Rapor Perdagangan Sulawesi Tenggara: Besi Baja dan Nikel Jadi Penopang Utama
- Kamis, 05 Februari 2026
JAKARTA - Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) terus memperkokoh posisinya sebagai salah satu lumbung ekspor strategis di wilayah timur Indonesia. Berdasarkan evaluasi kinerja perdagangan sepanjang tahun 2025, bumi "Halo Sultra" ini menunjukkan ketangguhan melalui komoditas andalan di sektor pertambangan dan kelautan. Meski menghadapi fluktuasi ekonomi global, kekuatan ekspor daerah ini tetap bertumpu pada sinergi antara hasil bumi dan hilirisasi industri yang kian berkembang.
Dominasi Komoditas Unggulan di Pasar Global
Selama periode Januari hingga Desember 2025, arus perdagangan luar negeri Sulawesi Tenggara didominasi oleh tiga kelompok komoditas utama, yakni besi dan baja, ikan dan udang, serta nikel. Keberhasilan hilirisasi nikel menjadi feronikel telah memberikan nilai tambah yang signifikan bagi perekonomian daerah. Feronikel yang diproduksi di Sultra kini menjadi bahan baku vital bagi industri stainless steel atau baja tahan karat di berbagai belahan dunia.
Baca JugaIFEX 2026 Jadi Ajang Promosi Daya Saing Industri Mebel Indonesia Global
Pasar internasional pun menyambut hangat produk-produk asal Sultra. Tiongkok masih menjadi mitra dagang nomor satu, diikuti oleh Korea Selatan, India, Amerika Serikat, dan Meksiko. Kehadiran komoditas laut seperti ikan dan udang juga memberikan warna tersendiri, membuktikan bahwa potensi Sultra tidak hanya terkubur di dalam tanah, tetapi juga melimpah di wilayah perairannya.
Fluktuasi Nilai dan Volume Ekspor Sepanjang 2025
Berdasarkan data resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Tenggara, total nilai ekspor provinsi ini sepanjang tahun 2025 tercatat mencapai 3.723,87 juta dolar AS. Jika dikonversi ke dalam mata uang nasional dengan kurs Rp16.000 per dolar AS, angka tersebut setara dengan Rp59,581 triliun.
Secara akumulatif, angka ini memang mengalami sedikit penurunan dibandingkan performa tahun 2024 yang sempat menyentuh 3.858,27 juta dolar AS atau sekitar Rp61,732 triliun. Namun, optimisme muncul saat melihat data bulanan di penghujung tahun. Pada Desember 2025, nilai ekspor Sultra justru merangkak naik sebesar 3,09 persen secara tahunan (year-on-year), mencapai 328,08 juta dolar AS.
Menariknya, kenaikan nilai ekspor di bulan Desember ini dibarengi dengan penurunan volume ekspor sebesar 14,26 persen, dari 280,95 ribu ton menjadi 240,89 ribu ton. Hal ini mengindikasikan bahwa harga satuan komoditas yang diekspor, khususnya besi dan baja, mengalami perbaikan nilai di pasar internasional sehingga meskipun jumlah barang yang dikirim berkurang, perolehan devisanya tetap meningkat.
Lonjakan Sektor Besi Baja dan Kesiapan Infrastruktur
Lini komoditas besi dan baja menjadi motor penggerak utama pada pengujung tahun 2025. Terjadi kenaikan nilai sebesar 7,32 juta dolar AS atau tumbuh 2,33 persen dibandingkan Desember tahun sebelumnya. Pergerakan logistik yang masif terlihat jelas di Terminal Peti Kemas Kendari New Port, di mana truk-truk kontainer terus memobilisasi feronikel untuk pengiriman langsung (direct exporting) ke berbagai pelabuhan dunia, termasuk Lianyungang di China.
Keberadaan infrastruktur pelabuhan yang mumpuni di Kelurahan Bungkutoko, Kota Kendari, menjadi kunci kelancaran arus barang ini. Pengiriman langsung tanpa melalui pelabuhan transit pihak ketiga membantu menekan biaya logistik dan meningkatkan daya saing produk Sultra di mata pembeli mancanegara.
