KAI Logistik Angkut 4,03 Juta Ton Batu Bara untuk Dukung Distribusi Energi
- Kamis, 05 Februari 2026
JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatatkan kinerja luar biasa dalam mengangkut batu bara pada Januari 2026, dengan total 4.025.975 ton batu bara berhasil didistribusikan ke berbagai wilayah di Indonesia.
Angkutan batu bara ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung kelancaran distribusi energi di Indonesia, yang sangat bergantung pada pasokan energi untuk pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) yang tersebar di Pulau Jawa, Bali, dan wilayah lainnya.
Tidak hanya berfokus pada efisiensi operasional, KAI juga mengoptimalkan penggunaan teknologi dan memperkuat infrastruktur logistik untuk mendukung kelancaran pasokan batu bara.
Baca JugaJadwal KA BIAS Februari 2026 Rute Bandara Adi Soemarmo Lengkap Tarif Terbaru
Peningkatan Angkutan Batu Bara untuk Mendukung Energi Nasional
Angkutan batu bara oleh KAI memiliki peranan yang sangat penting dalam menjaga ketahanan energi nasional. Batu bara yang diangkut sebagian besar digunakan sebagai bahan bakar utama pembangkit listrik tenaga uap yang memasok listrik ke berbagai sektor, seperti rumah sakit, sekolah, industri, pusat perbelanjaan, dan rumah tangga.
Oleh karena itu, distribusi batu bara yang lancar sangat penting untuk memastikan pasokan energi yang stabil, yang berdampak langsung pada kegiatan ekonomi dan kehidupan sehari-hari masyarakat.
Menurut Anne Purba, Vice President Corporate Communication KAI, pengangkutan batu bara sebesar 4.025.975 ton pada Januari 2026 merupakan kontribusi nyata KAI dalam menjaga ketahanan energi nasional.
“Kami ingin memastikan bahwa distribusi batu bara tetap lancar dan sesuai kebutuhan, baik untuk pembangkit listrik maupun untuk sektor lainnya yang membutuhkan energi,” ujar Anne. KAI terus bekerja keras untuk menjaga keandalan layanan angkutan batu bara agar pasokan energi tidak terganggu.
Inovasi dan Modernisasi Infrastruktur Logistik KAI
Sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan efisiensi angkutan batu bara, KAI terus melakukan modernisasi pada infrastruktur logistiknya. Salah satu terminal utama yang mengalami modernisasi adalah Terminal Kertapati, yang kini dilengkapi dengan sistem conveyor belt terintegrasi dengan shiploader berkapasitas 1.500 ton per jam.
Sistem ini menggantikan metode konvensional yang menggunakan dump truck untuk bongkar muat batu bara. Dengan teknologi ini, proses bongkar muat menjadi lebih cepat, terukur, dan ramah lingkungan.
“Modernisasi ini mendorong peralihan dari sistem yang berbasis dump truck menuju sistem logistik yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Hal ini penting untuk meningkatkan kecepatan distribusi dan mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan,” jelas Anne Purba.
Selain itu, KAI juga memperkuat operasional harian dengan memastikan bahwa lebih dari 59.000 ton batu bara dapat diangkut setiap harinya dari berbagai titik terminal untuk memastikan kontinuitas pasokan ke pengguna akhir.
KAI mengelola batu bara dari lima terminal utama, yaitu Kertapati, Sukacinta, Muaralawai, Merapi, dan Banjarsari. Semua terminal ini memiliki kapasitas dan sistem modern yang mendukung kelancaran distribusi.
Pemanfaatan Teknologi untuk Meningkatkan Efisiensi Supply Chain
Seiring dengan peningkatan volume angkutan batu bara, KAI juga mengimplementasikan teknologi RFID pada kontainer batu bara. Teknologi ini bertujuan untuk meningkatkan akurasi pemantauan dan efisiensi supply chain management.
Dengan teknologi RFID, setiap kontainer batu bara dapat dipantau secara real-time, sehingga KAI dapat memastikan bahwa distribusi batu bara dilakukan dengan lebih presisi dan tepat waktu.
“Penerapan teknologi RFID ini juga mendukung upaya kami dalam meningkatkan efisiensi operasional dan mengurangi potensi kesalahan dalam pengelolaan distribusi. Ini adalah langkah yang sangat penting untuk memastikan bahwa batu bara sampai ke tujuan tepat waktu dan dalam kondisi baik,” kata Anne.
Lebih dari itu, teknologi RFID juga memberikan keuntungan dalam hal pengelolaan data. Dengan sistem ini, KAI dapat melacak seluruh perjalanan batu bara, mulai dari titik asal hingga pengguna akhir, yang mendukung pengelolaan rantai pasokan yang lebih efisien.
