Selasa, 10 Februari 2026

Visi Ciamis 2026: Menuju Kabupaten Organik untuk Sejahterakan Petani Lokal

Visi Ciamis 2026: Menuju Kabupaten Organik untuk Sejahterakan Petani Lokal
Visi Ciamis 2026: Menuju Kabupaten Organik untuk Sejahterakan Petani Lokal

JAKARTA - Kabupaten Ciamis tengah bersiap melakukan transformasi besar di sektor agraris. Di bawah kepemimpinan Bupati Herdiat Sunarya, wilayah yang dikenal dengan kesuburan tanahnya ini menargetkan diri untuk menjadi Kabupaten Organik pada tahun 2026. Langkah strategis ini diambil sebagai respons atas meningkatnya kesadaran para petani lokal akan pentingnya beralih ke metode pertanian yang lebih ramah lingkungan, sehat, dan yang terpenting, memberikan keuntungan ekonomi yang lebih menjanjikan dibandingkan metode konvensional.

Pencanangan visi besar ini bukan sekadar wacana. Melalui pergeseran pola tanam dari kimia ke organik, Pemerintah Kabupaten Ciamis optimistis dapat memperbaiki kesejahteraan petani sekaligus memulihkan kualitas ekosistem lahan pertanian. Dengan memanfaatkan kekayaan sumber daya alam yang melimpah, Ciamis berupaya membangun kedaulatan pangan berbasis kesehatan yang berkelanjutan bagi generasi mendatang.

Panen Raya Organik dan Keunggulan Kembali ke Alam

Baca Juga

Ribuan Petani Milenial Riau Jadi Garda Terdepan Swasembada Pangan Nasional

Target ambisius tersebut disampaikan secara langsung oleh Herdiat Sunarya saat menghadiri agenda Panen Raya Organik yang diinisiasi oleh Petani Organik Mandiri Ciamis di Demplot Jambansari, Kelurahan Ciamis, Senin. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Herdiat menyoroti tren positif di kalangan petani yang mulai meninggalkan pupuk kimia dan beralih ke bahan organik.

Bupati menekankan bahwa selain faktor kesehatan, aspek keterjangkauan biaya produksi menjadi daya tarik utama bagi petani. “Bertani secara organik ini banyak kelebihannya. Selain lebih sehat karena kembali ke alam, hasil panennya juga lebih baik. Harga pupuk organik relatif murah, mudah dijangkau, dan masih banyak keunggulan lainnya,” ujar Herdiat. Keunggulan-keunggulan ini diharapkan mampu menjadi pemantik bagi seluruh petani di Ciamis untuk segera melakukan migrasi ke sistem pertanian organik secara masif.

Jaminan Pasar dan Peluang Ekonomi Produk Organik

Salah satu kendala yang sering menghantui petani saat akan mencoba metode baru adalah kepastian pemasaran hasil panen. Namun, untuk komoditas organik, Bupati Herdiat memberikan jaminan bahwa pasar masih sangat terbuka lebar. Meningkatnya gaya hidup sehat di tingkat global telah memicu permintaan produk organik yang sangat tinggi, baik dari pasar domestik maupun mancanegara.

“Permintaan sangat besar. Jadi pemasaran tidak akan sulit,” tambahnya dengan nada optimis. Jaminan ini diharapkan mampu memberikan rasa tenang bagi para petani untuk fokus pada peningkatan kualitas produksi. Dengan harga jual produk organik yang cenderung lebih stabil dan premium di pasaran, margin keuntungan yang didapatkan petani tentu akan jauh lebih layak dibandingkan hasil pertanian non-organik.

Mendorong Peran Petani Milenial dalam Regenerasi

Selain fokus pada metode tanam, Bupati Herdiat juga menaruh perhatian besar pada keberlanjutan profesi petani. Ia mendorong keterlibatan aktif dari generasi muda atau petani milenial untuk menjadi penggerak utama dalam ekosistem pertanian organik di Ciamis. Regenerasi dianggap krusial agar inovasi pertanian organik tidak berhenti di generasi saat ini saja.

