Kamis, 05 Februari 2026

Gubernur Jakarta Targetkan 10.000 Bus Listrik Transjakarta pada 2029

Gubernur Jakarta Targetkan 10.000 Bus Listrik Transjakarta pada 2029
Gubernur Jakarta Targetkan 10.000 Bus Listrik Transjakarta pada 2029

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, menetapkan target ambisius untuk pengembangan armada transportasi publik di ibu kota. 

Dalam upayanya memperkuat sistem transportasi yang lebih ramah lingkungan dan efisien, Jakarta berencana menambah 10.000 unit armada bus Transjakarta hingga tahun 2029. 

Dengan langkah ini, Jakarta berkomitmen untuk mempercepat transisi ke transportasi berbasis energi terbarukan, yang tentunya akan berkontribusi dalam mengurangi polusi udara serta kemacetan yang selama ini menjadi masalah utama di Jakarta.

Baca Juga

Jadwal KA BIAS Februari 2026 Rute Bandara Adi Soemarmo Lengkap Tarif Terbaru

Pramono menyebutkan bahwa rencananya seluruh armada bus yang baru ini akan menggunakan teknologi listrik, sejalan dengan visi besar untuk menjadikan Jakarta sebagai kota yang lebih hijau dan lebih bersih. 

Target ini sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah provinsi untuk memenuhi janji terkait pengurangan emisi karbon dan mendukung pembangunan berkelanjutan di sektor transportasi.

Target Ambisius Jakarta dalam Meningkatkan Armada Bus Listrik

Penambahan armada bus listrik ini tidak hanya sekadar peningkatan jumlah unit, tetapi juga merupakan bagian dari strategi jangka panjang yang lebih luas untuk membuat Jakarta menjadi lebih ramah lingkungan. 

Sebelumnya, pemerintah DKI Jakarta juga telah berencana untuk memastikan bahwa pada 2027, setidaknya 50 persen dari armada Transjakarta sudah menggunakan bus listrik, dengan fokus pada pemenuhan target ambisius ini menjelang 2030.

Tantangan Infrastruktur dan Ketersediaan Dana

Namun, meskipun target ini sangat ambisius, terdapat sejumlah tantangan yang harus dihadapi oleh pemerintah DKI Jakarta. 

Salah satu tantangan terbesar adalah ketersediaan infrastruktur yang memadai untuk mendukung armada bus listrik, termasuk stasiun pengisian daya atau charging stations yang tersebar di berbagai lokasi di Jakarta. 

Selain itu, adanya pemotongan Dana Bagi Hasil (DBH) oleh pemerintah pusat yang sebesar Rp15 triliun juga menjadi faktor yang cukup mempengaruhi pendanaan untuk mewujudkan transportasi yang lebih ramah lingkungan ini.

Namun, meskipun ada tantangan-tantangan tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomitmen untuk terus berusaha menjaga agar penambahan armada bus listrik tetap berjalan sesuai target. Salah satu solusinya adalah melalui kolaborasi dengan pihak swasta dan investasi di bidang infrastruktur pendukung.

Penambahan Bus Listrik Transjakarta Hingga 2025

Untuk mendukung transisi menuju armada bus listrik yang lebih banyak, PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) telah menargetkan penambahan 200 unit bus listrik pada akhir tahun 2025. 

Dengan tambahan 200 unit ini, total armada bus listrik yang beroperasi di Jakarta akan mencapai 500 unit, yang terdiri dari berbagai jenis rute untuk mengakomodasi mobilitas masyarakat di seluruh kawasan Jakarta.

Sejauh ini, sebanyak 120 unit dari 200 unit bus listrik yang baru direncanakan sudah mulai beroperasi di berbagai rute Transjakarta, dan sisanya sebanyak 80 unit masih dalam tahap penyelesaian proses pengadaan. 

Rute-rute yang sudah dilalui oleh bus listrik di antaranya mencakup beberapa jalur utama yang menghubungkan berbagai kawasan di Jakarta, seperti rute 1A (Pantai Maju-Balai Kota), 1W (Blok M-Ancol), 4 (Pulo Gadung-Galunggung), 5 (Kampung Melayu-Ancol), serta sejumlah rute lainnya yang kini telah menggunakan bus listrik sebagai armadanya.

