Kamis, 05 Februari 2026

Pemkot Surabaya Buka Pelatihan untuk Tingkatkan Keahlian Tukang Bangunan

Pemkot Surabaya Buka Pelatihan untuk Tingkatkan Keahlian Tukang Bangunan
Pemkot Surabaya Buka Pelatihan untuk Tingkatkan Keahlian Tukang Bangunan

JAKARTA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus berkomitmen dalam meningkatkan kualitas dan daya saing tenaga kerja lokal. 

Salah satu upaya yang baru saja diluncurkan adalah program pelatihan tukang bangunan bersertifikat yang dapat diikuti oleh warga Surabaya yang ingin mengasah keterampilan di bidang konstruksi. 

Program ini diharapkan dapat memberikan peluang lebih besar bagi tenaga kerja di sektor konstruksi untuk mendapatkan sertifikat resmi, yang akan meningkatkan kemampuan mereka serta mempermudah akses ke pekerjaan baik di sektor publik maupun swasta.

Baca Juga

IFEX 2026 Jadi Ajang Promosi Daya Saing Industri Mebel Indonesia Global

Menurut Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kota Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro, program pelatihan ini merupakan kelanjutan dari pemetaan tenaga tukang yang dilakukan sejak tahun 2025. 

"Program pelatihan tukang ini sudah dimulai sejak 2025 melalui pemetaan tenaga tukang di Kota Surabaya," ungkap Hebi. 

Pemetaan yang dilakukan oleh Disperinaker Kota Surabaya tersebut mencatat ada 1.042 tenaga tukang yang tersebar di berbagai sektor, termasuk 118 kepala tukang, 146 mandor, 331 pembantu tukang, serta 447 tukang yang masing-masing memiliki spesialisasi dalam bidangnya.

Tujuan Pemetaan dan Fokus Program Pelatihan Tukang

Program pelatihan tukang yang dimulai pada tahun 2026 ini bertujuan untuk meningkatkan penyerapan tenaga kerja di Kota Surabaya, baik oleh Pemkot Surabaya maupun sektor swasta. 

Berdasarkan pemetaan yang sudah dilakukan, Hebi menyebutkan bahwa pemerintah kota akan lebih fokus dalam memfasilitasi tenaga kerja yang memiliki kompetensi untuk bersaing di pasar kerja. 

Selain itu, pelatihan ini juga diharapkan dapat menciptakan tenaga kerja yang lebih terampil dan siap menghadapi tuntutan pasar yang semakin kompleks.

Pelatihan tukang ini dibagi menjadi dua jenjang untuk memberikan kesempatan bagi lebih banyak warga yang ingin meningkatkan kemampuan mereka dalam bidang konstruksi. 

Jenjang pertama ditujukan bagi tenaga pelaksana atau operator, seperti pembantu tukang dan tukang. Jenjang kedua, yang lebih ditujukan bagi tenaga yang memiliki peran pengawasan seperti mandor dan tukang berpengalaman, memberikan kesempatan untuk memperdalam keterampilan mereka dalam hal pengawasan proyek serta manajemen konstruksi. 

Untuk dapat mengikuti jenjang kedua, peserta diwajibkan melampirkan surat keterangan pengalaman kerja sebagai tukang dari perusahaan atau tempat kerja sebelumnya.

Bagi peserta jenjang pertama, persyaratannya relatif lebih sederhana. Tidak perlu melampirkan portofolio kerja, dan bagi tukang harian atau pekerja lepas yang kesulitan memperoleh surat keterangan kerja, mereka masih bisa melanjutkan pelatihan dengan melampirkan sertifikasi kompetensi tingkat dasar. 

Hal ini memberikan kesempatan kepada mereka yang belum memiliki dokumen pendukung formal, tetapi ingin memperbaiki keterampilan mereka agar lebih kompetitif.

Durasi Pelatihan dan Jenis Sertifikasi yang Diberikan

Pelatihan ini akan berlangsung dalam dua tahap, dengan durasi yang berbeda. Untuk pelatihan jenjang kedua, durasi pelatihan mencapai tiga hari. 

Pada dua hari pertama, peserta akan mendapatkan pembekalan materi terkait keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan di lapangan, sedangkan hari ketiga akan digunakan untuk ujian sertifikasi kompetensi. 

Dengan adanya ujian ini, para peserta akan mendapatkan sertifikat yang diakui resmi, yang menjadi bekal berharga dalam mencari pekerjaan atau berpartisipasi dalam proyek-proyek yang dikelola oleh Pemkot Surabaya maupun sektor swasta.

