Selasa, 10 Februari 2026

Kadin Dorong Perluasan Magang Nasional bagi Lulusan SMK Indonesia

Kadin Dorong Perluasan Magang Nasional bagi Lulusan SMK Indonesia
Kadin Dorong Perluasan Magang Nasional bagi Lulusan SMK Indonesia

JAKARTA - Upaya menekan angka pengangguran terbuka terus menjadi perhatian berbagai pemangku kepentingan. 

Di tengah tantangan ketenagakerjaan yang masih dihadapi Indonesia, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai perlu adanya perluasan akses Program Magang Nasional, khususnya bagi lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). 

Selama ini, program tersebut dinilai masih lebih banyak menyasar lulusan perguruan tinggi, padahal lulusan SMK justru menjadi kelompok dengan tingkat pengangguran tertinggi.

Baca Juga

Visi Ciamis 2026: Menuju Kabupaten Organik untuk Sejahterakan Petani Lokal

Dengan karakter pendidikan yang berbasis keterampilan, lulusan SMK dinilai memiliki potensi besar untuk segera masuk ke dunia kerja apabila didukung pengalaman praktik yang memadai.

Oleh karena itu, Kadin memandang perlu adanya kebijakan afirmatif agar lulusan SMK memperoleh kesempatan magang yang lebih luas, terstruktur, dan relevan dengan kebutuhan industri.

Kadin Dorong Kuota Magang Nasional Diperluas

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai program Magang Nasional dapat diperluas bagi lulusan baru (fresh graduate) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), tidak hanya bagi lulusan perguruan tinggi.

“Harapan kami, pertama kuota (diperbanyak). Lalu, kami harapkan bukan hanya diperluas untuk yang S1 saja, tapi mungkin bisa diperluas juga dari sisi jumlah atau penambahan kuota khusus untuk anak-anak SMK supaya mereka juga mendapatkan skill yang lebih baik lagi,” kata Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Otonomi Daerah Sarman Simanjorang.

Menurut Sarman, perluasan kuota magang bagi lulusan SMK menjadi langkah strategis untuk memperkuat kesiapan tenaga kerja muda menghadapi kebutuhan industri.

Program magang dinilai mampu menjembatani kesenjangan antara dunia pendidikan dan dunia kerja, terutama bagi lulusan vokasi yang membutuhkan pengalaman langsung di lapangan.

Pengangguran Lulusan SMK Masih Jadi Tantangan

Lebih lanjut, Sarman menilai upaya peningkatan kompetensi bagi lulusan SMK juga perlu menjadi perhatian khusus untuk mengurangi angka pengangguran di Indonesia. Data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa lulusan SMK masih mendominasi tingkat pengangguran terbuka.

Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan dari 7,35 juta orang pengangguran per November 2025, lulusan SMK menyumbang tingkat pengangguran terbanyak sebanyak 8,45 persen, disusul lulusan jenjang SMA di angka 6,55 persen.

Angka tersebut menunjukkan bahwa meskipun lulusan SMK dibekali keterampilan teknis sejak bangku sekolah, masih terdapat tantangan besar dalam menyerap mereka ke pasar kerja. Keterbatasan pengalaman kerja, jejaring industri, serta kurangnya penguatan soft skill dinilai menjadi faktor penghambat.

Manfaat Magang Enam Bulan bagi Lulusan SMK

Program Magang Nasional yang berdurasi selama enam bulan tersebut, lanjut Sarman, diharapkan bisa dimanfaatkan peserta magang dengan baik. Program ini tidak hanya memberikan uang saku, tetapi juga pengalaman kerja yang relevan dengan kebutuhan industri.

“Program Magang Nasional yang berdurasi selama enam bulan tersebut, lanjut Sarman, diharapkan bisa dimanfaatkan peserta magang dengan baik. Karena tidak hanya mendapatkan uang saku dan persiapan menjelang memasuki dunia kerja, tapi sekaligus memperluas jejaring dan akses,” ujarnya.

Sarman berharap selama periode magang, peserta mampu menyerap keterampilan teknis dan nonteknis yang dibutuhkan perusahaan. Dengan demikian, setelah program berakhir, peserta magang diharapkan memiliki peluang lebih besar untuk langsung terserap ke dunia kerja formal.

Harapan Penyerapan Kerja Setelah Program Magang

Kadin juga menaruh harapan besar agar peserta Magang Nasional dapat memperoleh pekerjaan setelah program selesai. Menurut Sarman, durasi enam bulan seharusnya cukup untuk membekali peserta dengan keterampilan dasar yang dibutuhkan industri.

“Tentu kita harapkan dalam jangka enam bulan ini, harapan kita tentu para anak-anak magang sudah mendapat pekerjaan baru yang sesuai apa yang mereka dapatkan selama mereka ikut magang di perusahaan (yang mereka masuki),” ujar Sarman.

Ia mencontohkan, peserta magang yang ditempatkan di sektor hospitality seperti hotel dan restoran diharapkan dapat langsung bekerja di sektor yang sama setelah magang berakhir. Hal ini dinilai akan mempercepat proses transisi lulusan SMK dari dunia pendidikan ke dunia kerja.

“Katakanlah misalnya kalau mereka magang di sektor hospitality seperti hotel dan restoran, ke depan juga mereka sudah bisa mendapatkan pekerjaan yang sama. Tentu yang kita dorong itu adalah bagaimana supaya berbagai program-program strategis pemerintah ini itu betul-betul bisa dipercepat prosesnya,” imbuhnya.

Pengamat Nilai Magang Penting bagi Usia Produktif

Pandangan Kadin tersebut juga mendapat dukungan dari pengamat ketenagakerjaan sekaligus Koordinator Advokasi BPJS Watch, Timboel Siregar. Ia menilai perluasan akses magang bagi lulusan SMK sangat penting karena mereka berada pada usia produktif yang membutuhkan tambahan kompetensi.

“Magang Nasional ini menurut saya lebih difokuskan karena memang faktanya pengangguran terbuka kita tinggi dan mereka adalah lulusan SMA/K dan kuliah yang belum punya skill karena di dunia pendidikannya tidak dibekali, belum punya pengalaman, belum punya modal dan jejaring,” kata Timboel.

Menurut Timboel, tanpa adanya fasilitasi program seperti magang, lulusan SMA dan SMK akan semakin kesulitan mendapatkan pekerjaan formal. Oleh karena itu, Magang Nasional dinilai sebagai salah satu instrumen penting untuk memperkuat daya saing tenaga kerja muda.

“(Jika tidak difasilitasi) Maka mereka akan semakin susah mendapatkan pekerjaan formal,” ujarnya menambahkan.

Sutomo

Sutomo

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

BP Batam Perkuat Konektivitas Logistik dan Diplomasi Maritim di Forum Euromaritime

BP Batam Perkuat Konektivitas Logistik dan Diplomasi Maritim di Forum Euromaritime

Solusi Strategis Jalur Logistik Lebaran Demi Jaga Stabilitas Ekonomi Nasional

Solusi Strategis Jalur Logistik Lebaran Demi Jaga Stabilitas Ekonomi Nasional

Nias Utara Amankan 200 Unit Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya

Nias Utara Amankan 200 Unit Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya

BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Ceger Dorong Kesejahteraan Pekerja Melalui MLT Perumahan

BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Ceger Dorong Kesejahteraan Pekerja Melalui MLT Perumahan

Sinergi 1665 Petani Milenial Riau Menjadi Garda Terdepan Dalam Penguatan Ketahanan Pangan

Sinergi 1665 Petani Milenial Riau Menjadi Garda Terdepan Dalam Penguatan Ketahanan Pangan