Komitmen KAI pada Keberlanjutan Energi
Salah satu langkah penting yang diambil oleh KAI dalam mendukung keberlanjutan energi adalah dengan menggunakan Biosolar B40 pada seluruh lokomotif dan genset KAI. Sejak Februari 2025, KAI beralih dari bahan bakar fosil ke Biosolar B40, yang mengandung campuran 40 persen bahan nabati. Penggunaan bahan bakar ini tidak hanya mengurangi emisi gas rumah kaca, tetapi juga mendukung transisi energi terbarukan yang sedang digalakkan pemerintah Indonesia.
“Penggunaan B40 ini adalah salah satu komitmen kami untuk mendukung ketahanan energi nasional dengan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Selain itu, dengan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan, kami juga berkontribusi pada pengurangan jejak karbon yang dihasilkan dari aktivitas transportasi logistik,” ujar Anne Purba.
Langkah ini menunjukkan bahwa KAI tidak hanya berfokus pada efisiensi distribusi energi, tetapi juga peduli terhadap keberlanjutan lingkungan dengan menggunakan teknologi yang ramah lingkungan. KAI ingin menjadi pionir dalam solusi transportasi yang tidak hanya efisien, tetapi juga berkelanjutan.
Pentingnya Keandalan Layanan Kereta Api dalam Distribusi Energi
Keandalan layanan kereta api dalam mengangkut batu bara sangat penting untuk menjaga stabilitas pasokan listrik di Indonesia.
Dalam konteks ini, KAI memainkan peran yang sangat krusial. Mengingat permintaan energi yang semakin meningkat, distribusi batu bara yang efisien dan tepat waktu sangat diperlukan untuk memastikan pembangkit listrik dapat beroperasi dengan baik.
Dengan demikian, KAI tidak hanya berperan dalam sektor logistik, tetapi juga memiliki dampak langsung pada ketahanan energi nasional.
"Keandalan transportasi batu bara dengan kereta api ini membantu memastikan bahwa pasokan listrik di Indonesia tetap terjaga, terutama bagi sektor-sektor vital yang sangat bergantung pada listrik, seperti rumah sakit, industri, dan usaha kecil menengah," kata Anne.
Pentingnya peran kereta api dalam distribusi energi ini semakin terasa saat terjadi peningkatan permintaan energi menjelang musim panas atau liburan panjang, yang menyebabkan lonjakan kebutuhan pasokan listrik.
Oleh karena itu, KAI terus berusaha untuk menjaga layanan angkutan batu bara agar tetap optimal dan siap untuk menghadapinya.
KAI tidak hanya berfokus pada peranannya dalam mendistribusikan batu bara, tetapi juga berupaya menciptakan sistem logistik yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.
Dengan menggunakan teknologi canggih, memodernisasi infrastruktur, dan beralih ke energi terbarukan, KAI berkomitmen untuk terus mendukung ketahanan energi nasional.
Melalui langkah-langkah ini, KAI tidak hanya memperkuat sektor logistik, tetapi juga turut berkontribusi pada pembangunan ekonomi yang berkelanjutan di Indonesia.
Sutomo
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Jadwal Lengkap KA Prameks Yogyakarta Kutoarjo Kamis 5 Februari 2026
- Kamis, 05 Februari 2026
Jadwal Terbaru Kapal Pelni Batam Jakarta Februari 2026 Lengkap Harga Tiket
- Kamis, 05 Februari 2026
Jadwal Kapal Pelni Makassar Tarakan Februari 2026 Lengkap Harga Tiket Terbaru
- Kamis, 05 Februari 2026
Menlu Sugiono Ungkap Peran Palestina Dorong Indonesia Gabung Dewan Perdamaian
- Kamis, 05 Februari 2026
Berita Lainnya
Jadwal Terbaru Kapal Pelni Batam Jakarta Februari 2026 Lengkap Harga Tiket
- Kamis, 05 Februari 2026
Jadwal Kapal Pelni Makassar Tarakan Februari 2026 Lengkap Harga Tiket Terbaru
- Kamis, 05 Februari 2026
Garuda Indonesia Umrah Travel Fair 2026 Digelar Tiga Kota Tawarkan Paket Menarik
- Kamis, 05 Februari 2026
Investasi Rp1 Triliun SMRA Dorong Pertumbuhan Pasar Properti Bekasi 2
- Kamis, 05 Februari 2026
Terpopuler
1.
2.
3.
Gubernur Jakarta Targetkan 10.000 Bus Listrik Transjakarta pada 2029
- 05 Februari 2026


.jpg)
.jpg)





