IHSG Menguat Hari Ini Transaksi Saham Capai Rp33,34 Triliun Pasar Konsolidasi
- Rabu, 14 Januari 2026
JAKARTA - Pergerakan pasar saham domestik kembali menunjukkan sinyal positif di tengah dinamika sentimen global dan domestik yang masih bercampur.
Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG berhasil ditutup menguat pada perdagangan Selasa, 13 Januari 2026, meskipun sepanjang sesi perdagangan sempat bergerak fluktuatif.
Kondisi tersebut mencerminkan sikap pelaku pasar yang masih berhati-hati, namun tetap membuka ruang bagi penguatan lanjutan. IHSG diperkirakan masih berada dalam fase konsolidasi, dengan pergerakan indeks dipengaruhi oleh kombinasi faktor teknikal dan sentimen eksternal.
Baca JugaRekomendasi Saham Hari Ini IHSG Menguat Target Harga PGEO AADI
Pada akhir perdagangan, IHSG ditutup menguat 0,72 persen ke level 8.948,30. Kenaikan ini terjadi setelah indeks bergerak naik turun sepanjang hari, mencerminkan tarik-menarik antara aksi beli dan jual di pasar saham.
Pergerakan IHSG masih dalam fase konsolidasi
Meski sempat mengalami koreksi intraday, kondisi IHSG dinilai masih tergolong wajar. Selama indeks tidak menembus area support utama di level 8.730, tren konsolidasi dinilai masih sehat dan tidak mengubah arah penguatan jangka menengah.
Saat ini, level pivot IHSG berada di kisaran 8.900. Sementara itu, area resistance terdekat berada di level 9.000, dengan support kuat di area 8.730. Level-level teknikal ini menjadi acuan utama pelaku pasar dalam menentukan strategi perdagangan.
Hingga pukul 10.11 WITA, IHSG sempat menyentuh level 9.000. Namun, indeks belum mampu bertahan dan ditutup di atas level psikologis tersebut, sehingga konsolidasi diperkirakan masih berlanjut dalam waktu dekat.
IHSG diproyeksikan bergerak dalam rentang 8.840 hingga 9.000, selama belum ada katalis kuat yang mendorong indeks menembus resistance secara meyakinkan.
Fluktuasi intraday warnai perdagangan saham
Pada sesi pertama perdagangan, IHSG sempat bergerak melemah tipis sebesar 0,001 persen ke level 8.884,62. Tekanan ini muncul seiring aksi ambil untung jangka pendek oleh sebagian investor setelah reli sebelumnya.
Namun, tekanan jual tersebut tidak berlangsung lama. Memasuki sesi kedua, minat beli kembali meningkat dan mendorong IHSG berbalik menguat hingga penutupan perdagangan.
Pada akhir sesi, IHSG berhasil mencatatkan kenaikan 0,72 persen ke level 8.948,30. Capaian ini sekaligus menjadi rekor tertinggi sepanjang masa atau all-time high (ATH) terbaru bagi IHSG.
Rekor ini melampaui pencapaian sebelumnya di level 8.944,81 yang tercatat pada 7 Januari 2026, menandakan tren penguatan indeks masih terjaga meski dibayangi konsolidasi.
Rekor tertinggi baru dicapai di tengah kehati-hatian
Pencapaian rekor ATH ini menunjukkan bahwa sentimen positif di pasar saham domestik masih cukup kuat. Meski pelaku pasar tetap waspada terhadap risiko global, optimisme terhadap prospek pasar saham Indonesia belum sepenuhnya surut.
Pada perdagangan tersebut, tercatat sebanyak 358 saham ditutup menguat. Di sisi lain, 349 saham mengalami penurunan, sementara 251 saham lainnya ditutup stagnan tanpa perubahan harga.
Komposisi ini mencerminkan pergerakan pasar yang relatif berimbang, dengan kecenderungan penguatan tipis yang mampu mengangkat IHSG ke zona positif.
Rentang pergerakan IHSG sepanjang hari berada di antara level terendah 8.841,02 dan level tertinggi 8.956,73. Fluktuasi ini menunjukkan dinamika perdagangan yang cukup aktif di tengah konsolidasi indeks.
Nilai transaksi dan kapitalisasi pasar tetap solid
Aktivitas perdagangan saham pada hari tersebut tergolong ramai. Tercatat volume transaksi mencapai 60,47 miliar saham, menunjukkan partisipasi investor yang masih cukup tinggi di pasar.
Nilai transaksi yang dibukukan mencapai Rp33,34 triliun. Angka ini mencerminkan likuiditas pasar yang tetap terjaga, meskipun sebagian investor memilih bersikap selektif dalam mengambil posisi.
Kapitalisasi pasar saham Indonesia juga tercatat mencapai Rp16.253 triliun. Nilai ini menegaskan posisi pasar modal domestik yang masih solid di tengah tantangan eksternal.
Besarnya nilai transaksi dan kapitalisasi pasar menjadi indikasi bahwa minat investor terhadap aset saham masih cukup kuat, meski pergerakan indeks belum sepenuhnya keluar dari fase konsolidasi.
Prospek IHSG masih ditopang sentimen selektif
Ke depan, pergerakan IHSG diperkirakan masih akan dipengaruhi oleh kombinasi sentimen domestik dan global. Selama indeks belum mampu ditutup secara konsisten di atas level 9.000, konsolidasi diperkirakan masih berlanjut.
Pelaku pasar cenderung menunggu katalis baru, baik dari dalam negeri maupun dari perkembangan global, sebelum meningkatkan eksposur secara agresif. Sentimen suku bunga global, nilai tukar, serta pergerakan pasar regional menjadi faktor yang terus dicermati.
Meski demikian, selama level support utama tetap terjaga, peluang penguatan lanjutan IHSG masih terbuka. Strategi selektif dengan fokus pada saham-saham berfundamental kuat dinilai tetap relevan dalam kondisi pasar saat ini.
Dengan transaksi yang tetap tinggi dan rekor indeks yang terus diperbarui, pasar saham Indonesia masih menunjukkan daya tahan di tengah dinamika global yang belum sepenuhnya stabil.
Enday Prasetyo
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Berita Lainnya
Harga Kripto Hari Ini 14 Januari 2026 Bitcoin Ethereum dan Altcoin Menguat
- Rabu, 14 Januari 2026
Strategi Hati Hati BCA Life Optimalkan Investasi Saham Sepanjang Tahun 2026
- Rabu, 14 Januari 2026
Terpopuler
1.
Menteri UMKM Dorong Kelas Usaha Mikro Ojol Berkembang
- 14 Januari 2026
2.
Pemerintah Beri Diskon Besar Transportasi Mudik Tahun 2026
- 14 Januari 2026
3.
Harga Beras SPHP Dipastikan Rp 12.500 Per Kilogram
- 14 Januari 2026
4.
DEN Tegaskan PLTN Tidak Langsung Gantikan PLTU
- 14 Januari 2026
5.
Pelaku Migas Sangsi Pemerintah Wajibkan Bensin Etanol 20%
- 14 Januari 2026












