Pemkot Malang Fasilitasi UMKM Tembus Pasar Nasional Lewat E-Katalog Versi 6
- Kamis, 05 Februari 2026
JAKARTA - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang terus menunjukkan keberpihakannya terhadap pertumbuhan ekonomi kerakyatan dengan membuka akses seluas-luasnya bagi produk lokal dalam sistem pengadaan barang dan jasa (barjas) pemerintah. Melalui langkah strategis digitalisasi, para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kini didorong untuk tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi pemain utama dalam ekosistem belanja negara.
Komitmen ini diwujudkan melalui agenda Sosialisasi dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Katalog Versi 6 yang diperuntukkan bagi pelaku UMKM se-Kota Malang. Kegiatan yang berlangsung di Mini Block Office (MBO) Balai Kota Malang pada Rabu ini, menjadi momentum penting bagi pengusaha lokal untuk memahami mekanisme terbaru dalam sistem e-purchasing yang kini lebih transparan dan kompetitif.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang, Erik Setyo Santoso, yang secara resmi membuka kegiatan tersebut, menekankan bahwa sistem pengadaan pemerintah telah bertransformasi sepenuhnya ke arah digital. Penggunaan e-katalog sebagai platform utama transaksi elektronik menuntut pelaku usaha untuk selalu adaptif terhadap perkembangan teknologi guna menjaga daya saing produk mereka.
Baca JugaZulhas Tegaskan Operasional Kopdes Dimulai Usai Fisik Bangunan Rampung
Modernisasi Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah secara Elektronik
Perkembangan sistem katalog elektronik dari waktu ke waktu merupakan upaya pemerintah dalam menciptakan iklim pengadaan yang lebih selektif, transparan, dan kaya akan variasi produk. Menurut Erik, versi terbaru yakni E-Katalog Versi 6, dirancang untuk memberikan kemudahan bagi semua segmen pelaku usaha dalam memasarkan komoditas mereka kepada instansi pemerintahan.
Pemkot Malang tidak ingin para pelaku UMKM lokal tergilas oleh perubahan zaman dan teknis administrasi. Pemberian fasilitasi ini adalah bentuk nyata pendampingan agar mereka tetap relevan di tengah mekanisme pengadaan yang semakin canggih.
“E-katalog ini diisi oleh seluruh pelaku usaha dari berbagai segmen, mulai dari usaha mikro, kecil, menengah, dan seterusnya. Pemerintah Kota Malang memberikan fasilitasi kepada pelaku UMKM agar tidak tertinggal dalam perkembangan mekanisme pengadaan barang dan jasa,” beber Erik dalam arahannya.
Membuka Gerbang Pasar Kementerian dan Lembaga Se-Indonesia
Keunggulan dari masuknya produk lokal ke dalam E-Katalog Versi 6 bukan hanya terletak pada keterlibatan mereka dalam proyek pembangunan di lingkup internal Pemkot Malang saja. Lebih dari itu, sistem ini terintegrasi secara nasional, sehingga produk-produk unggulan dari Kota Malang memiliki panggung yang lebih luas untuk dilirik oleh kementerian, lembaga setingkat kementerian, hingga pemerintah daerah lain di seluruh penjuru Indonesia.
Langkah tayang di katalog elektronik versi terbaru ini dipandang sebagai kesempatan emas untuk melakukan ekspansi pasar tanpa harus terkendala jarak fisik. Dengan standarisasi yang baik dalam platform tersebut, produk UMKM lokal dapat ikut mewarnai hasil pengadaan di berbagai instansi di luar wilayah Malang.
“Ini saat yang tepat bagi UMKM untuk menayangkan produknya di e-katalog versi 6, sehingga produk UMKM Kota Malang bisa mewarnai hasil pengadaan barang dan jasa di berbagai instansi,” tambah Erik menekankan urgensi dari pemanfaatan sistem terbaru ini.
Dampak Ekonomi Daerah dan Penguatan Daya Saing
Tujuan akhir dari masifnya keterlibatan UMKM dalam E-Katalog Versi 6 adalah terciptanya kemandirian ekonomi daerah yang berkelanjutan. Erik menyebutkan bahwa pemerintah memiliki harapan besar agar pemasaran produk lokal semakin kompetitif. Jika produk UMKM terserap secara optimal oleh anggaran belanja negara (APBN) maupun daerah (APBD), maka roda ekonomi di tingkat bawah akan berputar lebih kencang.
Peningkatan aktivitas ekonomi melalui pengadaan jasa dan barang ini dipercaya akan memberikan efek domino yang positif. Selain meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), penguatan sektor UMKM di dalam sistem pemerintah juga berkontribusi langsung pada pengurangan angka pengangguran melalui penyerapan tenaga kerja di unit-usaha yang berkembang.
“Dengan begitu, UMKM Kota Malang memiliki kesempatan bersaing yang lebih kompetitif dalam memasarkan produknya,” jelas Erik merangkum esensi dari kegiatan sosialisasi tersebut.
Sebagai catatan tambahan, Katalog Elektronik Versi 6 merupakan platform resmi yang menjadi tulang punggung pelaksanaan pengadaan melalui metode e-purchasing. Platform ini digunakan secara luas oleh seluruh tingkatan pemerintahan di Indonesia sebagai manifestasi dari penggunaan anggaran yang akuntabel dan berorientasi pada produk dalam negeri. Dengan keikutsertaan aktif dalam Bimtek ini, UMKM Kota Malang kini selangkah lebih maju untuk menjadi bagian dari rantai pasok nasional.
David
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Dinamika Sembako Kehidupan: Ramalan Zodiak Hari Ini Fokus Evaluasi Rencana
- Kamis, 05 Februari 2026
Dinamika Internal Real Madrid: Isu Konflik Mencuat Akibat Eksperimen Taktik Arbeloa
- Kamis, 05 Februari 2026
IFEX 2026 Jadi Ajang Promosi Daya Saing Industri Mebel Indonesia Global
- Kamis, 05 Februari 2026
Berita Lainnya
BPS Laporkan Pekerja Bertambah dan Pengangguran Menurun Secara Nasional
- Kamis, 05 Februari 2026
Pembukaan Tol Fungsional di Solo-Yogya dan Yogya-Bawen Lebaran 2026
- Kamis, 05 Februari 2026
IKN Kembangkan Pariwisata Berbasis Alam dengan Keterlibatan Warga Lokal
- Kamis, 05 Februari 2026
Terpopuler
1.
Pembukaan Tol Fungsional di Solo-Yogya dan Yogya-Bawen Lebaran 2026
- 05 Februari 2026
2.
3.
Buku Manasik Haji 2026 Kemenhaj Fokuskan Kemudahan untuk Lansia
- 05 Februari 2026
4.
Daftar 20 Kampus Paling Unggul di Asia Edisi TIME-Statista 2026
- 05 Februari 2026
5.
Xiaomi SU7 Geser Dominasi Tesla di Pasar Sedan Listrik China
- 05 Februari 2026












