Efisiensi Logistik Jawa Tengah: Kereta Api Jadi Urat Nadi Distribusi Barang
- Kamis, 05 Februari 2026
JAKARTA - Moda transportasi berbasis rel di Jawa Tengah kini semakin mengukuhkan posisinya sebagai tulang punggung distribusi logistik nasional. Di tengah upaya pemerintah menekan biaya logistik dan beralih ke transportasi yang lebih ramah lingkungan, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasional 4 Semarang mencatatkan performa gemilang sepanjang tahun 2025. Tidak hanya sekadar mengangkut penumpang, kereta api kini bertransformasi menjadi simpul strategis yang menghubungkan berbagai pusat ekonomi di Pulau Jawa.
Lonjakan Volume Angkutan dan Dominasi Peti Kemas
Berdasarkan laporan kinerja tahunan, KAI Daop 4 Semarang berhasil mencatatkan kenaikan volume angkutan barang sebesar 11% dibandingkan tahun 2024. Total muatan yang berhasil didistribusikan mencapai 291.572 ton, meningkat signifikan dari capaian tahun sebelumnya yang berada di angka 269.248 ton. Kenaikan ini menunjukkan kepercayaan pelaku usaha yang semakin besar terhadap keandalan kereta api sebagai moda angkut massal.
Baca JugaJadwal KA BIAS Februari 2026 Rute Bandara Adi Soemarmo Lengkap Tarif Terbaru
Fokus utama dari pertumbuhan ini bertumpu pada angkutan peti kemas yang menyumbang porsi terbesar, yakni sebanyak 224.946 ton. Selain peti kemas, KAI Daop 4 juga melayani pengiriman beragam komoditas lain dengan total volume 66.626 ton. Kategori ini mencakup Angkutan Retail (BHP), Angkutan Retail (Parcel)/General Cargo, serta berbagai komoditas strategis lainnya yang menjadi penggerak pasar domestik.
Optimalisasi Stasiun Logistik sebagai Hub Utama
Keberhasilan peningkatan volume ini didukung oleh optimalisasi fungsi stasiun logistik. Manajer Hubungan Masyarakat KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, menjelaskan bahwa layanan bongkar muat peti kemas saat ini difokuskan di dua titik utama, yakni Stasiun Tawang dan Stasiun Brumbung. Penunjukan kedua stasiun ini sebagai pusat logistik bertujuan untuk memudahkan aksesibilitas dari dan menuju kawasan industri serta pusat ekonomi di Jawa Tengah.
Jangkauan layanan Daop 4 kini tidak lagi terbatas pada wilayah regional, melainkan telah menjalin konektivitas dengan puluhan kota dan kabupaten di seluruh Pulau Jawa. Ekosistem logistik yang dibangun KAI telah terintegrasi dengan pelabuhan, pusat distribusi nasional, hingga sentra industri manufaktur. Hal ini sejalan dengan pernyataan Luqman bahwa kereta api kini memegang peran sebagai simpul penting dalam rantai distribusi logistik nasional.
Ketahanan Energi dan Pembangunan Melalui Jalur Rel
Peran strategis KAI Daop 4 Semarang juga merambah ke sektor vital lainnya, yakni ketahanan energi dan pembangunan infrastruktur. Melalui layanan angkutan semen dan Bahan Bakar Minyak (BBM), KAI turut memastikan ketersediaan pasokan material bangunan dan energi di wilayah Jawa Tengah tetap terjaga. Salah satu operasional penting di sektor energi adalah pembongkaran angkutan BBM yang dilayani di Stasiun Larangan.
Dalam siaran persnya, Luqman menegaskan bahwa moda transportasi kereta api ikut mendukung rantai pasok logistik yang berkelanjutan. Dukungan ini diwujudkan melalui peningkatan frekuensi perjalanan, penambahan rute layanan, serta optimalisasi jumlah gerbong per rangkaian guna menjawab kebutuhan logistik yang semakin dinamis dan bervolume besar.
Inovasi Strategis Menuju Ekonomi Hijau
KAI terus berupaya mengambil langkah strategis untuk meningkatkan daya saing logistik berbasis rel. Beberapa aspek yang terus ditingkatkan meliputi ketepatan waktu pengiriman dan inovasi digital dalam pemantauan barang. Keunggulan kereta api yang mampu mengangkut beban berat dalam satu perjalanan menjadikannya alternatif yang jauh lebih efisien dibandingkan moda transportasi darat lainnya.
Lebih lanjut, capaian yang melampaui target tahun sebelumnya ini membuktikan bahwa kereta api semakin relevan dalam mendukung pembangunan ekonomi hijau di Indonesia. Dengan memindahkan beban angkutan barang dari jalan raya ke jalur kereta api, secara tidak langsung KAI berkontribusi pada pengurangan kemacetan, kerusakan jalan, serta emisi karbon yang dihasilkan dari aktivitas logistik darat.
Pertumbuhan Transportasi Jawa Tengah Secara Menyeluruh
Data positif dari sektor perkeretaapian ini selaras dengan laporan Badan Pusat Statistik (BPS) mengenai perkembangan transportasi di Jawa Tengah pada Desember 2025. Sektor udara mencatatkan kenaikan keberangkatan penumpang sebesar 17,57% (mtm) dan kedatangan 20,99% (mtm). Sektor laut pun tidak ketinggalan, di mana jumlah penumpang melalui Pelabuhan Tanjung Emas, Jepara, dan Karimunjawa naik 21,09% (mtm).
Di pelabuhan, aktivitas bongkar muat barang komoditas nonmigas juga menunjukkan gairah yang kuat. Total bongkar barang di lima pelabuhan besar Jawa Tengah pada Desember 2025 tercatat sebesar 1.979.714 ton, atau naik 21,07% secara bulanan. Kenaikan paling fantastis terlihat pada jumlah muat barang nonmigas yang melonjak hingga 1.360,73% mencapai 12.051 ton. Sinergi antara berbagai moda transportasi ini menjadi indikator kuat bahwa aktivitas ekonomi dan logistik di Jawa Tengah sedang berada dalam tren pertumbuhan yang sangat positif.
David
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Jadwal Lengkap KA Prameks Yogyakarta Kutoarjo Kamis 5 Februari 2026
- Kamis, 05 Februari 2026
Jadwal Terbaru Kapal Pelni Batam Jakarta Februari 2026 Lengkap Harga Tiket
- Kamis, 05 Februari 2026
Jadwal Kapal Pelni Makassar Tarakan Februari 2026 Lengkap Harga Tiket Terbaru
- Kamis, 05 Februari 2026
Menlu Sugiono Ungkap Peran Palestina Dorong Indonesia Gabung Dewan Perdamaian
- Kamis, 05 Februari 2026
Berita Lainnya
Jadwal Terbaru Kapal Pelni Batam Jakarta Februari 2026 Lengkap Harga Tiket
- Kamis, 05 Februari 2026
Jadwal Kapal Pelni Makassar Tarakan Februari 2026 Lengkap Harga Tiket Terbaru
- Kamis, 05 Februari 2026
Garuda Indonesia Umrah Travel Fair 2026 Digelar Tiga Kota Tawarkan Paket Menarik
- Kamis, 05 Februari 2026
Investasi Rp1 Triliun SMRA Dorong Pertumbuhan Pasar Properti Bekasi 2
- Kamis, 05 Februari 2026
Terpopuler
1.
2.
3.
Gubernur Jakarta Targetkan 10.000 Bus Listrik Transjakarta pada 2029
- 05 Februari 2026


.jpg)
.jpg)





