JAKARTA - Di pulau-pulau kecil dan kota-kota terpencil Indonesia, peran perempuan seringkali menjadi tulang punggung ekonomi keluarga.
Kisah Ibu Selly dari Pulau Saparua, Ambon, menjadi contoh nyata bagaimana pemberdayaan dapat mengubah kehidupan, bukan hanya bagi individu, tetapi juga bagi komunitas sekitar.
Sebagai pendiri TK Sintiche yang menyediakan pendidikan gratis bagi anak-anak kurang mampu, Ibu Selly sempat menghadapi tantangan besar untuk menjaga sekolahnya tetap berjalan. Ia memulai usaha kecil warung, namun keterbatasan modal sempat menghambat langkahnya.
Baca JugaHonda Rencanakan Penguatan Elektrifikasi Produk Otomotif pada 2026
Kesempatan hadir saat Ibu Selly bergabung dengan PNM Mekaar pada 2022. Program ini tidak hanya memberikan akses modal, tetapi juga pelatihan usaha dan pendampingan yang konsisten.
Sejak saat itu, usahanya berkembang, sekolahnya bertahan, bahkan kini menampung anak-anak nasabah Mekaar lainnya. Kisah ini menunjukkan bahwa dukungan yang tepat mampu menciptakan perubahan besar dari langkah-langkah kecil seorang individu.
Dampak Pendampingan PNM Mekaar Bagi Nasabah
Kisah Bu Selly juga menyoroti pentingnya pendampingan dalam pemberdayaan ekonomi. Account Officer (AO) PNM Mekaar serta pertemuan rutin mingguan kelompok menjadi wadah belajar kolektif yang memperkuat kepercayaan diri, keterampilan manajerial, dan kapasitas kepemimpinan nasabah.
“Dulu beta cuma pikir bagaimana caranya bantu ekonomi keluarga. Tapi sejak ikut Mekaar, beta belajar pimpin kelompok, saling berbagi, dan percaya kalau usaha kecil juga bisa berkembang asal jalan sama-sama. Dari pertemuan tiap minggu dan pendampingan itu, beta jadi lebih berani dan lebih yakin jalani semua,” ujar Selly.
Pendampingan ini menjadikan pinjaman bukan sekadar dana, tetapi proses belajar yang menyertakan penguatan kapasitas usaha.
Mekaar mendorong nasabah untuk memahami laporan keuangan, membuat perencanaan bisnis, dan saling mendukung di dalam kelompok, sehingga kemandirian finansial bisa tercapai secara berkelanjutan.
Peningkatan Kualitas Hidup dan Usaha Nasabah
Hasil survei Customer Survey Indeks Mekaar 2024 menegaskan dampak nyata program ini. Data menunjukkan:
72 persen nasabah merasakan peningkatan peran dalam pengambilan keputusan keluarga
74 persen mengalami peningkatan pendapatan setelah menjadi nasabah
78 persen memiliki dan memahami implementasi laporan keuangan bisnis
90 persen merasakan dampak kemandirian finansial
Angka-angka ini bukan sekadar statistik, melainkan cerminan perubahan hidup ibu-ibu di berbagai daerah. Mereka kini lebih percaya diri, mampu merencanakan usaha, dan mengambil keputusan ekonomi keluarga dengan lebih mandiri.
Selain itu, pendapatan meningkat memungkinkan mereka menyediakan pendidikan lebih baik bagi anak-anak, meningkatkan kualitas hidup keluarga, dan menumbuhkan ekonomi lokal.
Peran PNM Mekaar dalam Pemberdayaan Perempuan
Menurut Sekretaris Perusahaan PNM, Dodot Patria Ary, capaian ini menjadi penguat arah pemberdayaan PNM ke depan.
“Ini bukan sekedar survei, di balik angka-angka ini, ada cerita tentang ibu-ibu yang kini lebih berani berpendapat di rumahnya, usaha yang perlahan tumbuh, dan keluarga yang mulai berdiri di atas kakinya sendiri. Itulah upaya kami untuk terus hadir ditengah masyarakat dan mendorong agar semakin banyak kisah Bu Selly lainnya dari seluruh Indonesia,” ujarnya.
Pendekatan PNM Mekaar menekankan kombinasi modal, pelatihan, dan pendampingan yang berkelanjutan. Model ini membuktikan bahwa pemberdayaan ekonomi bukan hanya soal memberikan uang, tetapi menumbuhkan kapasitas individu, memperkuat jejaring sosial, dan membangun kepercayaan diri.
Nasabah tidak hanya belajar mengelola usaha, tetapi juga meningkatkan keterampilan kepemimpinan, komunikasi, dan manajemen kelompok.
Harapan dan Tantangan Pemberdayaan Ekonomi
Kisah Bu Selly menjadi inspirasi bagi nasabah lainnya di seluruh Indonesia. Dengan dukungan program Mekaar, perempuan di wilayah terpencil kini mampu bermimpi lebih besar, mengelola usaha dengan lebih profesional, dan berperan aktif dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Pemberdayaan ini menunjukkan bahwa intervensi yang tepat dapat menciptakan perubahan signifikan di tingkat individu dan komunitas.
Namun, tantangan tetap ada. Akses ke modal, pelatihan, dan pendampingan harus terus diperluas, terutama di daerah kepulauan dan terpencil. Keberhasilan Mekaar menjadi bukti bahwa pemberdayaan perempuan adalah salah satu kunci peningkatan ekonomi lokal dan nasional.
Seiring dengan perkembangan program, PNM berkomitmen untuk terus mendampingi nasabah, memperluas jangkauan kelompok, dan memastikan bahwa setiap ibu rumah tangga yang bergabung dapat merasakan manfaat pemberdayaan secara nyata.
Dari Pulau Saparua hingga pelosok Nusantara, kisah seperti Bu Selly menjadi bukti bahwa langkah kecil dengan pendampingan tepat mampu mengubah masa depan.
Sutomo
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Nora Wahby Dipercaya Memimpin Ericsson Indonesia, Percepat Pengembangan 5G
- Rabu, 07 Januari 2026
Peringkat idAA+ dari Pefindo untuk Jamkrindo Menunjukkan Prospek Stabil di 2026
- Rabu, 07 Januari 2026
Strategi Kemenkes Atasi Krisis Kesehatan Aceh dengan Ribuan Relawan Terjun Lapangan
- Rabu, 07 Januari 2026
Presiden Prabowo Gelar Retret Kabinet Merah Putih Evaluasi Kinerja Satu Tahun
- Rabu, 07 Januari 2026
Berita Lainnya
Peringkat idAAA Pefindo untuk Pupuk Indonesia Tunjukkan Prospek Stabil di 2026
- Rabu, 07 Januari 2026
Peringkat idAA+ dari Pefindo untuk Jamkrindo Menunjukkan Prospek Stabil di 2026
- Rabu, 07 Januari 2026
Techno9 (NINE) Ungkapkan Rencana Akuisisi Aset Tambang Poh Group di Mongolia
- Rabu, 07 Januari 2026



.jpg)






_ungkapkan_rencana_akuisisi_aset_tambang_poh_group_di_mongolia.jpg)

