kondisi yang belum sepenuhnya memadai untuk kebutuhan jangka menengah.
Ribuan Kepala Keluarga Terdampak Bencana Alam
Berdasarkan data di lapangan, dampak bencana alam di Desa Kota Lintang dan Kampung Durian cukup luas. Wilayah terdampak mencakup lebih dari 3.000 kepala keluarga, dengan banyak rumah warga mengalami kerusakan berat bahkan hanyut diterjang bencana.
Kondisi tersebut memaksa ribuan warga mengungsi demi keselamatan. Namun, keterbatasan fasilitas di lokasi pengungsian membuat kehidupan para pengungsi berjalan dalam kondisi serba terbatas. Kebutuhan dasar seperti tempat tidur layak, perlengkapan memasak, serta akses air bersih menjadi tantangan yang masih dihadapi hingga kini.
Dalam situasi tersebut, bantuan dari berbagai pihak sangat berarti untuk menjaga daya tahan para pengungsi selama masa pemulihan berlangsung.
Perhatian Khusus untuk Anak-anak di Lokasi Pengungsian
Selain menyalurkan bantuan kebutuhan dasar bagi keluarga, Mirae Asset Sekuritas juga memberikan perhatian khusus kepada anak-anak yang terdampak bencana. Perusahaan menyalurkan buku edukasi dan alat tulis guna mendukung aktivitas belajar sekaligus bermain di tengah kondisi pengungsian.
Langkah ini diharapkan dapat membantu menjaga semangat belajar anak-anak meski berada dalam situasi darurat. Aktivitas edukatif juga dinilai penting untuk memberikan ruang psikologis yang lebih positif bagi anak-anak agar tidak sepenuhnya larut dalam trauma bencana.
Bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk memastikan bahwa proses pemulihan tidak hanya menyentuh aspek fisik, tetapi juga aspek sosial dan pendidikan masyarakat terdampak.
Dana CSR Berasal dari Perusahaan, Karyawan, dan Nasabah
Head of Human Capital Division PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Ratna Ekawati, menyampaikan bahwa kegiatan sosial ini juga bertujuan menumbuhkan empati dan kepedulian sosial di lingkungan internal perusahaan.
“Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya kami untuk menumbuhkan empati dan kepedulian sosial di lingkungan internal perusahaan. Dana yang digunakan untuk program ini berasal dari Perusahaan, himpunan dana karyawan Mirae Asset Sekuritas serta dukungan nasabah melalui program Odd Lot,” kata Ratna Ekawati.
Partisipasi berbagai pihak dalam penggalangan dana ini mencerminkan semangat gotong royong yang ingin dibangun perusahaan, baik di internal maupun bersama para pemangku kepentingan.
Kebutuhan Pengungsi Masih Tinggi Jelang Ramadan
Meski bantuan telah disalurkan, kebutuhan di lokasi pengungsian masih tergolong besar. Fasilitas istirahat, bahan makanan, air bersih, serta perlengkapan dapur umum masih sangat dibutuhkan, terutama menjelang bulan Ramadan.
Penanggung jawab pengungsian Desa Kota Lintang, Aulia, menyampaikan bahwa bantuan yang diterima sangat membantu para pengungsi dalam bertahan di tengah keterbatasan.
“Saat ini masih banyak warga yang membutuhkan hunian sementara yang layak serta dukungan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Bantuan yang diberikan sangat membantu pengungsi dalam bertahan dan mempersiapkan diri menghadapi masa pemulihan,” ujarnya.
Sementara itu, penanggung jawab pengungsian Kampung Durian, Ust. Hamdani, menyoroti kondisi fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) yang banyak mengalami kerusakan. Selain itu, ketersediaan air bersih menjadi kebutuhan paling mendesak bagi para pengungsi di lokasi tersebut.
Melalui program CSR ini, Mirae Asset Sekuritas berharap dapat terus berkontribusi secara berkelanjutan dalam mendukung masyarakat terdampak bencana. Perusahaan juga menegaskan komitmennya untuk mengambil peran aktif dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan, sekaligus memperkuat sinergi antara dunia usaha dan masyarakat dalam menghadapi masa pemulihan pascabencana.
Mazroh Atul Jannah
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Kurs Rupiah Menguat Pagi Ini, Investor Pantau Sentimen Ekonomi Global
- Rabu, 11 Februari 2026
Presiden Prabowo Dorong Sinergi Pengusaha Dalam Semangat Indonesia Incorporated Nasional
- Rabu, 11 Februari 2026
Berita Lainnya
Layanan Samsat Keliling Hadir Kembali Di Wilayah Lengkap Jadetabek Hari Ini
- Rabu, 11 Februari 2026
Yusril Buka Kajian Bebas Visa UEA Dorong Kerja Sama Strategis Indonesia
- Rabu, 11 Februari 2026
BMKG Mengeluarkan Peringatan Potensi Hujan Deras Di Wilayah Jawa Timur Hari Rabu Ini
- Rabu, 11 Februari 2026
Terpopuler
1.
Harga TBS Kelapa Sawit Sumsel Februari 2026 Alami Kenaikan Positif
- 11 Februari 2026
2.
Panduan Memilih Perhiasan Emas di Tengah Kenaikan Harga Emas
- 11 Februari 2026
3.
Mengenal Skema KUR BSI 2026: Simulasi Pinjaman dan Angsuran
- 11 Februari 2026
4.
Lelang Sukuk Februari 2026: Investor Berebut, Imbal Hasil Tinggi
- 11 Februari 2026



.jpg)

.jpg)


.jpg)