Dinamika Impor dan Pertumbuhan Investasi Mesin
Di sisi lain neraca, aktivitas impor Sulawesi Tenggara pada Desember 2025 tercatat sebesar 273,14 juta dolar AS. Angka ini menunjukkan lonjakan yang sangat tajam, yakni sebesar 111,38 persen dibandingkan Desember 2024. Peningkatan ini didorong oleh masuknya barang-barang modal, terutama golongan mesin-mesin dan pesawat mekanik yang nilainya melonjak hingga 980,24 persen menjadi 87,56 juta dolar AS.
Kenaikan impor mesin ini sering kali dibaca sebagai indikator positif pertumbuhan investasi dan perluasan kapasitas produksi industri di dalam daerah. Tiongkok, Singapura, dan Malaysia tercatat sebagai tiga negara pemasok barang impor terbesar bagi Sultra. Meski nilai impor melonjak, Provinsi Sulawesi Tenggara tetap berhasil mempertahankan performa positif pada neraca perdagangannya.
Surplus Neraca Perdagangan dan Tantangan Inflasi
Kinerja ekspor yang tetap lebih tinggi dibandingkan impor menghasilkan surplus neraca perdagangan bagi Sulawesi Tenggara sebesar 54,94 juta dolar AS pada Desember 2025. Capaian ini menjadi fondasi penting bagi stabilitas ekonomi regional di tengah berbagai tantangan eksternal.
Namun, pemerintah daerah dan pelaku ekonomi tetap harus waspada terhadap faktor-faktor pendorong inflasi di dalam negeri. Pada Januari 2026, tercatat inflasi tahunan Sultra berada di angka 5,10 persen. Kenaikan tarif listrik dan fluktuasi harga emas perhiasan menjadi faktor utama yang memicu tekanan inflasi tersebut. Menyeimbangkan pertumbuhan ekspor yang agresif dengan pengendalian harga kebutuhan di tingkat lokal menjadi pekerjaan rumah penting bagi pemangku kebijakan di tahun berjalan.
Harapan dan Proyeksi Ekonomi Sultra ke Depan
Dengan penguasaan komoditas strategis seperti nikel dan besi baja, Sulawesi Tenggara diprediksi akan terus menjadi pemain kunci dalam rantai pasok industri baja tahan karat global. Sinergi antara sektor pertambangan yang kuat dan pemanfaatan sumber daya kelautan yang berkelanjutan diharapkan dapat menutup celah penurunan nilai ekspor yang terjadi pada tahun sebelumnya.
Ke depannya, penguatan hilirisasi dan diversifikasi pasar tujuan ekspor akan menjadi kunci agar ekonomi Sultra tidak terlalu bergantung pada satu atau dua negara mitra saja. Dengan menjaga iklim investasi yang kondusif dan terus memperbarui teknologi pengolahan, Sulawesi Tenggara berpeluang besar untuk kembali mencatatkan rekor nilai perdagangan yang lebih tinggi di masa mendatang.
David
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Zulhas Tegaskan Operasional Kopdes Dimulai Usai Fisik Bangunan Rampung
- Kamis, 05 Februari 2026
BPS Laporkan Pekerja Bertambah dan Pengangguran Menurun Secara Nasional
- Kamis, 05 Februari 2026
Berita Lainnya
INACRAFT 2026 Tampilkan 11 Zona Tematik untuk Pengalaman Belanja yang Efisien
- Kamis, 05 Februari 2026
Pemkot Surabaya Buka Pelatihan untuk Tingkatkan Keahlian Tukang Bangunan
- Kamis, 05 Februari 2026
Terpopuler
1.
Wuling Eksion Jadi SUV Keluarga Baru dengan Teknologi EV dan PHEV
- 05 Februari 2026
2.
Polda Kaltim Petakan 3.000 Truk ODOL Menuju Target Zero 2027
- 05 Februari 2026
3.
Satlantas Polres Probolinggo Gelar Ramp Check di Exit Tol Leces
- 05 Februari 2026