Sertifikasi kompetensi menjadi kunci penting dalam program ini, karena dengan sertifikat, para tukang yang mengikuti pelatihan akan memiliki keunggulan kompetitif di pasar tenaga kerja. Para peserta pelatihan dapat memanfaatkan sertifikasi ini untuk mempromosikan diri mereka kepada perusahaan-perusahaan yang membutuhkan tenaga ahli di bidang konstruksi. Bahkan, dengan adanya sertifikat ini, mereka dapat terlibat dalam berbagai proyek pembangunan yang sedang dilaksanakan oleh Pemkot Surabaya.

Manfaat Program Pelatihan Tukang bagi Tenaga Kerja Surabaya

Pelatihan tukang bangunan bersertifikat ini memiliki berbagai manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh para peserta. Bagi para tukang dan mandor yang telah mengikuti pelatihan dan mendapatkan sertifikat, mereka akan lebih mudah mendapatkan pekerjaan, baik melalui pemkot maupun perusahaan swasta. 

Program ini juga memberikan peluang bagi warga Surabaya untuk meningkatkan kualitas hidup mereka melalui peningkatan keterampilan dan kemampuan profesional di bidang konstruksi.

Dengan adanya sertifikasi, para peserta pelatihan akan memperoleh pengakuan yang lebih tinggi atas keahlian mereka di bidang konstruksi. Ini tentunya akan memberikan peluang lebih banyak untuk terlibat dalam proyek-proyek pembangunan fisik yang dikelola oleh pemerintah kota maupun sektor swasta. 

Selain itu, program ini juga bertujuan untuk mengurangi kesenjangan keterampilan di industri konstruksi serta menciptakan tenaga kerja yang lebih profesional dan siap bersaing.

Selain itu, melalui pelatihan ini, Pemkot Surabaya juga berharap dapat meningkatkan kualitas bangunan dan infrastruktur yang ada di kota. Dengan mempersiapkan tenaga kerja yang terampil dan bersertifikat, kualitas pekerjaan konstruksi di Surabaya diharapkan akan semakin baik dan sesuai dengan standar yang ditetapkan.

Cara Mendaftar Pelatihan Tukang Bangunan Bersertifikat

Bagi warga Surabaya yang tertarik mengikuti pelatihan ini, pendaftaran dapat dilakukan secara daring melalui situs resmi Disperinaker Surabaya di https://disnaker.surabaya.go.id/three atau menggunakan aplikasi ASSiK di https://disnaker.surabaya.go.id/assik

Disperinaker Surabaya juga menyediakan informasi lebih lanjut terkait pelatihan ini melalui hotline yang dapat dihubungi di nomor 0851-4117-1138.

Pelatihan ini terbuka bagi semua warga Surabaya yang ingin meningkatkan kemampuan mereka di bidang konstruksi. Program ini tidak hanya menguntungkan bagi para tukang, tetapi juga memberikan dampak positif bagi pembangunan infrastruktur di Surabaya secara keseluruhan. 

Dengan program ini, Pemkot Surabaya berharap dapat menciptakan tenaga kerja konstruksi yang terampil dan berkompeten untuk mengimbangi perkembangan pesat di sektor pembangunan.

Program pelatihan tukang bangunan bersertifikat yang dibuka oleh Pemkot Surabaya merupakan langkah strategis untuk meningkatkan keterampilan tenaga kerja lokal di bidang konstruksi. 

Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan jumlah tenaga kerja yang memiliki kompetensi dan sertifikasi akan terus bertambah, sehingga dapat mendukung perkembangan pembangunan di kota Surabaya. 

Sertifikasi yang diberikan juga membuka peluang lebih besar bagi peserta pelatihan untuk berkarir di sektor konstruksi dan berpartisipasi dalam proyek pembangunan, baik yang dilakukan oleh pemerintah maupun sektor swasta.

Sutomo

Sutomo

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Mendag Pastikan Harga Minyakita Stabil dengan Penambahan Second Brand

Mendag Pastikan Harga Minyakita Stabil dengan Penambahan Second Brand

Sampah Plastik di Bali Jadi BBM Berkat Inovasi Teknologi Pirolisis

Sampah Plastik di Bali Jadi BBM Berkat Inovasi Teknologi Pirolisis

INACRAFT 2026 Tampilkan 11 Zona Tematik untuk Pengalaman Belanja yang Efisien

INACRAFT 2026 Tampilkan 11 Zona Tematik untuk Pengalaman Belanja yang Efisien

Program AUTP Kementan Dukung Keberlanjutan Produksi Padi di Indonesia

Program AUTP Kementan Dukung Keberlanjutan Produksi Padi di Indonesia

BPS: Indonesia Tumbuh 5,11 Persen di 2025, Optimis Jaga Pertumbuhan 2026

BPS: Indonesia Tumbuh 5,11 Persen di 2025, Optimis Jaga Pertumbuhan 2026