Visi Baru Buruh Pertambangan: Harmonisasi Industrial di Tengah Arus Digitalisasi
- Kamis, 05 Februari 2026
JAKARTA - Di tengah dinamika ekonomi global yang terus berubah, Federasi Serikat Pekerja Kimia, Energi dan Pertambangan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSP KEP SPSI) memantapkan langkahnya sebagai pilar stabilitas industri nasional. Organisasi ini menegaskan bahwa perjuangan hak pekerja kini tidak lagi hanya soal tuntutan di jalanan, melainkan bagaimana membangun sinergi yang sehat dengan dunia usaha. Komitmen ini menjadi benang merah dalam pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) X FSP KEP SPSI Jawa Timur yang digelar di Surabaya pada Rabu, 4 Februari 2026.
Komitmen Menjaga Hubungan Industrial yang Berkeadilan
Ketua Umum PP FSP KEP SPSI, R. Abdullah, dalam arahannya menekankan bahwa serikat pekerja harus mampu menjadi lokomotif penggerak yang membawa dampak positif bagi iklim investasi dan kesejahteraan. Ia menginstruksikan seluruh jajaran pengurus dan anggota untuk tetap memprioritaskan kondusifitas hubungan industrial. Menurutnya, dinamika antara pekerja dan perusahaan adalah hal yang wajar, namun harus tetap berada dalam koridor yang konstruktif dan jauh dari tindakan anarki.
Baca JugaIFEX 2026 Jadi Ajang Promosi Daya Saing Industri Mebel Indonesia Global
Abdullah menegaskan bahwa hubungan industrial yang dinamis sangat diperlukan, namun tidak boleh bersifat destruktif atau merusak. Fokus utama federasi adalah menjadi garda terdepan dalam menciptakan keharmonisan yang berlandaskan keadilan. Dengan cara ini, perlindungan terhadap pekerja dapat berjalan selaras dengan keberlangsungan bisnis perusahaan, menciptakan sebuah ekosistem yang saling menguntungkan bagi kedua belah pihak.
Optimalisasi Perlindungan di Usia Emas Organisasi
Memasuki usia ke-53 pada Februari ini, FSP KEP SPSI mengusung misi besar untuk bertransformasi menjadi leading union atau serikat pekerja terkemuka di Indonesia. Usia lebih dari setengah abad ini dimaknai sebagai momentum untuk semakin mengoptimalkan peran organisasi dalam memberikan perlindungan serta pembelaan bagi para buruh.
Harapan besar digantungkan agar organisasi ini tidak hanya menjadi wadah administratif, tetapi benar-benar mampu meningkatkan kesejahteraan pekerja beserta keluarganya, baik secara lahir maupun batin. Penguatan peran ini dianggap krusial mengingat tantangan yang dihadapi pekerja di sektor kimia, energi, dan pertambangan semakin kompleks dari tahun ke tahun.
Menyongsong Perubahan Paradigma di Era Robotik
Salah satu sorotan utama dalam agenda kerja lima tahun ke depan adalah kesiapan menghadapi Revolusi Industri 4.0. R. Abdullah mengingatkan bahwa penetrasi teknologi IT yang masif serta penggunaan sistem robotik di dunia pertambangan dan energi merupakan tantangan nyata yang dapat menggeser peran tenaga kerja manusia. Oleh karena itu, pekerja dituntut untuk melakukan perubahan paradigma dan tata nilai secara mendasar.
Serikat pekerja harus mampu mendorong anggotanya untuk berpikir lebih dinamis, realistis, dan inovatif. Perubahan cara berpikir ini sangat penting agar para buruh dapat menyongsong perubahan regulasi dan sistem ketenagakerjaan di masa depan dengan kesiapan mental dan keterampilan yang mumpuni. Transformasi digital tidak seharusnya dilihat sebagai ancaman, melainkan sebagai dorongan untuk terus meningkatkan kompetensi diri.
Sinergi Pekerja dalam Mendukung Program Ekonomi Pemerintah
Sejalan dengan visi pusat, Ketua PD FSP KEP SPSI Jatim, Dendy Prayitno, menyatakan bahwa serikat pekerja di tingkat regional akan terus konsisten mendukung dan mengawal program-program strategis pemerintah. Meskipun kontribusi pekerja secara individu mungkin terlihat kecil, namun secara kolektif di tingkat nasional, peran buruh merupakan mesin penggerak utama dalam peningkatan perekonomian.
Dendy menegaskan bahwa seluruh langkah organisasi akan selalu merujuk pada visi dan misi yang tertuang dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) FSP KEP SPSI. Penyatuan visi ini dianggap sebagai kekuatan utama dalam menjaga soliditas organisasi di tengah gempuran isu-isu ketenagakerjaan yang fluktuatif.
Membangun Kesadaran Berorganisasi sebagai Fondasi Utama
Musda X yang digelar di Surabaya ini mengangkat tema strategis: "Membangun Kesadaran Pentingnya Berorganisasi". Tema ini dipilih untuk mengingatkan kembali para buruh bahwa kekuatan kolektif adalah kunci dalam memperjuangkan hak-hak normatif dan kesejahteraan. Kehadiran Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans Jatim), Sigit Priyanto, dalam acara tersebut turut memberikan sinyal positif adanya dukungan pemerintah terhadap gerakan serikat pekerja yang terorganisir dan profesional.
Melalui Musda ini, FSP KEP SPSI Jawa Timur berharap dapat merumuskan langkah-langkah konkret yang tidak hanya bermanfaat bagi internal organisasi, tetapi juga berkontribusi pada terjaganya iklim investasi yang sehat di Jawa Timur. Kesadaran berorganisasi yang tinggi diharapkan mampu melahirkan kader-kader pekerja yang memiliki integritas tinggi dan mampu berdialog secara bermartabat dengan para pemangku kepentingan di sektor industri.
David
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Zulhas Tegaskan Operasional Kopdes Dimulai Usai Fisik Bangunan Rampung
- Kamis, 05 Februari 2026
BPS Laporkan Pekerja Bertambah dan Pengangguran Menurun Secara Nasional
- Kamis, 05 Februari 2026
Berita Lainnya
INACRAFT 2026 Tampilkan 11 Zona Tematik untuk Pengalaman Belanja yang Efisien
- Kamis, 05 Februari 2026
Pemkot Surabaya Buka Pelatihan untuk Tingkatkan Keahlian Tukang Bangunan
- Kamis, 05 Februari 2026
Terpopuler
1.
Wuling Eksion Jadi SUV Keluarga Baru dengan Teknologi EV dan PHEV
- 05 Februari 2026
2.
Polda Kaltim Petakan 3.000 Truk ODOL Menuju Target Zero 2027
- 05 Februari 2026
3.
Satlantas Polres Probolinggo Gelar Ramp Check di Exit Tol Leces
- 05 Februari 2026