“Ke depan, pertanian organik ini jangan hanya ditekuni oleh para orang tua. Anak-anak muda harus dilibatkan. Masih banyak pemuda yang belum memiliki pekerjaan, alangkah baiknya mereka diajak dan dibimbing oleh para petani yang sudah berpengalaman,” ungkap Herdiat. Kehadiran anak muda diharapkan mampu membawa sentuhan teknologi dan strategi pemasaran digital guna memperluas jangkauan distribusi produk organik Ciamis.

Mengoptimalkan Karunia Tanah Subur dan Air Melimpah

Keberanian Ciamis mencanangkan diri sebagai Kabupaten Organik didukung oleh potensi geografis yang luar biasa. Ketersediaan air yang tidak pernah putus serta karakter tanah yang secara alami masih sangat produktif menjadi modal utama yang harus disyukuri dan dikelola secara bijaksana. Pertanian organik dipandang sebagai cara terbaik untuk menjaga "warisan" alam tersebut agar tidak rusak oleh paparan zat kimia jangka panjang.

“Mari kita bersama-sama membangun Ciamis di sektor pertanian. Kita syukuri anugerah tanah subur dan air yang melimpah ini, dan kita optimalkan sebaik-baiknya,” pungkas Herdiat. Sinergi antara pemerintah dan petani menjadi kunci agar kekayaan alam ini dapat dikonversi menjadi kemakmuran bagi seluruh masyarakat Ciamis melalui gerakan organik mandiri.

Latar Belakang Gerakan dari Keprihatinan Petani Mandiri

Di balik visi besar pemerintah, terdapat gerakan akar rumput yang menjadi motor penggerak. Ketua Petani Organik Mandiri Ciamis, Abdul Majid, menjelaskan bahwa inisiatif ini bermula dari kepedulian para petani senior dan pensiunan yang ingin memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Gerakan ini lahir dari rasa prihatin terhadap kondisi lapangan yang sering kali menyudutkan posisi tawar petani kecil.

Abdul Majid menyebut pertanian organik lahir dari keprihatinan terhadap mahalnya pupuk kimia serta rendahnya harga jual padi yang sering merugikan petani. Hal ini memicu keresahan massal di tingkat bawah yang akhirnya melahirkan kesadaran untuk mencari alternatif solusi yang mandiri dan berkelanjutan.

Solusi Efisiensi Biaya dan Peningkatan Kualitas Panen

Melalui praktik yang telah berjalan, penggunaan metode organik terbukti mampu menjawab keluhan-keluhan krusial petani. “Kami memulai pertanian organik ini dari keinginan untuk membantu petani dan masyarakat. Banyak keluhan soal pupuk yang mahal, sementara hasil panen dijual dengan harga murah,” ungkap Abdul Majid.

Dengan memproduksi pupuk secara mandiri dari bahan-bahan organik di sekitar, ketergantungan terhadap pupuk kimia yang mahal dapat diputus. Ia menyebut penggunaan pupuk organik membantu meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil panen, sekaligus menekan biaya produksi agar keuntungan petani lebih layak. Pencapaian ini menjadi fondasi kuat bagi Kabupaten Ciamis untuk melangkah pasti menuju target sebagai sentra organik nasional pada tahun 2026 mendatang.

David

David

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Solusi Strategis Jalur Logistik Lebaran Demi Jaga Stabilitas Ekonomi Nasional

Solusi Strategis Jalur Logistik Lebaran Demi Jaga Stabilitas Ekonomi Nasional

Nias Utara Amankan 200 Unit Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya

Nias Utara Amankan 200 Unit Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya

BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Ceger Dorong Kesejahteraan Pekerja Melalui MLT Perumahan

BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Ceger Dorong Kesejahteraan Pekerja Melalui MLT Perumahan

Sinergi 1665 Petani Milenial Riau Menjadi Garda Terdepan Dalam Penguatan Ketahanan Pangan

Sinergi 1665 Petani Milenial Riau Menjadi Garda Terdepan Dalam Penguatan Ketahanan Pangan

Masa Depan Nikel Indonesia dalam Persaingan Baterai Kendaraan Listrik Global

Masa Depan Nikel Indonesia dalam Persaingan Baterai Kendaraan Listrik Global