Rabu, 07 Januari 2026

IOTF Pacu Pertumbuhan Bisnis dengan Strategi Implementasi AI Terpadu 2026

IOTF Pacu Pertumbuhan Bisnis dengan Strategi Implementasi AI Terpadu 2026
IOTF Pacu Pertumbuhan Bisnis dengan Strategi Implementasi AI Terpadu 2026

JAKARTA - PT Sumber Sinergi Makmur Tbk (IOTF) menargetkan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih sekitar 30 persen pada tahun ini.

Perusahaan mengandalkan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) sebagai strategi utama untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi operasional. Dengan langkah ini, IOTF berharap dapat memperkuat posisi di pasar penyedia layanan GPS Tracker berbasis Internet of Things (IoT).

Produk utama IOTF adalah platform Fox Logger, yang menyediakan GPS Tracker dan layanan Software as a Service (SaaS). Sistem ini memungkinkan pemantauan armada kendaraan dan aset bernilai secara real-time. Fokus perusahaan tetap pada peningkatan jumlah pelanggan sambil menjaga kualitas layanan dan efisiensi operasional.

Baca Juga

162.910 Pelanggan Nikmati Layanan KAI Wisata Selama Nataru 2025/2026

Implementasi AI diharapkan dapat mengotomatisasi aktivitas repetitif dalam operasional. Proses kerja menjadi lebih cepat, akurat, dan berbasis data real-time, sehingga tim internal bisa fokus pada pengembangan bisnis. Hal ini juga mendukung pencapaian target produktivitas dan peningkatan revenue per head count.

Penerapan AI untuk Optimalisasi Operasional

Alamsyah, Direktur Utama IOTF, menjelaskan AI membantu meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya manusia. Pendapatan per karyawan saat ini sekitar Rp 2 miliar, dan melalui AI, perusahaan menargetkan peningkatan hingga Rp 3 miliar. Optimalisasi ini diproyeksikan dapat meningkatkan produktivitas internal sekitar 50 persen.

Sistem AI terintegrasi dengan Enterprise Resource Planning (ERP) yang dikembangkan in-house bernama Fox Ledger. Pendekatan ini memungkinkan fleksibilitas dalam pengembangan sistem serta adaptasi cepat terhadap kebutuhan bisnis. Selain itu, kontrol keamanan dan tata kelola data dapat dijaga lebih baik dibandingkan sistem pihak ketiga.

Perusahaan juga menerapkan AI untuk membantu pelanggan menyederhanakan proses bisnis. Hal ini selaras dengan prinsip internal perusahaan yang menekankan efisiensi dan optimalisasi kerja. Dengan sistem terintegrasi, IOTF berharap dapat menciptakan nilai tambah bagi klien sekaligus meningkatkan keuntungan perusahaan.

Fokus Produk dan Diversifikasi Layanan

IOTF masih memfokuskan bisnis pada GPS Tracker dan layanan SaaS pemantauan aset. Namun, perusahaan juga mulai mengembangkan potensi pasar dashboard camera (dash cam) untuk meningkatkan pendapatan. Peningkatan permintaan dash cam menjadi peluang baru seiring berkembangnya industri otomotif.

Perusahaan optimistis pertumbuhan pasar otomotif akan berdampak positif terhadap penjualan produk IOTF. Kenaikan penjualan mobil akan mendorong kebutuhan alat pemantauan kendaraan secara real-time. Diversifikasi produk ini diharapkan memperkuat kontribusi sektor baru terhadap total pendapatan perusahaan.

Selain itu, IOTF terus menjaga angka berlangganan tetap tinggi. Layanan pelanggan yang berkualitas menjadi fokus utama agar pertumbuhan pelanggan tidak terhambat. Kombinasi strategi AI dan pengembangan produk baru menjadi kunci keberhasilan perusahaan di tahun ini.

Kinerja Keuangan Tahun Lalu

Pada periode sebelumnya, penjualan IOTF mengalami penurunan tipis 1,11 persen dari Rp 45,81 miliar menjadi Rp 45,30 miliar. Perusahaan berhasil memangkas beban pokok penjualan sebanyak 9,63 persen menjadi Rp 26,93 miliar. Efisiensi biaya ini membuat laba kotor tetap tumbuh 14,75 persen menjadi Rp 18,36 miliar.

Laba bersih perusahaan meningkat signifikan 55,23 persen dari Rp 402,09 juta menjadi Rp 624,19 juta. Kenaikan ini terutama didorong oleh implementasi AI yang menurunkan biaya operasional. Perbaikan penjualan pada kuartal akhir semakin memperkuat prospek kinerja perusahaan di tahun ini.

Alamsyah menekankan optimisme terhadap kinerja tahun ini. Pendapatan diperkirakan meningkat dibanding tahun sebelumnya. Sementara itu, laba bersih dapat terus tumbuh seiring keberhasilan strategi AI dan efisiensi operasional.

Komitmen Kualitas dan Keberlanjutan Bisnis

IOTF menegaskan komitmen terhadap kualitas layanan dan keberlangsungan bisnis. Perusahaan telah memiliki empat sertifikasi internasional, yakni ISO 9001:2015, ISO 27001:2013, ISO 20000-1:2018, dan ISO 22301:2019. Sertifikasi ini menjadi bukti pengelolaan sistem yang profesional dan terpercaya.

Perusahaan berupaya menjaga standar operasional tinggi sekaligus memastikan keamanan data pelanggan. Penerapan AI menjadi salah satu pilar utama dalam menjaga kualitas layanan dan konsistensi pengembangan bisnis. 

Dengan kombinasi strategi teknologi dan manajemen berkualitas, IOTF siap menghadapi tantangan pasar dan meningkatkan nilai perusahaan.

Selain itu, integrasi teknologi membantu perusahaan memperluas layanan tanpa menambah beban karyawan. Optimalisasi sumber daya internal memungkinkan pertumbuhan berkelanjutan dan daya saing yang lebih kuat. 

Langkah ini sekaligus mencerminkan visi IOTF dalam membangun bisnis yang efisien, adaptif, dan berorientasi pada pelanggan.

Mazroh Atul Jannah

Mazroh Atul Jannah

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Dukung Program Pemerintah, KAI Layani 5.334 Motor pada Angkutan Motis Nataru 2025/2026

Dukung Program Pemerintah, KAI Layani 5.334 Motor pada Angkutan Motis Nataru 2025/2026

PNM Mekaar Buktikan Dampak Nyata Pemberdayaan Perempuan

PNM Mekaar Buktikan Dampak Nyata Pemberdayaan Perempuan

Kimia Farma Terima Pinjaman Strategis Rp846 Miliar Dari Bio Farma

Kimia Farma Terima Pinjaman Strategis Rp846 Miliar Dari Bio Farma

SOFA Bentuk Konsorsium Baru Ikuti Proyek Waste Energy

SOFA Bentuk Konsorsium Baru Ikuti Proyek Waste Energy

Sabana Prawirawidjaja Tambah Kepemilikan Saham Ultrajaya Besar

Sabana Prawirawidjaja Tambah Kepemilikan Saham Ultrajaya Besar