Kamis, 08 Januari 2026

SOFA Bentuk Konsorsium Baru Ikuti Proyek Waste Energy

SOFA Bentuk Konsorsium Baru Ikuti Proyek Waste Energy
SOFA Bentuk Konsorsium Baru Ikuti Proyek Waste Energy

JAKARTA - PT Boston Furniture Industries Tbk. (SOFA) kini menegaskan langkah strategisnya di sektor energi terbarukan melalui pembentukan konsorsium baru.

 Perusahaan yang awalnya fokus pada industri furnitur ini mengubah struktur anak usahanya dan memperluas jaringan kemitraan, menandai babak baru dalam upaya berpartisipasi pada proyek Waste-to-Energy (WTE) Danantara.

 Strategi ini menunjukkan bahwa SOFA tidak sekadar mengikuti tren energi bersih, tetapi berupaya membangun kapabilitas bisnis yang lebih luas untuk menghadapi tender nasional yang semakin kompetitif.

Baca Juga

Honda Rencanakan Penguatan Elektrifikasi Produk Otomotif pada 2026

Restrukturisasi Anak Usaha dan Transformasi Nama

SOFA melalui anak usahanya, PT Pratama Satya Prima, melakukan restrukturisasi menyeluruh. Langkah ini mencakup perubahan nama menjadi PT Parivarta Energi Nusantara serta perpindahan kantor pusat ke Sequis Center, Jakarta Selatan. 

Restrukturisasi ini bukan sekadar pergantian identitas, tetapi bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat fokus di sektor energi terbarukan.

Selain itu, peningkatan modal anak usaha juga melibatkan pemegang saham baru, PT Sebelas Bersaudara Sinergi, yang berperan sebagai mitra lokal di bidang energi. 

Kolaborasi ini diharapkan memperkuat posisi Parivarta Energi Nusantara dalam pengembangan proyek WTE, sekaligus memperluas jaringan bisnis lintas negara.

Pembentukan Konsorsium Internasional

Pada 31 Desember 2025, PT Parivarta Energi Nusantara menandatangani perjanjian pembentukan konsorsium dengan dua mitra internasional, yaitu Hunan Construction Engineering Group Co. dari China dan Kintan Usahasama Sdn. Bhd. dari Malaysia. 

Konsorsium ini dibentuk secara khusus untuk mengikuti tender proyek Waste-to-Energy yang diselenggarakan oleh PT Danantara Investment Management.

Direktur SOFA, Ezra Mohammed Dhanaguna, menegaskan bahwa pembentukan konsorsium ini menjadi langkah strategis untuk menggabungkan kapabilitas teknis dan pengalaman internasional. 

“Konsorsium ini memungkinkan kita memadukan keahlian lokal dan internasional, sehingga memiliki daya saing lebih tinggi dalam proses tender proyek WTE,” ujarnya.

Dengan kolaborasi ini, SOFA berharap dapat memanfaatkan teknologi mutakhir dari mitra luar negeri sekaligus menyesuaikannya dengan kebutuhan nasional di bidang energi bersih. Proses tender masih berlangsung, dan perusahaan optimis terhadap peluang keberhasilan konsorsium.

Fokus pada Energi Terbarukan dan Peluang Bisnis

Transformasi SOFA juga mencerminkan perubahan arah bisnis yang lebih proaktif ke sektor energi terbarukan. PT Parivarta Energi Nusantara kini sepenuhnya memfokuskan kegiatan usahanya pada pengembangan energi bersih dan proyek Waste-to-Energy. 

Pendekatan ini menegaskan komitmen perusahaan untuk memanfaatkan sumber daya lokal sekaligus mendukung target energi berkelanjutan nasional.

Perubahan ini juga membuka peluang besar bagi pemegang saham dan investor untuk terlibat dalam industri dengan pertumbuhan tinggi. Teknologi WTE dianggap sebagai solusi strategis untuk pengelolaan limbah sekaligus penyediaan energi, sehingga proyek ini menjadi salah satu prioritas pemerintah. 

Kehadiran SOFA melalui konsorsium menempatkan perusahaan pada posisi yang relevan untuk berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur energi hijau.

Perubahan Manajemen dan Strategi Perusahaan

Selain restrukturisasi anak usaha, Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) SOFA pada 18 Desember 2025 memutuskan perubahan nama induk perusahaan menjadi PT Solusi Environment Asia Tbk. 

Langkah ini sejalan dengan arah bisnis baru yang menitikberatkan pada energi terbarukan dan solusi lingkungan.

Susunan manajemen juga mengalami perubahan signifikan. Denny Rizal ditunjuk sebagai Direktur Utama, sementara Ezra Mohammed Dhanaguna dan Dimas Adiyasa Wiryaatmaja menjadi Direktur. 

Komisaris Utama kini dijabat Romario Beckenbauer Yap, dengan Djoko Hendratto sebagai Komisaris Independen. Struktur baru ini diharapkan dapat mendorong tata kelola perusahaan yang lebih efektif dan mendukung strategi transformasi yang berkelanjutan.

Langkah-langkah ini menunjukkan kesiapan SOFA menghadapi persaingan ketat di sektor energi bersih. Integrasi pengalaman, keahlian teknis, dan dukungan manajemen baru menjadi fondasi penting untuk memastikan proyek Waste-to-Energy yang diikuti konsorsium berjalan lancar dan menghasilkan dampak positif bagi lingkungan serta pertumbuhan bisnis.

Dengan langkah restrukturisasi, konsorsium internasional, dan strategi bisnis yang fokus pada energi bersih, SOFA menegaskan posisi baru perusahaan sebagai pemain serius dalam proyek Waste-to-Energy. 

Upaya ini tidak hanya meningkatkan peluang keberhasilan tender, tetapi juga menunjukkan transformasi perusahaan dari industri furnitur menuju solusi lingkungan yang berkelanjutan.

Sutomo

Sutomo

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Peringkat idAAA Pefindo untuk Pupuk Indonesia Tunjukkan Prospek Stabil di 2026

Peringkat idAAA Pefindo untuk Pupuk Indonesia Tunjukkan Prospek Stabil di 2026

Peringkat idAA+ dari Pefindo untuk Jamkrindo Menunjukkan Prospek Stabil di 2026

Peringkat idAA+ dari Pefindo untuk Jamkrindo Menunjukkan Prospek Stabil di 2026

75 Persen Tiket Nataru Dibeli Lewat Access by KAI, Digitalisasi KAI Kian Jadi Pilihan Utama Pelanggan

75 Persen Tiket Nataru Dibeli Lewat Access by KAI, Digitalisasi KAI Kian Jadi Pilihan Utama Pelanggan

Techno9 (NINE) Ungkapkan Rencana Akuisisi Aset Tambang Poh Group di Mongolia

Techno9 (NINE) Ungkapkan Rencana Akuisisi Aset Tambang Poh Group di Mongolia

BSDE Membayar Kupon Surat Utang dan Sukuk di Awal Tahun 2026, Tunjukkan Komitmen Keuangan yang Kuat

BSDE Membayar Kupon Surat Utang dan Sukuk di Awal Tahun 2026, Tunjukkan Komitmen Keuangan yang Kuat