Proyek Pengembangan Infrastruktur untuk Bus Listrik

Pengembangan infrastruktur pendukung menjadi salah satu elemen penting dalam keberhasilan transisi ini.

 Pemerintah DKI Jakarta dan Transjakarta menyadari bahwa tidak hanya penambahan armada bus listrik yang penting, tetapi juga memastikan bahwa infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik juga tersedia secara merata di seluruh wilayah Jakarta.

Melihat besarnya jumlah armada yang akan beroperasi, pengadaan stasiun pengisian daya (charging stations) menjadi sangat penting agar bus-bus listrik ini dapat beroperasi dengan lancar. 

Selain itu, penguatan jaringan infrastruktur seperti halnya akses ke berbagai titik pengisian daya di lokasi strategis di Jakarta juga menjadi faktor kunci dalam mendukung rencana besar ini.

Transisi ke Transportasi Ramah Lingkungan untuk Jakarta yang Lebih Hijau

Sejalan dengan komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mengurangi dampak buruk polusi udara di Jakarta, penambahan bus listrik ini akan sangat berperan dalam menciptakan solusi transportasi yang lebih ramah lingkungan. 

Selain dapat mengurangi emisi gas rumah kaca, bus listrik juga dikenal lebih hemat energi dan memiliki tingkat kebisingan yang lebih rendah dibandingkan dengan bus konvensional.

Namun, perjalanan menuju Jakarta yang lebih hijau ini tidak bisa terwujud begitu saja tanpa kerjasama antara pemerintah, pihak swasta, serta masyarakat. 

Penambahan bus listrik yang dilakukan oleh DKI Jakarta seiring dengan penguatan sistem transportasi publik secara keseluruhan akan memberikan dampak yang signifikan terhadap perbaikan kualitas udara dan mengurangi polusi suara.

Dukungan dari Masyarakat dan Pihak Swasta

Salah satu elemen penting yang mendukung keberhasilan program ini adalah adanya dukungan dari masyarakat dan sektor swasta. 

Banyaknya masyarakat yang mulai beralih menggunakan transportasi publik ramah lingkungan seperti bus listrik menjadi sebuah langkah positif yang harus didorong. Begitu pula dengan dukungan dari sektor swasta yang berperan dalam penyediaan armada serta infrastruktur pendukung.

Transjakarta pun terus berupaya agar bus listrik yang beroperasi bukan hanya menjadi moda transportasi yang efisien, tetapi juga mampu menjadi pilihan utama bagi masyarakat yang mengutamakan kenyamanan dan keberlanjutan lingkungan dalam beraktivitas sehari-hari.

Dengan target penambahan 10.000 bus listrik Transjakarta pada 2029, DKI Jakarta tengah menunjukkan komitmennya untuk menciptakan kota yang lebih hijau dan lebih ramah lingkungan.

 Tentunya, tantangan besar seperti pengadaan infrastruktur dan dana yang memadai masih perlu diatasi, namun optimisme bahwa Jakarta akan menjadi kota dengan sistem transportasi ramah lingkungan semakin terlihat jelas. 

Dalam waktu dekat, kita akan melihat lebih banyak bus listrik yang beroperasi di Jakarta, memberikan dampak positif bagi kualitas hidup masyarakat dan lingkungan.

Sutomo

Sutomo

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Jadwal Terbaru Kapal Pelni Batam Jakarta Februari 2026 Lengkap Harga Tiket

Jadwal Terbaru Kapal Pelni Batam Jakarta Februari 2026 Lengkap Harga Tiket

Jadwal Kapal Pelni Makassar Tarakan Februari 2026 Lengkap Harga Tiket Terbaru

Jadwal Kapal Pelni Makassar Tarakan Februari 2026 Lengkap Harga Tiket Terbaru

Garuda Indonesia Umrah Travel Fair 2026 Digelar Tiga Kota Tawarkan Paket Menarik

Garuda Indonesia Umrah Travel Fair 2026 Digelar Tiga Kota Tawarkan Paket Menarik

PNM Gelar Rakernas 2026, Aksi Berbagi untuk Masyarakat Aceh

PNM Gelar Rakernas 2026, Aksi Berbagi untuk Masyarakat Aceh

Investasi Rp1 Triliun SMRA Dorong Pertumbuhan Pasar Properti Bekasi 2

Investasi Rp1 Triliun SMRA Dorong Pertumbuhan Pasar Properti Bekasi 2