Sabtu, 07 Februari 2026

Menperin Dorong Konsep Green Mobility untuk Majukan Industri Otomotif Ramah Lingkungan di Indonesia

Menperin Dorong Konsep Green Mobility untuk Majukan Industri Otomotif Ramah Lingkungan di Indonesia
Menperin Dorong Konsep Green Mobility untuk Majukan Industri Otomotif Ramah Lingkungan di Indonesia

JAKARTA - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita memperkenalkan konsep “green mobility” sebagai kebijakan strategis baru pemerintah dalam merespons perkembangan pesat teknologi otomotif dunia yang semakin ramah lingkungan dan efisien dalam penggunaan energi. Inisiatif ini menjadi bagian dari transformasi besar di sektor otomotif nasional, sekaligus upaya nyata mendukung target Net Zero Emission (NZE) sektor manufaktur pada tahun 2050.

Konsep green mobility yang diusung Kementerian Perindustrian (Kemenperin) merupakan pendekatan kebijakan adaptif yang mengintegrasikan teknologi rendah emisi, efisiensi energi, daya saing global, serta berorientasi pada keberlanjutan lingkungan dan perlindungan terhadap investasi industri otomotif yang sudah lama eksis di Indonesia.

"Apapun perkembangan teknologi otomotif, kami menyambut baik dan berkomitmen memfasilitasi kebijakannya melalui konsep green mobility. Kebijakan ini akan lebih adaptif dan sustain bagi industri otomotif nasional, terutama menjawab perkembangan pesat teknologi otomotif yang ramah lingkungan," ujar Agus Gumiwang.
 

Baca Juga

Prediksi UFC Fight Night: Mario Bautista vs Vinicius Oliveira di Kelas Bantam

Transformasi Teknologi Otomotif: Tantangan dan Peluang
 

Menperin menegaskan bahwa industri otomotif nasional saat ini berada di tengah disrupsi besar teknologi. Perubahan terjadi baik dari sisi proses produksi maupun jenis produk yang dihasilkan. Ini ditandai dengan masuknya berbagai kendaraan berbasis teknologi maju ke pasar domestik, seperti kendaraan dengan mesin pembakaran dalam (Internal Combustion Engine/ICE), kendaraan hibrida, kendaraan listrik berbasis baterai (Battery Electric Vehicle/BEV), hingga kendaraan dengan teknologi fuel cell hidrogen.

“Konsep green mobility hadir sebagai jawaban atas tantangan dan peluang yang ditimbulkan oleh masuknya teknologi-teknologi otomotif terbaru ke Indonesia,” ujar Agus.

Pemerintah menyadari bahwa transformasi ini tidak bisa hanya berfokus pada pengembangan teknologi baru, melainkan juga harus memperhatikan keberlangsungan investasi otomotif yang telah berlangsung selama puluhan tahun. Karena itu, kebijakan green mobility juga memuat prinsip keberlanjutan investasi industri yang telah eksis dan mendorong transisi bertahap menuju teknologi yang lebih hijau.

David

David

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Analisis Khabib Nurmagomedov Terkait Kemenangan Angka Umar di UFC 324

Analisis Khabib Nurmagomedov Terkait Kemenangan Angka Umar di UFC 324

Real Madrid Cari Pengganti Modric-Kroos, Mac Allister Jadi Target Utama

Real Madrid Cari Pengganti Modric-Kroos, Mac Allister Jadi Target Utama

Real Madrid Hadapi Valencia, Arbeloa Soroti Masalah Konsistensi Pemain

Real Madrid Hadapi Valencia, Arbeloa Soroti Masalah Konsistensi Pemain

Pemerintah Siapkan Dana Enam Miliar Dolar Demi Kebangkitan Industri Tekstil Nasional

Pemerintah Siapkan Dana Enam Miliar Dolar Demi Kebangkitan Industri Tekstil Nasional

Jamu Indonesia Kuat dalam Budaya dan Berpeluang Besar Menggerakkan Ekonomi Nasional

Jamu Indonesia Kuat dalam Budaya dan Berpeluang Besar Menggerakkan Ekonomi Nasional