JAKARTA - Pergerakan pasar saham domestik kembali memberikan sinyal optimisme pada perdagangan Selasa, 13 Januari 2026.
Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG berhasil mengakhiri sesi perdagangan di zona hijau, mencerminkan sentimen positif yang masih mendominasi aktivitas investor di pasar modal.
Penguatan indeks ini terjadi di tengah dinamika pergerakan saham yang cukup beragam. Sejumlah saham berkapitalisasi besar menjadi penopang utama, sementara sebagian saham lain justru mengalami tekanan cukup dalam. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa strategi selektif masih menjadi pilihan utama pelaku pasar.
Baca JugaIHSG Menguat Hari Ini Transaksi Saham Capai Rp33,34 Triliun Pasar Konsolidasi
Pada penutupan perdagangan, IHSG tercatat menguat 0,72% dan bertengger di level 8.948,30. Kenaikan ini menandai kelanjutan tren positif setelah indeks bergerak fluktuatif sepanjang sesi perdagangan.
Saham kapitalisasi besar dorong penguatan indeks
Kinerja IHSG pada perdagangan kali ini tidak terlepas dari peran saham-saham berkapitalisasi besar yang mencatatkan penguatan signifikan. Saham ASII menjadi salah satu kontributor utama dengan lonjakan harga sebesar 4,29%.
Selain ASII, saham TLKM juga turut memberikan dorongan positif dengan penguatan 2,84%. Pergerakan saham emiten telekomunikasi ini menambah daya dorong bagi indeks di tengah minat beli investor yang masih terjaga.
Saham MBMA bahkan mencatatkan lonjakan paling tinggi dengan kenaikan mencapai 19,23%. Performa impresif MBMA menjadikannya motor penggerak utama pasar dan menarik perhatian pelaku pasar pada perdagangan tersebut.
Kombinasi penguatan saham-saham tersebut berhasil menahan tekanan dari saham lain yang bergerak negatif, sehingga IHSG tetap mampu ditutup di zona hijau.
Tekanan pada saham tertentu masih terlihat
Di sisi lain, tidak semua saham mencatatkan kinerja positif. Beberapa saham justru mengalami koreksi cukup dalam dan masuk ke jajaran saham dengan performa terlemah pada perdagangan hari itu.
Saham BRMS tercatat melemah sebesar 5,16%. Tekanan jual yang terjadi membuat saham ini bergerak di zona merah dan menjadi salah satu pemberat bagi indeks.
Sementara itu, saham BUMI juga mengalami penurunan signifikan dengan koreksi mencapai 6,88%. Pergerakan ini menunjukkan masih adanya aksi jual pada saham-saham tertentu di tengah penguatan pasar secara umum.
Saham IMPC turut terkoreksi cukup dalam sebesar 7,14%. Tekanan pada saham-saham tersebut menggambarkan bahwa pasar masih diwarnai rotasi sektor dan aksi ambil untung oleh investor.
Aliran dana asing masih mencerminkan optimisme
Dari sisi aliran dana, minat investor asing terpantau tetap solid. Di pasar reguler, investor asing membukukan beli bersih atau net buy sebesar Rp1,45 triliun.
Jika dihitung secara keseluruhan di seluruh pasar, total beli bersih asing bahkan mencapai Rp1,99 triliun. Angka ini menunjukkan kepercayaan investor asing terhadap prospek pasar saham domestik masih cukup kuat.
Masuknya dana asing menjadi salah satu faktor penting yang menopang pergerakan IHSG. Aliran dana ini membantu menjaga stabilitas pasar di tengah pergerakan saham yang tidak sepenuhnya seragam.
Kondisi tersebut juga mengindikasikan bahwa Indonesia masih menjadi salah satu tujuan investasi yang menarik di kawasan, meskipun sentimen global tetap menjadi faktor yang diperhatikan.
Kinerja sektoral didominasi pergerakan positif
Secara sektoral, mayoritas sektor mencatatkan pergerakan positif. Dari sebelas sektor yang ada, tujuh sektor berhasil ditutup menguat pada perdagangan tersebut.
Sektor basic materials menjadi sektor dengan kenaikan tertinggi, mencatatkan penguatan sebesar 2,67%. Kinerja sektor ini mencerminkan minat investor yang cukup besar terhadap saham-saham berbasis komoditas dan material dasar.
Di sisi lain, sektor consumer cyclicals justru menjadi satu-satunya sektor dengan pelemahan terdalam. Sektor ini tercatat turun sebesar 1,85% pada penutupan perdagangan.
Perbedaan kinerja antar sektor menunjukkan bahwa pelaku pasar masih melakukan seleksi ketat dalam memilih sektor dan saham yang dinilai memiliki prospek lebih menjanjikan.
Perkembangan emiten dan rekomendasi teknikal
Dari sisi emiten, PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) menandatangani kerja sama strategis dengan Pos Properti Indonesia (PPI) untuk mempercepat pengembangan infrastruktur internet di Tanah Air.
Melalui kolaborasi ini, WIFI akan memanfaatkan sebanyak 2.931 aset properti milik PPI. Aset tersebut akan digunakan untuk pembangunan BTS, penempatan perangkat OLT, serta dukungan fasilitas logistik jaringan.
Langkah ini diharapkan dapat mendorong percepatan pemerataan akses fixed broadband, mengingat tingkat penetrasi layanan internet kabel di Indonesia masih relatif rendah.
Kerja sama tersebut juga dinilai berpotensi menjadi pendorong realisasi proyek Internet Rakyat yang ditargetkan meluncur mulai kuartal I 2026. Hingga saat ini, jumlah calon pelanggan pra-registrasi telah melampaui 900 ribu pengguna.
Dari sisi teknikal, pergerakan saham WIFI berpotensi menghadapi tekanan di area flipover pada kisaran Rp2.950 hingga Rp3.030, sehingga perlu dicermati oleh investor.
Sementara itu, PT Imago Mulia Persada Tbk (LFLO) memasang target pertumbuhan pendapatan hingga Rp100 miliar pada tahun ini. Target tersebut didorong oleh ekspansi bisnis furniture ritel.
Salah satu langkah ekspansi dilakukan melalui pengoperasian flagship store B&B Italia Jakarta yang resmi diluncurkan mulai bulan ini. Ekspansi ini menandai pergeseran model bisnis LFLO ke segmen ritel kelas atas.
Pada tahun buku 2024, LFLO mencatatkan penjualan sebesar Rp120,12 miliar dengan laba bersih Rp15,20 miliar. Kinerja positif berlanjut pada semester I 2025 dengan pertumbuhan pendapatan dan laba yang signifikan secara tahunan.
Enday Prasetyo
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Berita Lainnya
Harga Kripto Hari Ini 14 Januari 2026 Bitcoin Ethereum dan Altcoin Menguat
- Rabu, 14 Januari 2026
Strategi Hati Hati BCA Life Optimalkan Investasi Saham Sepanjang Tahun 2026
- Rabu, 14 Januari 2026
Terpopuler
1.
Menteri UMKM Dorong Kelas Usaha Mikro Ojol Berkembang
- 14 Januari 2026
2.
Pemerintah Beri Diskon Besar Transportasi Mudik Tahun 2026
- 14 Januari 2026
3.
Harga Beras SPHP Dipastikan Rp 12.500 Per Kilogram
- 14 Januari 2026
4.
DEN Tegaskan PLTN Tidak Langsung Gantikan PLTU
- 14 Januari 2026
5.
Pelaku Migas Sangsi Pemerintah Wajibkan Bensin Etanol 20%
- 14 Januari 2026












