Analisis Gasperini Setelah AS Roma Tumbang, Tertinggal dari Inter-Juve
- Selasa, 03 Februari 2026
JAKARTA - Kegagalan mencuri poin di markas Udinese menjadi pukulan telak bagi ambisi AS Roma dalam persaingan papan atas Liga Italia. Kekalahan tipis yang dialami tim berjuluk I Giallorossi pada pekan ke-23 ini memicu reaksi dari sang pelatih, Gian Piero Gasperini. Hasil minor ini tidak hanya menahan posisi Roma di klasemen, tetapi juga menciptakan jurang perbedaan nasib yang kontras jika dibandingkan dengan para rival utama mereka seperti Juventus dan Inter Milan.
Kekalahan AS Roma di Serie A bikin I Giallorossi besutan pelatih Gian Piero Gasperini itu beda nasib dengan Juventus dan Inter Milan yang tampil perkasa pada pekan yang sama. Bertandang ke markas lawan ternyata menjadi misi yang berakhir dengan frustrasi bagi armada Roma yang harus merelakan poin mereka melayang.
Terpeleset di Udine: Akhir Perlawanan I Giallorossi
Baca JugaDinamika Internal Real Madrid: Isu Konflik Mencuat Akibat Eksperimen Taktik Arbeloa
Pertandingan yang berlangsung pada Selasa dini hari WIB di Bluenergy Stadium menjadi saksi betapa sulitnya lini depan Roma menembus pertahanan disiplin Udinese. AS Roma kalah 0-1 dari Udinese lewat gol Jurgen Ekkelenkamp menit ke-49 pada pekan ke-23 Serie A. Gol tunggal di awal babak kedua tersebut menjadi pembeda yang memaksa tim tamu pulang dengan kepala tertunduk.
Hasil ini secara langsung memengaruhi peta klasemen sementara. Kekalahan membuat AS Roma tertahan di posisi 5 dengan 43 poin. Di sisi lain, kemenangan ini menjadi lonjakan moral bagi tuan rumah, di mana Udinese naik ke posisi 9 dengan 32 poin. Jarak poin yang semakin lebar dengan tim di zona empat besar menjadi pekerjaan rumah yang berat bagi Gasperini di sisa musim ini.
Dalih Gian Piero Gasperini: Presisi dan Faktor Keberuntungan
Menanggapi hasil mengecewakan tersebut, Gian Piero Gasperini memberikan pembelaannya. Pelatih AS Roma, Gian Piero Gasperini, beralasan duel kontra Udinese bukan laga yang mudah. Ia menilai anak asuhnya sudah memberikan upaya maksimal, namun ada detail-detail teknis di lapangan yang tidak berjalan sesuai rencana, terutama saat memasuki jantung pertahanan lawan.
"Ini bukan laga yang mudah. Kami kurang sedikit presisi di sepertiga akhir, dan mungkin juga kurang beruntung, terutama pada gol yang kami kebobolan," ungkap Gasperini. Gian Piero Gasperini menyebut laga sulit, tim kurang presisi di sepertiga akhir dan kurang beruntung, namun tetap berusaha tampil dengan kepala tegak. Ketidakmampuan barisan penyerang Roma untuk mengonversi peluang menjadi gol menjadi faktor utama kegagalan mereka memetik poin di Udine.
Nasib Kontras Roma dengan Kedigdayaan Juventus dan Inter Milan
Kekalahan ini terasa semakin menyakitkan bagi pendukung Roma karena para pesaing di papan atas justru meraih hasil yang gemilang. Di pekan ke-23 Serie A, Juventus dan Inter Milan kompak menang, menunjukkan konsistensi yang saat ini belum dimiliki oleh pasukan Gasperini. Perbedaan performa ini membuat Roma perlahan tertinggal dalam persaingan memperebutkan posisi juara atau setidaknya tiket otomatis Liga Champions.
Juventus tampil sangat dominan saat menghadapi Parma dengan skor akhir yang mencolok, 4-1. Sementara itu, sang pemuncak klasemen Inter Milan juga tidak menemui kendala berarti saat melakoni laga tandang. Inter Milan permalukan Cremonese 2-0 tanpa balas. Kemenangan dua raksasa ini semakin mempertegas status mereka sebagai kandidat terkuat peraih Scudetto musim ini, meninggalkan Roma yang harus berjuang ekstra keras untuk menjaga konsistensi di papan tengah-atas.
Mencari Solusi di Tengah Tekanan Persaingan
Gasperini kini dihadapkan pada tantangan besar untuk mengembalikan mentalitas pemenang timnya. Fokus pada ketajaman lini depan atau "presisi di sepertiga akhir" sebagaimana yang ia sampaikan, akan menjadi menu utama dalam sesi latihan mendatang. Roma tidak boleh kehilangan poin lagi jika tidak ingin terlempar dari persaingan zona Eropa.
Ketimpangan nasib antara Roma, Juventus, dan Inter di pekan ini menjadi pengingat bahwa di kompetisi seketat Serie A, setiap kesalahan kecil di lapangan bisa berakibat fatal pada posisi klasemen. Bagi Gasperini, alasan "kurang beruntung" mungkin bisa diterima dalam satu laga, namun untuk jangka panjang, efektivitas strategi di lapangan adalah jawaban mutlak untuk menghindari hasil serupa di masa depan.
David
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Dinamika Sembako Kehidupan: Ramalan Zodiak Hari Ini Fokus Evaluasi Rencana
- Kamis, 05 Februari 2026
Dinamika Internal Real Madrid: Isu Konflik Mencuat Akibat Eksperimen Taktik Arbeloa
- Kamis, 05 Februari 2026
IFEX 2026 Jadi Ajang Promosi Daya Saing Industri Mebel Indonesia Global
- Kamis, 05 Februari 2026
Berita Lainnya
Mencari Pelabuhan Baru: 8 Destinasi Potensial Cristiano Ronaldo Jika Tinggalkan Al Nassr
- Kamis, 05 Februari 2026
Gejolak di Riyadh: Cristiano Ronaldo Pertimbangkan Hijrah ke Amerika Serikat Menyusul Messi
- Kamis, 05 Februari 2026
Peluang Bisnis Ramadhan: 7 Inspirasi Jualan Takjil Sehat yang Disukai Anak-Anak
- Kamis, 05 Februari 2026
Menjelajahi Kuliner Gudeg Autentik di Malang yang Dijamin Bikin Ketagihan
- Kamis, 05 Februari 2026
Menjelajahi Wisata Rasa Kuliner Malam Jogja 2026 yang Viral dan Legendaris
- Kamis, 05 Februari 2026
Terpopuler
1.
Pembukaan Tol Fungsional di Solo-Yogya dan Yogya-Bawen Lebaran 2026
- 05 Februari 2026
2.
3.
Buku Manasik Haji 2026 Kemenhaj Fokuskan Kemudahan untuk Lansia
- 05 Februari 2026
4.
Daftar 20 Kampus Paling Unggul di Asia Edisi TIME-Statista 2026
- 05 Februari 2026
5.
Xiaomi SU7 Geser Dominasi Tesla di Pasar Sedan Listrik China
- 05 Februari 2026












